Bahaya Menceritakan Nasib Buruk pada Orang Lain

Reporter : Ahmad Baiquni
Selasa, 30 Oktober 2018 20:00
Bahaya Menceritakan Nasib Buruk pada Orang Lain
Seorang Muslim dianjurkan untuk berpasrah diri pada nasibnya.

Dream - Setiap orang memiliki nasib yang berbeda-beda. Ada yang diliputi keberkahan, tidak sedikit pula yang kurang beruntung bahkan bernasib buruk.

Menghadapi hal itu, seorang Muslim sangat dianjurkan untuk tabah dan sabar. Apapun yang terjadi, nasib baik maupun buruk, lebih baik dijalani.

Umat Islam juga diajarkan untuk berpasrah diri kepada Allah SWT. Sebisa mungkin, nasib buruk tidak sampai diungkapkan kepada orang lain.

Ajaran Islam melarang seseorang untuk mengungkapkan nasib buruk yang dialami kepada saudaranya. Ada bahaya di balik hal itu.

1 dari 1 halaman

Sama Dengan Mengadukan Tuhannya

Dikutip dari Harakah Islamiyah, mengungkapkan nasib buruk kepada orang lain dikenal dengan istilah syikayah. Amalan ini mengandung bahaya yang sangat besar.

Dalam sebuah hadis, Rasulullah Muhammad SAW bersabda,

" Barangsiapa bangun di pagi hari lantas mengadukan kesulitan hidupnya kepada orang lain, maka seolah-olah dia telah mengadukan Tuhannya (tidak rela akan takdirnya)."

Para ulama menghukumi syikayah sebagai perbuatan haram. Mengadukan nasib buruk hanya dibolehkan kepada Allah SWT, bukan orang lain, sebagai bagian dari doa.

Dalam riwayat lain, Rasulullah SAW mengingatkan bahaya syikayah.

" Dan barang siapa bangun di pagi hari dalam keadaan sedih karena urusan duniawi, maka di pagi itu dia telah membenci Allah. Dan barang siapa merendahkan diri (bertekuk lutut) terhadap orang kaya, maka lenyaplah dua pertiga agamanya."

Selengkapnya...

Beri Komentar
Representasi Feminisme Versi Barli Asmara