Kisah Baitul Mal dan Perkembangannya Dalam Peradaban Islam

Reporter : Ahmad Baiquni
Senin, 23 Desember 2019 20:00
Kisah Baitul Mal dan Perkembangannya Dalam Peradaban Islam
Baitul Mal merupapan lembaga keuangan berdasarkan syariah.

Dream - Baitul Mal tidak bisa dipisahkan dari peradaban Islam. Secara harfiah, Baitul Mal bermakna 'Rumah Harta'

Makna tersebut memang sejalan dengan fungsinya. Sejak zaman Rasulullah Muhammad SAW, Baitul Mal difungsikan sebagai tempat penyimpanan harta yang didapat serta dialokasikan untuk umat Islam.

Dikutip dari Bincang Syariah, Baitul Mal berdiri di zaman Rasulullah masih hidup. Baru pada 13-23 Hijriah atau sektiar 634-644 Masehi, tata kelolanya dibenahi oleh Umar bin Khattab yang menjabat sebagai Khalifah setelah Abu Bakar.

Abul A'la Al Maududi menyatakan Baitul Mal merupakan lembaga keuangan yang dibangun dengan landasan syariah. Keberadaan lembaga ini merupakan amanah dari Allah dan umat Islam sehingga harus dijalankan sesuai syariat.

Di masa awal peradaban Islam, lembaga ini difungsikan sebagai kas negara. Harta yang terkumpul di dalamnya digunakan untuk kemaslahatan umat, termasuk menggaji pejabat.

1 dari 4 halaman

Ketika Umar Melihat Khalifah Abu Bakar Akan Berdagang

Hal ini bisa ditemukan dalam sebuah riwayat ketika Abu Bakar As Shiddiq bertemu dengan Umar bin Khattab. Saat menjabat sebagai khalifah, Abu Bakar kedapatan membawa sejumlah barang ke pasar untuk berdagang.

Heran melihat Abu Bakar, Umar lalu bertanya kepadanya, " Hendak ke mana engkau, wahai Amirul Mukminin?" Abu Bakar pun menjawab, " Ke Pasar."

Seketika, Umar mengingatkan Abu Bakar adalah seorang pemimpin. Tidak sepantasnya seorang pemimpin berdagang di pasar.

" Dari mana aku akan memberikan nafkah untuk keluargaku?" tanya Abu Bakar.

" Pergilah kepada Abu Ubaidah (pemegang kunci Baitul Mal), agar ia menetapkan sesuatu untukmu," kata Umar.

Abu Bakar mengikuti perkataan Umar. Kemudian, Abu Ubaidah menetapkan upah Abu Bakar sebagai Khalifah sebesar 4.000 dirham selama setahun.

Riwayat ini menunjukkan bagaimana pentingnya peran Baitul Mal bagi umat Islam.

 

2 dari 4 halaman

Baitul Mal di Masa Kekhalifahan

Selama masa kepemimpinan Khalifah Abu Bakar, Umar, Usman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib, Baitul Mal dikelola sangat hati-hati. Masyarakat pun bisa mengontrol penggunaan harta di Baitul Mal.

Kondisi berubah sejak Dinasti Umayah berkuasa. Para penguasa memanfaatkan harta Baitul Mal untuk kepentingan pribadi, baik itu dari zakat maupun setoran pajak.

Ketika Khalifah Umar bin Abdul Aziz, situasi ini diubah total. Dia bersihkan Baitul Mal dari harta tidak halal dan mengembalikan aset pribadinya sebesar 40 ribu dinar ke lembaga tersebut.

Sayangnya, situasi tersebut tidak berlangsung lama akibat keserakahan penguasa dan rongrongan pengusaha. Permufakatan jahat dibuat hingga merugikan umat Islam.

Al Maududi juga menjelaskan Baitul Mal didirikan guna menopang tujuan negara yaitu menegakkan keadilan, menghilangkan kezaliman. Selain itu untuk menyusun sistem yang berkaitan dengan kewajiban umat Islam seperti zakat, haji dan lain sebagainya.

