Asbabun Nuzul Surah Al Maun dan Penjelasan Ciri-Ciri Pendusta Agama

Reporter : Arini Saadah
Rabu, 6 Januari 2021 08:56
Asbabun Nuzul Surah Al Maun dan Penjelasan Ciri-Ciri Pendusta Agama
Isi kandungan surah Al maun menjelaskan umat Islam harus bersungguh-sungguh dalam menjalankan cinta kasih kepada sesama dalam kehidupan sehari-harinya.

Dream – Asbabun nuzul surah Al Maun menjelaskan tentang esensi ajaran Islam yaitu sebagai agama pembawa dan penebar kasih sayang. Isi kandungan surah Al maun menjelaskan umat Islam harus bersungguh-sungguh dalam menjalankan cinta kasih kepada sesama dalam kehidupan sehari-harinya.

Sahabat Dream, surah al Maun merupakan urutan surah ke-107 di dalam mushaf Al Quran yang terdiri dari tujuh ayat. Surah Al Maun diturunkan setelah surat Al Quraisy dan termasuk golongan surat Makkiyah sebab diturunkan di Kota Mekkah.

Surah Al Maun menerangkan mengenai beberapa sifat buruk manusia. Watak tersebut dianggap mendustakan agama, seperti menghardik anak yatim, menelantaran anak yatim, tidak mau bersedekah, dan tidak menganjurkan orang lain untuk menyantuni fakir miskin.

Surah al Maun memiliki makna mendalam untuk direnungkan setiap umat muslim. Surat ini berkaitan erat dengan kehidupan sehari-hari kita tentang pentingnya menjaga sifat kemanusiaan di antara manusia, yakni untuk mengasihi dan memberi sesama.

Kali ini Dream akan membahas tentang ciri-ciri pendusta agama yang dijelaskan dalam surah al Maun. Sehingga sebisa mungkin kita bisa menghindari sifat yang buruk tersebut.

1 dari 3 halaman

Asbabun Nuzul Surah Al Maun

Sahabat Dream mari kita sejenak memahami latar belakang diturunkannya surah Al Maun. Asbabun Nuzul surah Al Maun ayat 1 sampai 3 adalah berkaitan dengan kisah anak yatim yang mendatangi Abu Sufyan untuk meminta susu unta. Akan tetapi Abu Sufyan tidak memberinya dan justru malah mengusir anak yatim itu.

Sementara itu asbabun nuzul surah Al Maun ayat 4 sampai 7 berkaitan dengan orang-orang munafik yang suka sekali pamer ibadah sholatnya, kikir atau bakhil memberi pinjaman dan sebagainya.

Cinta dan kasih serta peduli kepada sesama manusia menjadi simbol dari tujuan agama Islam. Sikap peduli kepada anak yatim, pembelaan terhadap kaum lemah, dan tidak bersikap sombong serta egosentris. Surah Al Maun menyerukan kepada umat Islam untuk senantiasa melakukan perbaikan di lingkungannya masing-masing.

Asbabun nuzul Surah Al Maun bermula dari kisah yang diriwayatkan oleh Ibnu Mundzir. Pada waktu itu orang-orang munafik gemar memperlihatkan ibadah mereka di hadapan orang lain. Bahkan mereka melakukan itu supaya dianggap sebagai muslim yang taat. Padahal sejatinya mereka hanya bertindak palsu. Selain itu orang-orang munafik juga enggan mengulurkan bantuan kepada orang miskin dan anak yatim.

2 dari 3 halaman

Bacaan Surah Al Maun

Surat yang berjumlah tujuh ayat ini diturunkan setelah surat al Quraisy dan termasuk surat Makiyyah. Berikut bacaan lengkap surah al Ma’un lengkap latin dan terjemahannya dalam Bahasa Indonesia, seperti dikutip dari quran.kemenag.go.id.

Ilustrasi© dream.co.id

A’ra aitalladzii yukazzibu biddiin.

Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama?

 

Ilustrasi© dream.co.id

Fadzaalikalladzii yadu’ul yatiim.

Maka itulah orang yang menghardik anak yatim.

 

Ilustrasi© dream.co.id

Walaa yahuddu ‘ala ta’aamil miskin.

Dan tidak mendorong memberi makan orang miskin.

 

Ilustrasi© dream.co.id

Fa wailul lil mushollin.

Maka celakalah bagi orang yang sholat.

 

Ilustrasi© dream.co.id

Alladziina hum ‘an sholaatihim saahuun.

(Yaitu) orang-orang yang lalai dalam sholatnya.

 

Ilustrasi© dream.co.id

Alladziina hum yuro’un.

Yang berbuat riya’.

 

Ilustrasi© dream.co.id

Wa yam na’uunal ma’uun.

Dan enggan memberikan dengan barang berguna.

3 dari 3 halaman

Ciri-Ciri Pendusta Agama

Dalam surah Al Maun dijelaskan siapa saja orang yang tergolong pendusta agama. Allah Swt berfirman melalui surah Al Maun untuk mengingatkan umat islam tentang perilaku orang munafik yang beragama dengan kepalsuan belaka. Ayat pertama Surah Al Maun menjealskan perilaku mereka dengan bentuk kalimat tanya “ Tahukah kamu (orang) yang berbuat dusta terhadap agama?”

Ayat yang berupa pertanyaan itu mengingatkan jikalau apa yang ditanyakan menjadi perhatian khusus yang serius. Kita mungkin sering melontarkan pertanyaan di awal percakapan supaya orang yang diajak bicara memerhatikan dengan seksama.

Ayat pertama mengungkapkan karakter pendusta agama yang secara jelas dipaparkan Allah Swt yakni menghardik anak yatim. Selain itu orang yang enggan memberikan bantuan kepada orang yang membutuhkan juga dinilai sebagai pendusta agama. Mereka telah menodari esensi ajaran Islam yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad Saw. Bentuk penolakan kepada anak yatim berupa tidak adanya empati dan iktikad yang baik untuk merawat dan menjaga mereka.

 

(Dilansir dari berbagai sumber)

Beri Komentar