Anak Pertama Baru Lahir Meninggal, Impian Sambut Lebaran Bersama Buyar

Reporter : Sugiono
Kamis, 28 Mei 2020 13:56
Anak Pertama Baru Lahir Meninggal, Impian Sambut Lebaran Bersama Buyar
Bayi yang baru lahir hanya sempat bernapas 9 jam sebelum meninggal dunia.

Dream - Tanggal 13 Mei 2020 yang bertepatan dengan tanggal 20 Ramadhan tidak akan pernah dilupakan oleh wanita ini selamanya.

Pada tanggal inilah anak pertama yang dikandungnya selama sembilan bulan dijemput menghadapi Ilahi.

Meskipun menyedihkan tapi ini adalah kenyataan pahit yang harus dihadapi wanita Malaysia yang hanya dikenal sebagai Shafila dan suaminya, Ahmad Aqim.

Bayi yang diberi nama Ahmad Adam Wildan Ahmad Aqim meninggal setelah hanya sembilan jam melihat dunia, akibat komplikasi setelah dilahirkan.

Shafila mengatakan dia tidak pernah menyangka bayinya akan mengalami komplikasi sehingga merenggut nyawanya.

Apalagi, menurut Shafila, bayinya terlihat sangat aktif saat masih berada di dalam kandungannya.

1 dari 5 halaman

Siap Menyambut Kehadirannya

Dalam postingan di Facebook, Shafila menceritakan detik-detik dia dan suaminya kehilangan bayi pertama mereka hampir dua minggu lalu.

" Ibu mana yang tidak sedih, apalagi kami suami dan istri tidak sabar menantikan kehadirannya untuk merayakan Idul Fitri bersama.

" Bila melihat persiapan yang sudah dibuat untuk menyambut kehadirannya, perasaan sedih ini tak bisa diungkapkan.

" Semua anggota keluarga senang menyambut kehadirannya karena dia merupakan cucu pertama bagi kedua belah pihak keluarga. Namun kami rela dengan ketentuan Allah," katanya.

2 dari 5 halaman

Kandungan Mengalami Masalah

Merenungkan kembali tragedi yang menyedihkan itu, wanita berusia 29 tahun itu mengatakan bahwa dia pergi ke rumah sakit sehari sebelum tanggal kelahiran yang sudah ditentukan, untuk memeriksakan kandungannya.

Ketika prosedur pemindaian dilakukan, dokter memberi tahu bahwa kandungan Shafila kekurangan air ketuban.

" Saya terpaksa menjalani induksi kelahiran keesokan harinya. Semalam tetap terjaga dan tidak bisa tidur karena bayi ini sangat aktif. Pada 12 Mei setelah induksi, saya dimasukkan ke ruang bersalin pada jam 3 sore.

3 dari 5 halaman

Bayi Lahir dengan Komplikasi

" Setelah beberapa jam menahan rasa sakit, saya akhirnya melahirkan bayi pada jam 6 sore. Tetapi bayi itu didiagnosis dengan komplikasi dan ada masalah.

" Terkejut juga saat diberitahu, karena setiap kali saya hamil, tidak ada dokter yang memberi tahu saya. Tidak ada tanda-tanda kelainan. Bayi pun aktif dan saya tidak punya alergi selam kehamilan," kata wanita dari Kota Bharu, Kelantan, ini.

Shafila sempat menatap wajah bayinya sesaat sebelum anaknya itu dimasukkan ke ruang perawatan bayi untuk tindakan lanjut.

4 dari 5 halaman

Anak Meninggal Dunia

" Pukul 4 pagi, perawat datang dan memberitahu bahwa bayi saya sakit. Terkejut dengan kabar ini, membuat saya tak dapat tidur.

" Sekitar 20 menit kemudian, perawat datang lagi, kali ini membawa kabar duka bahwa bayi saya meninggal. Saat itu mulut hanya bisa istighfar dan air mata terus mengalir.

" Saya menangis seorang diri karena suami atau anggota keluarga lain dilarang masuk akibat Covid-19. Setelah kuat, saya menjangkau telepon dan menghubungi suami dan keluarga," kata Shafila.

5 dari 5 halaman

2 Minggu Berlalu, Hati Masih Sedih

Meskipun sudah dua minggu sudah berlalu, Shafila mengatakan kesedihan terus terasa bahkan makin menjadi-jadi ketika dia harus menjalani masa nifas tanpa bayinya.

" Ketika melihat barang-barang dan persiapan yang sudah dibuat untuk menyambut kelahirannya, langsung merasa sedih. Tas bayi yang dibawa ke rumah sakit tempo hari masih utuh seperti sebelumnya.. tak sanggup untuk membereskannya.

" Tapi Alhamdulillah, suami, keluarga, teman, dan bahkan netizen tidak pernah putus untuk memberikan kata penghiburan sejak postingan ini viral. Mereka minta saya untuk bersabar. Ujian ini berat, tetapi ananda ada di surga ... itu membuat saya tetap tenang dan positif," ujar Shafila.

Sumber: mStar.com.my

Beri Komentar