Adab Memotong Kuku dalam Islam

Reporter : Ulyaeni Maulida
Rabu, 8 Juli 2020 15:03
Adab Memotong Kuku dalam Islam
Hari yang disunnahkan untuk memotong kuku adalah jumat, senin, dan kamis.

Dream – Memotong kuku sering dianggap sebagai perkara sepele dalam kehidupan. Namun, didalam Islam, memotong kuku memiliki adab tersendiri. Bahkan Islam juga mengatur ketentuan untuk melakukannya.

Memotong kuku dapat menjadi perkara yang tak bisa diabaikan. Salah satunya sebagai sarana untuk menjaga kebersihan.

Selain itu kuku juga dapat menjadi sangat penting. Misalnya ketika seorang dalam keadaan ihram haji atau umrah didenda membayar dam karena memotong kukunya.

Demikian juga kuku bisa menyebabkan tidak sah-nya wudhu atau mandi junub, jika air tidak atau terhalang sampai ke kuku.

1 dari 3 halaman

Keutamaan Memotong Kuku dalam Islam

 

Anjuran untuk memotong kuku telah banyak dibahas dalam hadits Rasulullah.

Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda, “ Ada lima macam fitrah, yaitu: khitan, mencukur bulu kemaluan, memotong kumis, memotong kuku, dan mencabut bulu ketiak.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Telah disebutkan pula bahwa memotong kuku sebaiknya dilakukan sesuai dengan panjangnya kuku. Imam Nawawi berkata, “ Adapun batasan waktu memotong kuku, maka dilihat dari panjangnya kuku tersebut. Ketika telah panjang, maka dipotong. Ini berbeda satu orang dan lainnya, juga dilihat dari kondisi. Hal ini jugalah yang jadi standar dalam menipiskan kumis, mencabut bulu ketiak dan mencabut bulu kemaluan.” (Al-Majmu’ 1: 158).

Dari Anas bin Malik, “ Kami diberi batasan dalam memendekkan kumis, memotong kuku, mencabut bulu ketika, mencukur bulu kemaluan, yaitu itu semua tidak dibiarkan lebih dari 40 malam.” (HR. Muslim).

Untuk itu sebaiknya tidak membiarkan kuku panjang selama lebih dari 40 hari.

2 dari 3 halaman

Adab Memotong Kuku

Potong kuku© Pixabay.com

Sunnahnya dengan mengikuti cara yang terdapat dalam Kitab Al-Majmu, yaitu “ Disunahkan untuk memulai dari tangan kanan kemudian tangan kiri, dari kaki kanan kemudian kaki kiri.”

Imam Ibnu Hajar mengatakan dalam Kitab Fathul Bari, “ Tidak ada satu pun hadits yang menjelaskan tentang tertib memotong kuku. Akan tetapi Imam Nawawi menegaskan dalam kitab Syarh Muslim, bahwa disunahkan untuk memulai dari jari telunjuk tangan kanan, tengah, manis, kelingking, dan jempol. Untuk jari tangan sebelah kiri dimulai dari jari kelingking, manis, sampai jempol. Untuk kaki dimulai dari jari kelingking sebelah kanan sampai ke jempol, dan kaki sebelah kiri dimulai dari jempol sampai jari kelingking.”

3 dari 3 halaman

Waktu Memotong Kuku

 

Menurut Imam Asy-Syafi’i dan ulama-ulama asy-Syafi’iyah, “ Sunnah memotong kuku itu sebelum mengerjakan sembahyang Juma’at, sebagaimana disunatkan mandi, bersiwak, memakai wewangian, berpakaian rapi sebelum pergi ke masjid untuk mengerjakan shalat Juma’at.” (HR. Muslim)

Imam Qasim Al Ghazi dalam kitab Hasyiyah Al Baijuri menjelaskan kapan saja waktu terbaik memotong kuku dan saat-saat yang tidak dianjurkan melakukannya.

Hari yang disunnahkan untuk memotong kuku adalah pada hari jumat, senin, dan kamis. Sedangkan hari yang tidak dianjurkan adalah sebagai berikut.

  • Memotong kuku hari Sabtu menimbulkan penyakit yang menggerogoti tubuh.
  • Melakukan hal serupa pada hari Ahad menyebabkan hilangnya barokah.
  • Jika dilakukan di hari Selasa menyebabkan kebinasaan.
  • Jika dilakukan pada hari Rabu, memotong kuku dapat menyebabkan buruk akhlak.

 

Namun Ulama mazhab Syafi'i lebih menganjurkan memotong kuku pada Jumat. Selain hari itu, tidak ada larangan bagi siapa pun untuk memotong kukunya.

 

 

(Diambil dari berbagai sumber)

Beri Komentar