Waktu Tidur yang Dianjurkan dan Tidak dalam Islam, Keberkahan Bisa Hilang

Reporter : Ahmad Baiquni
Kamis, 15 April 2021 10:01
Waktu Tidur yang Dianjurkan dan Tidak dalam Islam, Keberkahan Bisa Hilang
Tidur membawa manfaat besar pada tubuh.

Dream - Tidur menjadi salah satu kebutuhan penting bagi tubuh. Semua makhluk hidup butuh tidur, apalagi manusia.

Tidur adalah waktu ketika seluruh tubuh diistirahatkan sehingga dapat kembali bekerja maksimal setelah kita bangun.

Ajaran Islam yang sangat luas uga memperhatikan masalah tidur bagi umatnya. Beberapa dalil yang menyinggung soal tidur seperti Surat Ar Rum ayat 23.

" Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah tidurmu di waktu malam dan siang hari dan usahamu mencari sebagian dari karunia-Nya. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan."

Jalaluddin As Suyuthi dalam kitabnya Ar Rahmah fi At Thib wal Hikmah menjelaskan waktu tidur ideal bagi seseorang dalam sehari semalam yaitu sekitar enam hingga delapan jam. Dalam rentang waktu tersebut menyertakan qoilulah.

Tidur memang kebutuhan, tetapi tetap perhatikan waktu-waktunya. Dalam Islam, waktu tidur ada dua golongan yaitu dianjurkan dan tidak.

 

1 dari 2 halaman

Waktu Tidur Dianjurkan

Waspada! Ini Bahaya Langsung Tidur Setelah Sahur© MEN

Waktu tidur yang dianjurkan pertama yaitu qoilulah. Qoilulah yaitu tidur sebentar di siang hari dalam kisaran sekitar 15 menit.

Hadis riwayat Imam Thabrani menjelaskan apa keutamaan tidur qoilulah.

Tidurlah qoilulah (siang hari) kalian, sesungguhnya setan tidak tidur di waktu qoilulah.

Ulama ada yang menafsirkan qoilulah dengan tidur sebelum waktu zuhur tiba, ada pula yang mennafsirkan setelah masuk waktu zuhur. Meski berbeda tafsir, qoilulah berfungsi utama sebagai persiapan untuk melaksanakan Qiyamul Lail dengan sholat dan zikir.

Waktu tidur yang dianjurkan lainnya yaitu di malam hari. Ajaran Islam menganjurkan seseorang menjadikan waktu malamnya untuk istrahat dan siangnya untuk bekerja.

Pola ini ditegaskan dalam Alquran Surat An Naba' ayat 10-11.

Dan Kami menjadikan malam sebagai pakaian (waktu tidur), dan Kami menjadikan siang untuk mencari penghidupan.

 

2 dari 2 halaman

Waktu Tak Dianjurkan Tidur

Menaruh bawang putih di bawah bantal jauhkan serangga saat tidur.© Freepik.com

Sedangkan waktu yang tidak dianjurkan untuk tidur yaitu setelah sholat subuh hingga terbitnya matahari. Tidur di waktu ini dipandang dapat menghalangi seseorang mendapat keberkahan rezeki dan umur.

Habib Zain bin Smith dalam Fawaid Al Mukhtarah memberikan penjelasan mengenai hal ini.

" Tidur setelah subuh menghilangkan berkah rezeki dan berkah umur, sebab berkahnya umat ini ada di waktu pagi, yakni waktu setelah shalat subuh sampai terbitnya matahari."

Kedua yaitu setelah sholat Ashar. Waktu ini tidak dianjurkan untuk tidur karena berisiko mengurangi akal, seperti dijelaskan dalam hadis Imam Ad Dailami.

Barang siapa tidur setelah waktu Ashar, lalu hilang akalnya, maka jangan pernah salahkan kecuali pada dirinya sendiri.

Sedangkan waktu tidur tidak dianjurkan berikutnya yaitu sebelum melaksanakan sholat Isya. Dalam hadis riwayat Imam Bukhari disebutkan demikian.

Sesungguhnya Rasululullah tidak senang tidur sebelum shalat Isya’ dan berbincang-bincang setelah sholat Isya'.

Waktu ini dimakruhkan tidur karena dikhawatirkan kehabisan waktu Isya. Sehingga pelaku jadi tidak sholat Isya, seperti dijelaskan Badrudin Al 'Aini dalam kitab 'Umdah Al Qari Syarah Shahih Al Bukhari.

" Adapun sebab makruhnya tidur sebelum Isya’ karena akan berpotensi hilangnya waktu Isya’ dengan menghabiskan waktu untuk tidur dan juga supaya orang-orang tidak menganggap enteng hal demikian, hingga mereka tidur dan meninggalkan sholat Isya' secara berjemaah. Adapun makruhnya berbincang-bincang setelah Isya' karena akan mendorong untuk begadang dan dikhawatirkan akan tertidur hingga meninggalkan Qiyamul Lail, berzikir saat malam dan meninggalkan sholat Subuh."

Sumber: NU Online.

 

Beri Komentar