Awalnya 'Musuh Bebuyutan', Kini Malah Disatukan dalam Sebuah Pernikahan

Reporter : Sugiono
Selasa, 27 Oktober 2020 13:00
Awalnya 'Musuh Bebuyutan', Kini Malah Disatukan dalam Sebuah Pernikahan
Kisah perjalanan cinta mereka bikin netizen jadi baper.

Dream - Kalau sudah jodoh, memang tak ke mana! Begitulah kisah pasangan asal Malaysia bernama Afif Nazmi Azmi dan Engku Sarah Nur Engku Mohd Hamzah.

Afif dan Engku Sarah dulunya 'musuh' bebuyutan demi mendapatkan nilai tertinggi dalam ujian Sijil Pelajaran Malaysia (SPM).

Namun, kini mereka malah bersatu dalam sebuah pernikahan setelah keduanya berpisah karena kuliah di luar negeri di negara yang berbeda.

Jadi viral setelah unggah foto SMA dan saat menikah.© mStar.com.my

Mereka menjadi viral setelah foto keduanya memegang kertas bertuliskan ucapan selamat sebagai peraih nilai tertinggi SPM 2012 diunggah laman sosial beserta foto pernikahan mereka.

1 dari 4 halaman

Jadi 'Musuh' Bebuyutan Saat Masih SMA

Mengenang kembali awal mereka bertemu, Afif mulai kenal dengan istrinya, Engku Sarah, ketika sama-sama menjadi siswa di Sekolah Menengah Kebangsaan (SMK) Mak Lagam di Kemaman, Terengganu.

Pemuda yang sekarang berusia 25 tahun itu mengatakan, hubungan mereka pada awalnya sekadar teman biasa hingga mereka sama-sama melanjutkan pendidikan di Sekolah Menengah Sains Hulu Terengganu.

" Waktu sekolah dulu tak ada perasaan cinta antara satu sama lain. Dulu kami malah jadi 'musuh' sebab bersaing siapa di antara kami yang terhebat di sekolah dari segi pencapaian akademik.

" Tapi kami bersaing secara sehat. Sebab kami masih belajar bersama, dan saling membantu menjelang SPM pada 2012," katanya.

2 dari 4 halaman

Jalani LDR Ketika Kuliah di Luar Negeri

Afif yang berasal dari Kuala Berang di Hulu Terengganu mengaku setelah lulus SMK, mereka kemudian melanjutkan pendidikan di luar negeri.

Tambahnya, dia kuliah dalam bidang teknik di Takushoku University di Tokyo, Jepang. Sementara Engku Sarah yang juga berusia 25 tahun melanjutkan kuliah di bidang perobatan di Volgograd State Medical University di Volvograd, Rusia.

Ketika masing-masing kuliah di luar negeri di negara yang berbeda inilah, pertemanan yang tadinya penuh persaingan akademik berubah jadi pacaran jarah jauh alias long-distance relationship (LDR).

" Hubungan kami semakin dekat ketika masing-masing belajar di luar negeri. Ya, kami menjalin hubungan cinta jarak jauh, satu di Jepang dan yang lainnya di Rusia.

" Waktu itu banyak tantangannya karena kami kuliah di luar negeri di negara yang berbeda," ujar anak kedua daripada lima bersaudara itu.

3 dari 4 halaman

Suka Duka Selama Jalani LDR

Menurut Afif, aplikasi FaceTime dan WhatsApp merupakan pengikat hubungan mereka selama berada di negara empat musim yang memiliki perbedaan zona waktu.

" Walaupun berjauhan, kami sering terhubung. Saya selalu temani dia belajar dan memberi semangat melalui FaceTime. Meski perbedaan zona waktunya lima hingga enam jam," kata Afif.

Kata Afif, sambil mendengarkan apa Engku Sarah belajar, dia akan main game atau menonton pertandingan sepak bola di TV. Bayangkan, di tempat Engku Sarah baru jam 7 malam, di Jepang sudah jam 1 pagi.

" Kadang-kadang pernah tertidur saat menemani dia karena mengantuk, ya dia merajuklah. Tapi saya pernah temani dia sampai jam 3 pagi hingga waktu Subuh ketika musim dingin," tambahnya.

4 dari 4 halaman

Rela Berkorban Selama Jalani LDR

Afif yang kini berprofesi bergelar insinyur mengatakan, istrinya yang berasal dari Marang, Terengganu ini juga rela terbang ke Jepang saat musim panas untuk berlibur dan bertemu dengannya.

" Masing-masing dari kami berkorban sampai kami menjadi suami dan istri pada 10 Oktober lalu. Alhamdulillah, berkat kesabaran kami dalam menjalani cobaan pacaran jarak jauh.

Namun, untuk sementara mereka menunda rencana jalan-jalan sambil bulan madu ke Singapura sampai situasi pandemi Covid-19 kembali normal.

Sumber: mStar.com.my

Beri Komentar