Sebelum Meninggal, Guru Mengaji Pilih Tanah Kuburnya Sendiri

Reporter : Sugiono
Kamis, 17 September 2020 12:00
Sebelum Meninggal, Guru Mengaji Pilih Tanah Kuburnya Sendiri
Bahkan seminggu sebelum meninggal, bermimpi dikubur di tempat lain.

Dream - Setiap kebaikan manusia akan terus dikenang sehingga jiwa lepas dari badan. Meski yang berbuat kebaikan itu bukan keluarga, melainkan tetangga.

Namun karena kebaikannya, kepergian tetangga seperti itu akan menjadi sebuah kehilangan besar bagi mereka yang ditinggalkan.

Itulah yang dirasakan seorang ustaz Malaysia bernama, Muhammad Rafieudin Zainal, saat membagikan kisah tetangganya, yang dipanggil Opah, meninggal dunia.

" Saya menerima satu kabar sedih yaitu tetangga di sebelah rumah saya yang akrab kami sapa Opah telah kembali ke rahmatullah," tulis pria yang biasa dipanggil Ustaz Rafie ini melalui unggahan Facebook.

1 dari 4 halaman

Menurut Ustaz Rafie, sepanjang empat tahun hidup bertetangga dengan Opah, rumahnya selalu menerima berbagai jenis kue dan makanan yang dibuatnya.

" Pendek kata, kami sangat beryukur diberi karunia tetangga yang sangat baik," kata Ustaz Rafie.

Ustaz Rafie menambahkan, wanita tua itu tinggal bersebelahan dengan rumahnya di Gombak Setia, Kuala Lumpur.

2 dari 4 halaman

Dulu Guru Mengaji yang Peduli Tetangga

Pria yang juga Ketua Eksekutif Tim Pengurus Jenazah Malaysia (SPJM) itu mengatakan, almarhumah meninggal dunia di usia awal 70 tahun karena mengidap penyakit sejenis kanker.

" Kami sapa almarhumah Opah. Para tetangga yang lain juga memanggilnya begitu. Dia selalu masak dan rajin mengantarkannya kepada para tetangga.

" Dulu almarhumah seorang guru mengaji untuk anak-anak di lingkungan perumahan kami. Karena itu semua orang memanggilnya Opah," kata Ustaz Rafie.

3 dari 4 halaman

Wasiat Opah yang Selalu Diingat

Ustaz Rafie kemudian bercerita tentang riwayat hidup Opah yang berasal dari Taiping, Perak. Namun sejak beberapa tahun terakhir, Opah pindah ke Kuala Lumpur untuk tinggal bersama seorang anak perempuannya dan cucu yang sudah dewasa.

Namun, kesehatan Opah semakin merosot sejak beberapa bulan terakhir sehingga wanita tua itu kehilangan selera makan.

Ustaz Rafie masih teringat satu wasiat Opah setiap dia bertemu dengan wanita tersebut beberapa bulan yang lalu.

" Opah selalu berpesan 'Ustaz, nanti bila Opah tak ada, tolong urus jenazah Opah ya. Opah ingin dikubur di sini saja, tak usah dibawa pulang ke Taiping.. jauh," kata Ustaz Rafie menirukan kata-kata Opah saat itu.

4 dari 4 halaman

Kehilangan Tetangga yang Baik dan Lembut Hatinya

Anak Opah bahkan sempat bercerita tentang ibunya yang marah-marah saat dirawat di sebuah rumah sakit di Gombak. Waktu itu ibunya baru bangun tidur dan langsung memarahi anaknya tanpa sebab.

" Opah waktu itu bilang 'Kan Mak (Ibu) sudah pesan ustaz sebelah rumah kalau Mak ingin dikubur di sini (Gombak) saja. Buat apa dibawa ke Taiping, Mak tak mau jauh-jauh'. Rupanya Opah tidak tahu kalau baru saja bermimpi," kata Ustaz Rafie.

Menceritakan kepribadian Opah, Ustaz Rafie mengatakan almarhumah adalah sosok yang mudah bergaul, ceria dan lembut hatinya. Banyak tetangga dan kerabat yang hadir untuk bertakziah dan mensholatkan jenazah almarhumah.

" Sungguh, kami kehilangan seorang tetangga yang cukup baik dan penuh perhatian. Setelah ini kami pasti merindukan ketukan pintu dan hantaran berbagai camilan buatan Opah yang merupakan satu-satunya kenangan terindah," pungkas Ustaz Rafie.

Sumber: mStar.com.my

Beri Komentar