Alasan di Balik Diharamkannya Riba

Reporter : Ahmad Baiquni
Selasa, 11 Desember 2018 15:00
Alasan di Balik Diharamkannya Riba
Riba adalah salah satu amalan haram pada kegiatan ekonomi menurut ajaran Islam.

Dream - Dalam kegiatan ekonomi, ada beberapa hal yang dalam ajaran Islam dihukumi haram atau terlarang. Salah satunya adalah riba.

Riba dipahami sebagai pengambilan tambahan dari harta pokok atau modal secara batil. Bisa lewat pinjaman yang membebankan keuntungan dengan besaran tertentu kepada peminjam.

Dasar pengharaman riba diatur dalam Alquran, salah satunya dalam Surat Ali Imran ayat 130.

" Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda, dan bertakwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapatkan keberuntungan."

Demikian pula dalam hadis Rasulullah Muhammad SAW, seperti diriwayatkan Imam Muslim.

" Emas dijual dengan emas, perak dijual dengan perak, gandum dijual dengan gandum, sya'ir (sejenis gandum) dijual dengan sya'ir, kurma dijual dengan kurma, dan garam dijual dengan garam, takarannya sama rata dan dibayar dengan kontan. Siapapun yang menambah atau meminta tambahan maka ia telah melakukan riba."

Tentunya, pengharaman sesuatu dalam Islam karena alasan tertentu. Lantas, mengapa riba juga diharamkan?

 

1 dari 2 halaman

Merampas Kekayaan Orang Lain

Dikutip dari Islami.co, Imam Ar Razi dalam kitabnya Tafsir Ar Raazi, menjelaskan alasan Islam melarang riba. Ulama klasik ini menyebutkan setidaknya ada empat alasan pengharaman tersebut.

Alasan pertama yaitu merampas kekayaan milik orang lain. Hal ini bisa terjadi melalui penambahan ketika proses pembayarannya.

Sebagai contoh, pinjaman Rp100 harus kembali Rp200 atau satu kilo beras dikembalikan dengan dua kilo beras. Transaksi ini dilarang dalam Islam karena merugikan salah satu pihak.

Demikian pula yang terjadi pada utang-piutang yang disertai riba. Si pengutang terkena kewajiban penambahan pembayaran tanpa melalui kesepakatan, sehingga memberatkan pengutang.

Dalam pandangan Ar Razi, seharusnya pemilik uang menanamkan uangnya untuk usaha produktif sehingga bisa berkembang. Kenyataannya, pemilik uang tidak menginvestasikan modalnya namun malah meminjamkannya dan menuntut pengembalian dengan jumlah lebih banyak.

2 dari 2 halaman

Merusak Moral, Melahirkan Kebencian

Alasan kedua yaitu riba merusak moralitas. Banyak sekali kejadian yang mengarah kepada kehancuran akibat uang terjadi di masyarakat.

Ada yang sampai berebut jabatan atau kekuasaan. Tidak sedikit pula yang sampai melakukan suap. Ini terjadi lantaran pengaruh uang yang telah menimbulkan ketamakan.

Riba juga menghilangkan kepekaan. Mereka yang terpengaruh riba akan tega memaksa orang lain membayar pinjaman dengan tambahan cukup besar, meskipun si peminjam adalah orang miskin.

Ketiga yaitu melahirkan kebencian dan permusuhan. Riba menumbuhsuburkan rasa egoisme yang tinggi. Tidak mustahil jika akhirnya terjadi permusuhan dan kebencian.

Sedangkan alasan keempat yaitu membuat yang kaya semakin kaya dan si miskin semakin sengsara. Hal ini dapat menciptakan kesenjangan di antara masyarakat.

Sumber: Islami.co

Beri Komentar
(Deep Dream) Menteri PAN-RB Buka-bukaan Soal PNS Kerja dari Rumah dan Single Salary