Berbuka Puasa Berpatokan Azan di Televisi, Hukumnya?

Reporter : Ahmad Baiquni
Jumat, 17 Mei 2019 14:01
Berbuka Puasa Berpatokan Azan di Televisi, Hukumnya?
Azan di televisi sering jadi patokan berbuka puasa.

Dream - Waktu Magrib adalah saat yang ditunggu-tunggu. Ada kebahagiaan karena bisa meraih berkah berbuka puasa.

Tidak bisa dipungkiri, perkembangan teknologi berpengaruh terhadap kehidupan kita. Bahkan soal ibadah bisa disandarkan pada teknologi.

Salah satu kebiasaan yang umum terjadi adalah berbuka puasa berdasarkan azan televisi. Bukan lagi azan dari masjid atau mushola setempat.

Lantas, bagaimana hukum berbuka puasa dengan azan dari televisi?

Dikutip dari NU Online, azan yang diputar di televisi berdasarkan pada semisal jadwal imsakiyah dan waktu sholat yang berlaku di masyarakat. Sedangkan waktu sholat ditetapkan berdasarkan perhitungan astronomis.

 

1 dari 1 halaman

Boleh, Tapi Sebaiknya...

Bagi orang berpuasa, mereka mencari kepastian terbenamnya matahari sebagai petunjuk waktu berbuka.

Sehingga, tentu perlu adanya kehati-hatian untuk menyantap makanan jika belum mendapatkan informasi pasti mengenai tenggelamnya matahari.

Hal ini dijelaskan Khatib As Syarbini dalam kitabnya Mughnil Muhtaj.

" (Seseorang tidak memakan sesuatu di ujung siang Ramadan sebagai bentuk ihtiyath atau kehati-hatian kecuali berdasarkan keyakinan) yaitu menyaksikan matahari tenggelam agar terjamin dari kekeliruan. (Seseorang boleh) memakan sesuatu di ujung siang Ramadan (berdasarkan ijtihad) yaitu wirid atau lainnya (menurut pendapat yang lebih shahih) seperti waktu shalat. Sedangkan pendapat kedua mengatakan tidak boleh memakan takjil karena masih memungkinkan kesabaran sampai benar-benar yakin masuk waktu Magrib. Adapun tanpa berdasarkan ijtihad, maka seseorang tidak boleh berbuka puasa meski dengan dugaan karena pada prinsipnya waktu siang masih berjalan. Sedangkan qiyas ijtihad sebagai sandaran buka puasa dimungkinkan sebagaimana kebolehan kabar seorang yang adil atas tenggelamnya matahari berdasarkan kesaksiannya."

Berdasarkan penjelasan di atas, dibolehkan menyandarkan waktu Magrib pada azan yang diputar di televisi. Namun demikian, lebih baik menunggu sejenak buka puasa demi memastikan waktu Magrib.

Caranya dengan memindahkan channel satu televisi ke televisi lainnya. Ini untuk memverifikasi waktu Magrib sudah benar-benar tiba.

Juga dengan melihat kecocokan antara azab Magrib dengan waktu sholat yang diperoleh dari berbagai sumber.

(ism, Sumber: NU Online.)

Beri Komentar
BJ Habibie Dimakamkan di Samping Ainun Habibie