Beratnya Mengurus Jenazah Pasien Covid-19, Sampai Ikut Menangis

Reporter : Sugiono
Sabtu, 24 Oktober 2020 10:02
Beratnya Mengurus Jenazah Pasien Covid-19, Sampai Ikut Menangis
"Kalau kami tidak berbuat, siapa lagi yang mau bantu? Sebab keluarga pasien tak boleh ikut serta."

Dream - Bagi warga Malaysia, Abam Botak cukup terkenal karena aksinya yang menyediakan layanan mobil jenazah gratis di sekitar Negeri Sabah.

Kali ini, empunya nama Yunizam Yusop itu sekali lagi menerima pujian netizen saat terlibat dalam pemakaman jenazah pasien Covid-19.

Menurut Yunizam dia sebenarnya tidak hanya mengurus jenazah pasien Covid-19. Karena sebelumnya dia juga terlibat dalam menangani suspek Covid-19.

" Saat awal Perintah Kawalan Pergerakan (semacam PSBB) dimulai Maret lalu, kami sudah terlibat dalam menangani suspek Covid-19.

" Karena sudah tahu bagaimana prosedur operasi standar dijalankan, kami sekarang juga mengurus jenazah pasien Covid-19," katanya.

1 dari 5 halaman

Mengubur Jenazah Covid-19 Punya Tantangan Tersendiri

Yunizam mengatakan dia memiliki tim yang berjumlah delapan orang. Setiap kali mengubur jenazah pasien Covid-19, timnya akan dipantau polisi dan petugas dari Kementerian Kesehatan Malaysia.

Namun, menurut jejaka berusia 32 tahun itu, pengalaman mengurus jenazah pasien Covid-19 memiliki tantangan yang sangat berat.

Yunizam bahkan menganggapnya sebagai satu pengalaman baru yang cukup menyedihkan. Sering kali Yunizam dan timnya sampai ikut meneteskan air mata.

" Tantangannya lebih berat dibandingkan jenazah biasa yang biasa kami urus sebelum ini. Selain menjaga keselamatan, kami tak boleh salah walau sedikit pun. Salah langkah sedikit, kita yang terdampak.

2 dari 5 halaman

Pilunya Keluarga Pasien Covid-19 yang Meninggal

Kata Yunizam, awalnya dia dan timnya memang takut mengurus pasien jenazah Covid-19. Tapi, lama kelamaan sudah terbiasa.

Mengubur jenazah pasien Covid-19 punya tantangan tersendiri.© Rafik Photography

" Kalau kami tidak berbuat, siapa lagi yang mau bantu? Sebab keluarga pasien tak boleh ikut serta. Mau iringi jenazah pun tidak boleh," kata Yunizam.

3 dari 5 halaman

Ikut Menangis Saat Kuburkan Jenazah Pasien Covid-19

Sampai-sampai ada salah satu anggota keluarga jenazah pasien Covid-19 yang meminta Yunizam untuk mengambil foto dan merekam video.

" Mungkin untuk kenangan terakhir untuk mereka. Saya pun ikut menangis sebab sedih membayangkan mereka yang tak bisa mengiringi anggota keluarga yang meninggal ke tempat peristirahatan terakhir," ujarnya.

4 dari 5 halaman

Minta Warga Patuh Protokol Kesehatan Covid-19

Sampai sekarang, Yunizam dan timnya sudah mengurus sekitar 15 jenazah pasien Covid-19. Karena itu, Yunizam mengaku khawatir dengan perkembangan Covid-19 di negaranya.

Dia meminta warga masyarakat agar terus patuh protokol kesehatan Covid-19 dan menjaga keselamatan masing-masing.

Sumber: mStar.com.my

5 dari 5 halaman

Video Proses Pemakaman Jenazah Pasien Covid-19

      Lihat postingan ini di Instagram

Sebuah kiriman dibagikan oleh mStar (@mstaronlineofficial) pada

Beri Komentar