Anak Meninggal Dunia di Dalam Perut Jelang Lebaran

Reporter : Sugiono
Jumat, 24 Mei 2019 07:29
Anak Meninggal Dunia di Dalam Perut Jelang Lebaran
Kisah yang dibagikannya sangat menyentuh hati.

Dream - Baru-baru ini, model dan aktris cantik asal Malaysia, Hanis Zalikha, mengunggah pengalaman ketika mengandung saat puasa Ramadan.

Selama hamil saat puasa Ramadan, perut Hanis terasa kencang. Hal itu membuat dia dan suaminya merasa sangat khawatir.

Melihat kondisi itu, suami Hanis menyuruhnya untuk membatalkan ibadah puasa yang dijalaninya.

Unggahan Hanis itu menjadi viral di media sosial. Banyak follower Hanis yang ikut berbagi pengalaman serupa.

Salah satunya adalah komentar dari Raznida Ammar Aikha yang menarik banyak perhatian netizen.

Kisah yang dibagikannya sangat menyentuh hati. Betapa tidak? Anak ke dua yang dikandungnya selama 38 minggu meninggal lima hari jelang Lebaran.

1 dari 5 halaman

Awalnya Janin Terlihat Sehat

Menurut Raznida, sehari sebelum kejadian, dia bertemu dokter untuk pemeriksaan harian dan beberapa kali pemindaian.

Saat itu, bayi yang ada di dalam kandungan Raznida dalam keadaan sehat.

Karena Raznida menderita diabetes, dokter menyarankan dia untuk melahirkan ketika usia kandungannya 38 minggu.

" Dokter ingin saya melahirkan pada minggu ke-38 untuk menghindari masalah dengan bayi saya."

" Namun, pada hari Kamis, bayi saya tidak bergerak tetapi perut terasa kencang sejak pagi hari," katanya.

Pada saat itu, Raznida sedang berpuasa. Dia berpikir bayinya tidak bergerak mungkin karena dia sedang puasa.

2 dari 5 halaman

Perut Terasa Kencang Tapi Tidak Sakit

Namun, setelah berbuka puasa, keadaan bayi dalam perut Raznida tetap tidak bergerak, dan perutnya terasa kencang.

Raznida kembali periksa ke dokter untuk mendapatkan perawatan.

Pada awalnya hanya perawat saja yang melakukan pemindaian terhadap perut Raznida.

Perawat mengatakan kemungkinan Raznida mulai memperlihatkan tanda awal untuk bersalin.

Tapi, Raznida tidak merasakan sakit perut seperti layaknya orang yang akan melahirkan.

3 dari 5 halaman

Bayi Meninggal dalam Kandungan

Raznida memang merasa aneh dengan kondisi kehamilannya. Perawat bilang dia memperlihatkan tanda awal untuk bersalin.

Tetapi, Raznida sama sekali tidak merasakan sakit perut. Raznida tahu bayi yang dikandungnya sudah tidak ada.

Perawat berkata seperti itu karena hanya ingin menghiburnya saja.

" Sebenarnya, waktu perawat mengambil alih pemindaian, saya tahu bayi dalam kandungan sudah meninggal," katanya.

Benar saja, dokter menyatakan bahwa bayi di dalam kandungan Raznida telah meninggal dunia.

" Sebab saya sendiri tidak mendengar degup jantung anak saya. Tidak ada perubahan yang berarti selama persalinan, hanya ada pembukaan 1 cm saja," katanya.

Tepat jam 1 pagi, Raznida didorong ke dalam ruang bersalin untuk proses mengeluarkan si jabang bayi.

4 dari 5 halaman

Ada Cairan Keluar, Tapi Bukan Air Ketuban

Saat berada di ruang bersalin, ada cairan yang keluar tapi itu bukan air ketuban. Warna cairan tersebut hijau.

Setiap kali cairan itu keluar, Raznida terus merasakan sakit perut. Perawat terus bekerja untuk mengeluarkan cairan tersebut.

" Dokter memberi tahu, bayi itu telah bercampur kotoran selama di dalam perut," kata Raznida.

Selama 6 jam di dalam ruang bersalin, waktu kelahiran pun akhirnya tiba. Meskipun bayi tersebut sudah tidak memiliki nyawa.

5 dari 5 halaman

Bayi Lahir dengan Kulit Melepuh

Raznida mengaku tak punya tenaga lagi untuk mengejan. Sehingga, dengan bantuan para perawat, bayi itu akhirnya bisa lahir secara normal.

Setelah bayi dibersihkan, Raznida memeluknya erat-erat meski kulitnya terlihat melepuh. Seperti kulit yang terkena air panas.

" Perawat bilang mungkin bayi saya sudah meninggal satu hari di dalam perut," katanya.

Raznida pun berpesan kepada ibu-ibu hamil di bulan Ramadhan agar lebih berhati-hati.

Segera bertemu dokter kandungan untuk menghindari hal-hal tidak diinginkan. Raznida bilang, mengetahui pergerakan bayi sangat penting.

(Sumber: Siakapkeli.my)

Beri Komentar
BJ Habibie Dimakamkan di Samping Ainun Habibie