Apa Itu Qanaah? Berikut Pengertian dan Manfaatnya

Reporter : Ulyaeni Maulida
Kamis, 28 Mei 2020 15:02
Apa Itu Qanaah? Berikut Pengertian dan Manfaatnya
Qanaah mengajarkan kita untuk selalu bersyukur.

Dream – Qanaah adalah sifat yang menandakan rasa syukur seseorang. Qanaah merupakan sikap merasa cukup atas segala nikmat yang diberikan. Selalu ridho atas hasil yang telah didapatkan.

Namun, qanaah bukan berarti pasrah begitu saja. Seseorang yang memiliki sifat ini, tentunya juga melakukan ikhtiar. Dan tetap tawakkal atas hasil dari setiap usahanya.

Sifat qanaah membuat seseorang tidak lalai dalam bersyukur. Dan menjauhkan diri dari ketamakan akan duniawi.  

Sebagaimana sabda Rasulullah SAW dalam sebuah hadits.

“ Lihatlah orang yang di bawah kalian dan janganlah melihat orang di atas kalian, karena yang demikian itu lebih layak bagi kalian agar kalian tidak memandang hina nikmat Allah yang dilimpahkan kepada kalian.” (Muttafaqun Alaih)

1 dari 2 halaman

Pengertian Qanaah

 Ilustrasi Berdoa© Ilustrasi Berdoa (Foto: Shutterstock.com)

 

Secara bahasa qanaah memiliki arti merasa cukup atau rela. Sedangkan secara istilah qanaah memiliki arti merasa cukup dan rela menerima apa yang diberikan dari Allah SWT.

Seseorang yang memiliki sifat qanaah akan selalu dipenuhi rasa syukur dalam hatinya. Setiap usaha yang dilakukan, ia akan senantiasa menerima hasilnya.

Sifat inilah yang harus dimiliki oleh setiap muslim. Agar selalu merasa cukup dengan segala rezeki yang telah Allah SWT berikan. Sehingga tidak lagi mengeluh atas usaha yang dilakukan.

2 dari 2 halaman

Manfaat Memiliki Sifat Qanaah

 

Beberapa manfaat memiliki sifat qanaah adalah:

  1. Seolah mendapatkan dunia dan isinya

Seseorang yang memiliki sifat qanaah akan merasa cukup dengan apa yang ia miliki. Bahkan ia merasa bahwa dunia dan isinya seolah-olah sudah terasa cukup hanya dengan harta yang dimiliki.

Dari ’Ubaidillah bin Mihshan Al-Anshary, Rasulullah SAW bersabda, ”Barangsiapa di antara kalian mendapatkan rasa aman di rumahnya (pada diri, keluarga dan masyarakatnya), diberikan kesehatan badan, dan memiliki makanan pokok pada hari itu di rumahnya, maka seakan-akan dunia telah terkumpul pada dirinya.” (HR. Tirmidzi)

 

  1. Selalu dipenuhi rasa syukur

Sifat qanaah mengajarkan untuk selalu bersyukur atas segala nikmat yang Allah berikan. Rasa syukur tersebut harus selalu ditanamkan didalam hati.

Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda bersabda, ”Pandanglah orang yang berada di bawahmu (dalam masalah harta dan dunia) dan janganlah engkau pandang orang yang berada di atasmu (dalam masalah ini). Dengan demikian, hal itu akan membuatmu tidak meremehkan nikmat Allah padamu.” (HR. Muslim)

 

  1. Menjadi orang yang beruntung

Sifat qanaah akan menjadikan seseorang beruntung. Karena ia tak pernah sekalipun merasa kekurangan. Ia selalu merasa apa yang telah diberikan adalah cukup.

Dari Abdullah bin Amr, Rasulullah SAW bersabda, “ Sungguh sangat beruntung orang yang telah masuk Islam, diberikan rizki yang cukup dan Allah mengaruniakannya sifat qana’ah (merasa puas) dengan apa yang diberikan kepadanya.” (HR. Muslim)

 

  1. Terhindar dari rasa iri dan dengki

Memiliki sifat qanaah akan menjaga diri dari iri dan dengki kepada sesama. Karena ia sudah merasa cukup atas segala yang dimiliki.

Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda,“ Umatku akan ditimpa penyakit berbagai umat.” Para sahabat berkata, “ Wahai Rasulullah, apa saja penyakit umat-umat (terdahulu)?” Rasulullah berkata, “ Kufur Nikmat, menyalahgunakan nikmat, saling berlomba memperbanyak dunia, saling berbuat najsy (mengelabui dalam penawaran, pen.), saling memusuhi, dan saling hasad-menghasadi hingga timbulnya sikap melampaui batas (kezaliman).” (HR. Al-Hakim)

 

  1. Terbiasa dengan pola hidup sederhana

Seseorang yang memiliki sifat qanaah selalu hidup sederhana. Meskipun ia mampu untuk memperlihatkan harta kekayaan yang dimiliki, namun ia tetap rendah hati dan sederhana. Karena tujuan utamanya bukanlah semata-mata harta duniawi.

Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda: “ Bukannya kekayaan (orang kaya) itu karena banyaknya harta, melainkan kekayaan (orang kaya) yang sebenarnya adalah kaya hati”. (HR Bukhari dan Muslim)

 

Semoga dapat menjadi pembelajaran yang bermanfaat.

 

(Diambil dari berbagai sumber)

Beri Komentar