Beginilah Kedahsyatan Sakaratul Maut

Reporter : Ahmad Baiquni
Senin, 28 Juni 2021 10:32
Beginilah Kedahsyatan Sakaratul Maut
Sakaratul maut menjadi momen paling menegangkan jelang kematian.

Dream - Setiap orang pasti mengalami kematian. Tetapi, kita tentu menginginkan khusnul khotimah atau mati dalam keadaan terbaik.

Setiap kematian akan diawali proses yang menyakitkan. Kita mengenalnya dengan sakaratul maut.

Ustaz Said Baumar menjelaskan Sakaratul Maut adalah peristiwa dahsyat yang akan dialami setiap manusia. Peristiwa yang begitu menyakitkan hingga ruh tak lagi berada di jasad kita.

Berikut penjelasan Ustaz Said Umar.

Kematian akan menghadang setiap manusia. Proses tercabutnya nyawa manusia akan diawali dengan detik-detik menegangkan lagi menyakitkan. Peristiwa ini dikenal sebagai sakaratul maut.

 

1 dari 2 halaman

Ibnu Abi Ad-Dunya Rahimahullah meriwayatkan dari Syaddad bin Aus RA, ia berkata: " Kematian adalah kengerian yang paling dahsyat di dunia dan akhirat bagi orang yang beriman. Kematian lebih menyakitkan dari goresan gergaji, sayatan gunting, panasnya air mendidih di bejana. Seandainya ada mayat yang dibangkitkan dan menceritakan pada penduduk dunia tentang sakitnya kematian, niscaya penghuni dunia tidak akan nyaman dengan hidupnya dan tidak nyenyak dalam tidurnya."

Allah SWT berfirman: " Ketika sakaratul maut datang kepada setiap manusia, pasti malaikat berkata kepadanya: Inilah kematian yang dahulu senantiasa kamu hindari."  (QS. Qaf : 19)

Imam Ghazali mengatakan bahwa, " Demi Allah, sekiranya jenazah yang sedang kalian tangisi bisa berbicara sekejap, lalu menceritakan (pengalaman sakaratul mautnya) pada kalian, niscaya kalian akan melupakan jenazah tersebut, dan mulai menangisi diri kalian sendiri.” (Imam Ghazali mengutip atsar Al-Hasan).

 

2 dari 2 halaman

Rasulullah SAW bersabda bahwa, " Sakaratul maut itu sakitnya sama dengan tusukan tiga ratus pedang." (HR. Tirmidzi)

Kemudian Baginda Rasulullah juga bersabda bahwa, " Kematian yang paling ringan ibarat sebatang pohon penuh duri yang menancap di selembar kain sutera. Apakah batang pohon duri itu dapat diambil tanpa membawa serta bagian kain sutera yang tersobek?" (HR. Bukhari)

Imam Ghazali bahkan berpendapat bahwa, " sakaratul maut ibarat sebatang pohon berduri yang dimasukkan dalam perut seseorang. Kemudian seorang lelaki menariknya dengan sekuat-kuatnya sehingga ranting itupun membawa semua bagian tubuh yang tersangkut padanya dan meninggalkan yang tersisa."

Imam Ghazali juga mengatakan bahwa, " Rasa sakit yang dirasakan selama sakaratul maut seperti menghujam jiwa dan menyebar keseluruh anggota tubuh sehingga bagi orang yang sedang sekarat merasakan bahwa dirinya ditarik-tarik dan dicabut dari setiap urat nadi, urat syaraf, persendian, dan dari setiap akar rambut serta kulit kepala hingga kaki."

Sumber: Alirsyad.or.id

Beri Komentar