Apa Hukumnya Perayaan Hari Ibu Dalam Islam?

Reporter : Reza
Selasa, 22 Desember 2015 17:16
Apa Hukumnya Perayaan Hari Ibu Dalam Islam?
Dalam Islam, tidak ada perayaan-perayaan yang lain selain yaitu Idul Fitri dan Idul Adha serta hari raya Pekanan, yaitu "hari Jumat"

Dream - Perayaan-perayaan Syar’i itu telah diketahui oleh semua pemeluk Islam, yaitu Idul Fitri dan Idul Adha serta hari raya Pekanan, yaitu " hari Jumat" . Dalam Islam, tidak ada perayaan-perayaan yang lain selain yang tiga ini, maka semua perayaan baru selain yang tiga itu adalah tertolak kepada yang mengadakannya dan hukumnya batil dalam syariat Allah SWT.

Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah SAW : " Barangsiapa mengada-adakan perkara baru dalam urusan (agama) kami ini yang bukan (bagian) darinya maka hal itu tertolak.” (HR. Bukhari Muslim)

Maksudnya adalah ditolak dan tidak diterima di sisi Allah SWT. Dalam lafazh lain disebutkan, “ Barangsiapa melakukan suatu amalan yang tidak kami perintahkan, maka hal itu tertolak.” (HR. Muslim)

Karena itu, maka tidak boleh merayakan hari raya yang disebutkan dalam petanyaan tadi yang dikenal dengan istilah “ Hari Ibu”. tidak boleh mengadakan sesuatu yang menunjukkan simbol perayaan, seperti: Menampakkan kegembiraan dan keceriaan, mempersembahkan hadiah, dan lain sebagainya.

Baca selengkapnya disini...

Beri Komentar