Kisah Awal Mula Nabi Basyar Dikenal dengan Nabi Dzulkifli

Reporter : Arini Saadah
Senin, 4 Mei 2020 13:02
Kisah Awal Mula Nabi Basyar Dikenal dengan Nabi Dzulkifli
Awalnya bernama Basyar, mengapa kemudian ia terkenal dengan nama Nabi Dzulkifli?

Dream – Diantara deretan nama nabi dan rasul, ada nama Dzulkifli yang merupakan putra dari Nabi Ayyub alaihi salam.

Nama Nabi Dzulkifli aslinya dalah Basyar. Beliau tinggal di negeri Syam yang saat itu dipimpin seorang raja yang sudah renta dan tidak memiliki keturunan.

Karena tidak memiliki keturunan satu orang pun, akhirnya sang raja melakukan sayembara untuk menemukan orang yang menggantikannya memegang amanah umat tersebut.

Melansir Merdeka.com, nama aslinya adalah Basyar, lantas mengapa kemudian ia terkenal dengan nama Nabi Dzulkifli?

1 dari 3 halaman

Terpilihnya Nabi Dzulkifli sebagai Raja karena Kesabaran

Awal mulanya, suatu hari ketika sang raja sedang mencari pengganti untuk menduduki tahta raja. Dia berjanji akan menyerahkan kekuasaan itu kepada siapa pun yang mampu mengemban tanggungjawab menjalankan amanah umat dan orang-orang yang bertaqwa kepada Allah SWT.

Raja tua itu berkata di depan semua rakyatnya, “ Siapa di antara kamu sekalian yang sanggup berpuasa pada siang hari dan beribadah pada malam harinya, juga tidak akan marah-marah, kepadanya akan saya serahkan kerajaan ini. karena saya sudah sangat tua.”

Kemudian seorang pemuda bernama Basyar berdiri dan mengangkat tangan kanannya seraya berkata, “ Hamba sanggup!” tegas pemuda yang nantinya menjadi Nabi Dzulkifli tersebut.

Sang raja pun berulang kali bertanya kepada rakyatnya, dan tetap tidak ada yang menjawab selain pemuda bernama Basyar tadi.

Lantas terpilihlah Basyar menggantikan kedudukan sang raja, dan namanya pun diganti menjadi Dzulkifli, yang artinya “ orang yang sanggup memegang janji.”

“ Dan (ingatlah kisah) Ismail, Idris, dan Dzulkifli. Semua mereka termasuk orang-orang yang sabar. Kami telah memasukkan mereka ke dalam rahmat Kami. Sesungguhnya mereka termasuk orang-orang yang saleh.” (Quran Surat Al-Anbiya ayat 85-86)

2 dari 3 halaman

Godaan Iblis Terhadap Nabi Dzulkifli Hanya Sia-Sia Belaka

Ilustrasi© unsplash.com

Kemudian, Nabi Dzulkifli akhirnya memegang tampuk kepemimpinan negeri Syam. Beliau memimpin negeri Syam dengan sangat baik. Bahkan beliau mementingkan urusan rakyatnya daripada urusan dirinya dan keluarganya.

Nabi Dzulkifli memegang teguh janjinya untuk berpuasa di siang hari dan beribadah di malam hari serta tak pernah marah-marah.

Pada suatu hari, ketika Nabi Dzulkifli hendak tidur, tiba-tiba datanglah iblis yang menjelma sebagai manusia untuk melaporkan suatu hal. Karena sudah larut malam, para pengawal kerajaan melarang iblis yang menjelam manusia itu untuk bertemu sang raja. Karena memang sudah waktunya sang raja istirahat. (Dikutip dari buku Kisah Luar Biasa 25 Nabi dan Rasul karangan Henni Nur’aeni)

Kemudian terjadilah suatu keributan antara pengawal dan iblis tersebut. Keributan itu mengakibatkan Nabi Dzulkifli terbangun dan keluar untuk mempersilahkan tamunya untuk masuk dan menceritakan keluh kesahnya.

Iblis yang menjelma manusia itu ternyata mencaci maki Nabi Dzulkifli dan berharap beliau akan marah. Tetapi harapan iblis hanyalah sia-sia. Dengan sabar, Nabi Dzulkifli menghadapi tamunya tersebut. Bahkan beliau sama sekali tidak marah akan makian dan hinaan iblis.

Akhirnya iblis pun bosan dan pulang dengan lesu karena godaannya tidak berhasil sama sekali. sebelumnya Nabi Dzulkifli telah mengetahui bahwa tamunya itu adalah iblis yang menjelma manusia dan berusaha menggodanya.

3 dari 3 halaman

Diuji dengan Peperangan, Sementara Pengikutnya Takut Berperang

Suatu ketika terjadi peperangan di negeri Syam antara pengikut kerajaan dengan orang-orang yang durhaka kepada Allah SWT. Beliau pun menginstruksikan kepada para pengikutnya untuk berperang, akan tetapi para pengikutnya takut terbunuh dan tidak mau berperan.

ilustrasi© ilustrasi

Kemudian salah satu pengikutnya berkata, “ Jika Raja mau memohon kepada Allah untuk menjamin kami dapat tetap hiduup, kami bersedia berperang.”

Nabi Dzulkifli pun merespons keluh kesah itu dengan sabar tanpa kemarahan sedikitpun. Lantas beliau berdoa dan memohon kepada Allah SWT., seperti yang diminta pengikutnya.

Berkat kesabaran Nabi Dzulkifli, Allah pun mengabulkan doa dan permohonannya. Kesabaran dan keteguhan hati Nabi Dzulkifli dalam memegang amanah, membuat para pengikutnya tersebut sangat menghormatinya.

 

Beri Komentar