Adakah Lailatul Qadar Turun di Negara yang Masih Siang?

Reporter : Ahmad Baiquni
Minggu, 26 Mei 2019 18:00
Adakah Lailatul Qadar Turun di Negara yang Masih Siang?
Merujuk pada artinya, Lailatul Qadar diturunkan di malam hari.

Dream - Keistimewaan Ramadan dibanding bulan-bulan lainnya tidak sekadar pada adanya perintah puasa di siang hari. Di bulan ini terhadap Lailatul Qadar yang mengandung keutamaan dari seribu bulan.

Lailatul Qadar merupakan malam yang sangat dinantikan oleh umat Islam. Beribadah di malam ini jauh lebih utama dibandingkan seribu bulan.

Meski demikian, tidak ada yang tahu secara pasti kapan malam istimewa tersebut diturunkan. Hanya ada keterangan dalam beberapa hadis yang menyebutkan kemungkinan Lailatul Qadar turun di sepuluh malam terakhir Ramadan, seperti dalam perintah Rasulullah Muhammad SAW yang diriwayatkan Imam Bukhari.

" Bersungguh-sungguhlah (mencari) Lailatul Qadar pada sepuluh hari terakhir Ramadan."

Terdapat riwayat yang menyebut agak spesifik mengenai turunnya Lailatul Qadar yaitu riwayat Imam Bukhari. Waktu yang disebutkan adalah malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadan.

Dari beberapa riwayat, disebutkan Lailatul Qadar turun di malam hari. Lantas, adakah malam tersebut turun di negara yang masih siang?

1 dari 1 halaman

Menyesuaikan Waktu Malam

Dikutip dari NU Online, para ulama telah memikirkan kemungkinan adanya perbedaan waktu antara satu negara dengan negara lainnya. Misalnya Lailatul Qadar turun di Indonesia pada malam hari, tentu di negara lain ada yang masih siang hari.

Sehingga, jawaban yang muncul yaitu Lailatul Qadar turun menyesuaikan waktu malam setiap wilayah. Ketentuan ini didasarkan pada waktu terkabulnya doa di hari Jumat ketika khatib duduk.

Terjadinya kondisi ini tentu berbeda di tiap-tiap wilayah, apalagi negara. Alhasil, waktu ijabah dua di antara dua khutbah antara satu masjid dengan masjid lainnya menjadi berbeda.

Syeikh Syamduddin Ar Ramli menjelaskan hal ini dalam Nihayah Al Muhtaj.

" Lalu masih terdapat kemungkinan bahwa Lailatul Qadar didasarkan pada waktu malam di setiap kaum. Jika Lailatul Qadar pada waktu malam di wilayah kita, namun siang di tempat lain, maka waktu ijabah dan pahala Lailatul Qadar mundur bagi mereka sampai tiba waktu malam. Kemungkinan lain, waktu Lailatul Qadar hanya berlaku satu waktu saja, meskipun waktu tersebut saat siang jika dinisbatkan pada sebagian kaum dan malam jika dinisbatkan pada sebagian kaum yang lain. Pendapat yang zahir (jelas) adalah kemungkinan yang pertama (didasarkan pada waktu malam di setiap tempat) supaya cocok dengan penamaan waktu malam pada setiap dua tempat (yang berbeda). Hal ini diambil dari ketentuan waktu ijabah pada hari Jumat yang berbeda sesuai dengan waktu khutbah."

Para ulama menetapkan turunnya Lailatul Qadar terjadi di malam hari. Ini karena arti dari Lailatul Qadar itu sendiri yaitu malam kemuliaan sehingga tidak mungkin jatuh di siang hari.

Alhasil, negara yang masih siang tentu belum mendapatkan keberkahan Lailatul Qadar. Barulah keberkahan itu diturunkan ke suatu negara jika sudah malam hari namun pada tanggal yang sama dengan negara lainnya.

Sumber: NU Online.

Beri Komentar
Tips Jitu Menyeimbangkan Karier dan Pendidikan Ala Tiffani Afifa