Jangan Sembarangan Tebar Rayuan! Ini Kata Islam Soal Pria Suka Merayu Wanita?

Reporter : Dwi Ratih
Kamis, 4 Februari 2021 16:00
Jangan Sembarangan Tebar Rayuan! Ini Kata Islam Soal Pria Suka Merayu Wanita?
Kamu pernah ada di posisi ini?

Dream – Saat seorang pria menyukai perempuan, dia akan melakukan berbagai cara untuk menarik perhatian bahkan memikat hati sang pujaan. Salah satunya yang lazim dilakukan adalah dengan memuji dan merayunya.

Semua pria menyadari jika wanita akan menyukai pujian dan kata-kata romantis. Namun apakah Islam memperbolehkan perbuatan tersebut?

Ustaz dr Raehanul Bahraen pada postingan Instagramnya menyebut bahwa kata-kata romantis dan janji manis bisa jadi hanyalah tipu daya.

Jadi tidak mengherankan jika hal tersebut dapat menyihir wanita. Sahabat Dream pernah ada di posisi kedua pihak itu?

Nabi Muhammad SAW bersabda yang artinya: “ Sesungguhnya sebagian dari Al-bayan (susunan kata-kata yang indah) adalah sihir.”

Pada hadis tersebut, ulama menjelaskan bahwa kata-kata yang berlebihan dan terlalu memaksakan puitis tidaklah baik. Namun tak bisa dipungkiri, bahwa hal tersebut disukai kebanyakan wanita.

1 dari 3 halaman

Allah SWT bahkan membenci laki-laki yang merayu wanita dengan kata-kata berlebihan

“ Sesungguhnya Allah membenci laki-laki yang berbicara berlebih-lebihan yang memutar-mutar lisannya (untuk menampakkan kefasihannya) sebagaimana sapi yang memutar-mutar lisannya,” ujar Ustaz Dr. Raehanul.

Agar tidak terjebak dalam rayuan dan janji manis sebelum menikah, ada baiknya untuk mendapatkan restu dari orang tua atau wali serta nasihat untuk memiliki pasangan yang baik secara akhlak dan agamanya.

Maka dari itu, perbuatan merayu tidak diperbolehkan dalam Islam karena akan melemahkan wanita sehingga menjurus kepada perbuatan yang buruk seperti zina.

Untuk menghindarinya, wanita harus kuat pendirian dan tidak mudah tergoda rayuan pria.

(Laporan: Yuni Puspita Dewi, Sumber: Aleniasenja)

2 dari 3 halaman

Doa Melawan Pengaruh Tahayul

Dream - Bagi seorang Muslim, iman adalah hal mendasar. Dengan iman, seorang Muslim menyandarkan segala sesuatu semata kepada Allah SWT.

Allah Maha Mampu dan setiap yang terjadi harus diyakini karena Allah. Tidak mempercayai segala sesuatu akibat selain Allah.

Di masyarakat, mungkin kita sering mendapati adanya tahayul. Misalnya, mengalami kejadian buruk karena diganggu makhluk halus. Atau tidak boleh melakukan hal tertentu ketika berada di suatu tempat. Juga masih banyak hal-hal lainnya.

Tahayul semata terjadi karena pemahaman masyarakat yang masih sederhana. Tetapi, hal itu justru dapat mengarahkan pada kesyirikan.

Seorang Muslim diharuskan melawan tahayul tersebut dan menyandarkan sepenuhnya segala kejadian kepada Allah. Untuk melawan pengaruh tahayul, dianjurkan membaca doa ini.

3 dari 3 halaman

Doa Lawan Tahayul© Dream.co.id

Ana 'abdullahi masya allahu la quwwata illa billahi la yakti bil khasanati illallahu wappa yudzhibus sayyiati illallahu, asyhadu annallaha 'ala kulli syaiin qodir.

Artinya,

" Aku hamba Allah, segala sesuatu atas kehendak Allah, tiadak kekuatan melainkan dari Allah, tidak ada yang mendatangkan kebaikan kecuali Allah dan tidak ada yang menghilangkan keburukan kecuali Allah. Aki bersaksi Allah Maha Mampu atas segala sesuatu."

Sumber: NU Online.

Beri Komentar