Al Mawardi punya pandangan lain. Baitul Mal adalah lembaga yang didirikan untuk mengelola harta umat Islam yang tidak jelas pemiliknya dan penerimnya. Sehingga, Al Mawardi menilai Baitul Mal lebih tepat disebut lembaga keuangan.

Sumber: Bincang Syariah

3 dari 4 halaman

Tak Bisa Dengan Harta, Ini Serendah-rendahnya Sedekah Menurut Rasulullah

Dream - Sedekah sebagai salah satu perbuatan mulia sudah jamak diketahui masyarakat. Bersedekah artinya memberikan kebaikan yang kita miliki kepada orang lain yang membutuhkan.

Sedekah merupakan keharusan bagi setiap Muslim. Karena lewat sedekah, kita bisa membantu mereka yang kurang beruntung.

Dalam Islam kita mengetahui ada hak kaum dhuafa di antara harta yang kita miliki. Dengan sedekah, kita membayarkan hak itu hingga harta yang kita raih menjadi berkah.

Patut kita pahami, sedekah tidak melulu dilakukan dengan harta. Meski harta adalah benda ideal untuk bersedekah.

Dikutip dari Bincang Syariah, sedekah ada tingkatannya. Dalam hadis riwayat Imam Bukhari dan Muslim dari Abu Musa RA disebutkan Rasulullah Muhammad SAW menjelaskan tingkatan orang bersedekah.

Dari Abu Musa RA, Nabi SAW bersabda, " Setiap orang Islam itu harus bersedekah." Abu Musa bertanya, " Bagaimanakah jikalau ia tidak menemukan sesuatu untuk disedekahkan?" Beliau menjawab, " Kalau tidak ada hendaklah ia bekerja dengan kedua tangannya, kemudian ia dapat memberikan kemanfaatan kepada dirinya sendiri, kemudian bersedekah." Ia bertanya lagi, " Bagaimanakah jikalau ia tidak kuasa berbuat demikian?" Beliau menjawab, " Hendaklah ia memberikan pertolongan kepada orang yang membutuhkan bantuan." Ia bertanya lagi, " Bagaimanakah jikalau ia tidak dapat berbuat demikian?" Beliau menjawab, " Hendaklah ia memerintah dengan kebaikan atau kebagusan." Ia bertanya lagi, " Bagaimanakah jikalau ia tidak kuasa berbuat demikian." Beliau menjawab, " Hendaklah ia menahan diri dari berbuat kejahatan, maka yang sedemikian itupun sebagai sedekah yang diberikan olehnya."

4 dari 4 halaman

Dari Paling Utama Hingga Terendah

Hadis ini menjelaskan beberapa tahapan orang bersedekah. Sedekah dengan harta tentu jadi yang paling utama.

Harta ini bisa diwujudkan dalam bentuk uang atau makanan. Jika tidak punya, dianjurkan untuk bekerja untuk memenuhi kebutuhannya dan bersedekah.

Tingkatan kedua di bawahnya yaitu sedekah dengan menolong orang yang membutuhkan. Hal ini dilakukan dengan perbuatan baik.

Tingkatan ketiga yaitu dengan memerintahkan kepada kebaikan. Jika seseorang menduduki jabatan, maka dia membuat kebijakan yang mengarahkan orang lain berbuat kebaikan.

Jika hanya rakyat biasa, maka menyarankan orang berbuat baik sudah termasuk sedekah. Namun demikian, sedekah di tingkatan lebih rendah derajatnya.

Sedangkan sedekah terendah yaitu menahan diri dari perbuatan jahat. Jika tidak bisa melakukan sedekah dengan harta, perbuatan ataupun ucapan, maka dia harus menahan diri dari perbuatan yang merugikan orang lain.

Sumber: Bincang Syariah

Beri Komentar
Roger Danuarta Ogah Lihat Cut Meyriska Tampil Modis