Sholat Jemaah dengan Shaf Berjarak Saat Pandemi, Hukumnya?

Reporter : Arini Saadah
Senin, 8 Juni 2020 17:00
Sholat Jemaah dengan Shaf Berjarak Saat Pandemi, Hukumnya?
Shaf yang rapat merupakan salah satu keutamaan sholat berjemaah. Sayangnya hal itu tak bisa dilakukan di tengah pandemi Covid-19.

Dream – Sholat berjemaah dengan shaf berjarak memang bukan hal biasa. Sebab, shaf yang rapat merupakan salah satu keutamaan dalam sholat berjemaah.

Sayangnya, di tengah pandemi Covid-19 cukup sulit menerapkan shaf yang rapat. Ini karena ada kekhawa tiran tertular virus corona.

Pemerintah sudah mengimbau masyarakat untuk menerapkan physical distance atau jaga jarak minimal 1 meter. Imbauan tersebut juga diberlakukan dalam sholat jemaah. 

Tetapi, aturan sholat dengan shaf berjarak ini menimbulkan polemik pada umat Islam. Imbauan tersebut dinilai menyalahi hadis Rasulullah Muhammad SAW yang mengajurkan merapatkan shaf sebagai bagian dari kesempurnaan shalat.

Tidak hanya satu, ada beberapa hadis Nabi SAW menjelaskan anjuran tersebut. Di saat aturan new normal diberlakukan, tentu saja aktivitas masyarakat akan dibuka kembali, termasuk masjid-masjid dan mushola untuk sholat berjemaah.

Lantas bagaimana hukum sholat berjemaah dengan shaf berjarak saat pandemi virus corona di masjid maupun mushola?

1 dari 2 halaman

Merapatkan Shaf Bagian dari Tegaknya Sholat

 Ilustrasi© freepik.com

Hadis Nabi SAW yang menjelaskan tentang kesempurnaan shalat dengan merapatkan dan meluruskan shaf, salah satunya merupakan riwayat Imam Bukhari dari Abu Hurairah RA

Dari Abu Hurairah (diriwayatkan) bahwa Nabi saw bersabda: ….dan tegakkanlah shaf dalam shalat karena tegaknya shaf termasuk dari bagusnya sholat.

Hadis lain yang menjelaskan hal senada juga diriwayatkan Imam Bukhari. 

Dari Anas (diriwayatkan), Nabi SAW. bersabda, Luruskanlah shaf-shaf kalian karena sesungguhnya lurusnya shaf termasuk dari tegaknya sholat.

Kemudian juga dijelaskan dalam hadis yang diriwayatkan Imam Muslim dari Anas Bin Malik RA

Dari Anas bin Malik (diriwayatkan) ia berkata, Rasulullah saw bersabda, 'Luruskanlah shaf-shaf kalian karena sungguh lurusnya shaf-shaf merupakan bagian dari kesempurnaan sholat'.

Juga dalam hadis riwayat Imam Ahmad.

Dari Anas, " Adalah Rasulullah SAW menghadap kepada kami sebelum takbiratul ihram lalu bersabda, 'Rapatkanlah dan luruskanlah karena sesungguhnya aku (dapat) melihat kalian dari belakangku'."

2 dari 2 halaman

Hukum Shaf Berjarak Saat Pandemi

 Ilustrasi© freepik.com

Akan tetapi, di saat dalam kondisi pandemi virus corona seperti sekarang ini, para ulama membuat fatwa baru tentang sholat berjemaah. Yaitu dengan merenggangkan shaf karena mengikuti protokol kesehatan dalam penerapan physical distancing.

Sebenarnya selain wabah Covid-19, perenggangan shaf ketika sholat berjemaah sudah diperbolehkan demi menjaga diri dari marabahaya yang mengancam. Hal ini sesuai dengan hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan Imam Ibnu Majah.

Tidak boleh berbuat mudarat dan menimbulkan mudarat.

Karena kita berada dalam kondisi wabah Covis-19 yang berbahaya, maka perenggangan shaf saat sholat berjamaah merupakan udzur syar’i yang membolehkan pelaksanaan ibadah secara tidak normal. Pembolehan shaf berjarak ketika berjamaah ini sesuai dengan spirit Nabi saw dalam hadisnya diriwayatkan Imam Bukhari.

Jika seorang hamba jatuh sakit atau pergi safar, maka pahalanya akan dicatat seolah-olah ia sedang tidak shafar dan dalam kondisi sehat.

Sementara itu, Ibnu Hajar Al-Asqalani menjelaskan maksud hadis tersebut adalah jika seseorang saat tidak bepergian jauh atau sedang sehat biasa mengerjakan suatu amalan, kemudian saat ada udzur ia mengambil rukhsah atau keringanan dengan meninggalkan sebagian amalan yang biasa dia lakukan, sementara dalam hati ia bertekad andai bukan saja karena udzur ini, niscaya tetap akan dia kerjakan sebagaimana mestinya, makai dia dicatat tetap memeroleh pahala amal tadi meskipun sebenarnya ia tidak melakukannya.

Artinya, aturan dalam menjalankan ibadah menjadi fleksibel jika memang kondisi benar-benar tidak memungkinkan untuk dijalankan secara normal. Perenggangan atau pembuatan jarak shaf ketika sholat berjemaah di masjid maupun mushola dalam kondisi pandemi ini boleh dilakukan.

Itulah penjelasan mengenai hukum sholat jemaah dengan shaf berjarak saat pandemi virus corona. Semoga bisa membantu Sahabat Dream dalam memahami pelaksanaan ibadah selama wabah Covid-19 ini.

Artikel ini dilansir dari Suara Muhammadiyah.

Beri Komentar