Berfirasat Buruk, Tolak Terjadi dengan Doa Ini

Reporter : Ahmad Baiquni
Kamis, 10 Juni 2021 06:00
Berfirasat Buruk, Tolak Terjadi dengan Doa Ini
Firasat buruk hanya membuat kita terjebak dalam keterkungkungan.

Dream - Firasat kerap dijadikan sebagai pertanda akan terjadi sesuatu. Padahal, firasat sebatas perasaan terkait sesuatu yang belum bisa dipastikan kebenarannya.

Apalagi jika berkaitan dengan kejadian buruk. Firasat sangat sering disinggung.

Sebenarnya, kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi pada diri maupun keluarga kita. Kita hanya bisa memperoleh kepastian jika sesuatu itu sudah terjadi.

Meski begitu, ternyata firasat menjadi penghalang bagi sebagian orang dalam berproses. Alhasil, mereka tidak bisa keluar dari keterkungkungan.

Kita hanya bisa memasrahkan segala yang terjadi kepada Allah SWT. Karena jika Allah berkehendak, maka apapun bisa terjadi termasuk hal buruk.

Agar firasat buruk tidak terbukti, dianjurkan membaca doa ini.

 

1 dari 5 halaman

Doa Agar Firasat Buruk Tak Terbukti

Doa Firasat Buruk tak Terjadi© Dream.co.id

Allahumma la khoira illa khoiruka wa la thoir illa thoiruka wa la ilaha ghairuka.

Artinya,

" Ya Allah, tidak ada kebaikan kecuali kebaikan-Mu, dan tidak ada kesialan (firasat buruk) kecuali kesialan yang telah Engkau tentukan, dan tidak ada Tuhan selain Engkau."

Sumber: Bincang Syariah

2 dari 5 halaman

Doa Usai Sholat Maghrib, Memohon Perlindungan dari Keburukan Perbuatan

Dream - Senja waktu yang tepat untuk berdoa. Karena waktu ini termasuk mustajab.

Senja menandakan berakhirnya hari. Sekaligus menjadi sinyal berhentinya aktivitas dan masuk saat untuk istirahat.

Sementara doa adalah amalan ibadah yang sangat dianjurkan. Doa menandakan ketundukan hamba kepada Tuhannya.

Dalam satu hari, kita bisa melakukan kesalahan yang tanpa disadari. Kesalahan itu bisa menjadi dosa yang mempengaruhi catatan amal.

Oleh karena itu, setiap waktu Maghrib, dianjurkan membaca doa ini.

 

3 dari 5 halaman

Doa Berlindung Dari Keburukan

Doa Maghrib© Dream.co.id

Allahumma anta rabbi, la ilaha illa anta khalaqtani wa ana 'abduka, wa ana 'ala 'ahdika wa wa'dika mastatha'tu, a'udzubika min syarri ma shana'tu, abu u laka bi ni'matika 'alayya, wa abu u bi dzanbi faghfirli, fainnahu la yaghfirudz dzunuba illa anta.

Artinya,

" Ya Allah, Engkau adalah Rabbku, tidak ada Tuhan selain Engkau, Engkau yang menciptakan aku dan aku adalah hamba-Mu. Aku menetapi perjanjian-Mu dan janji-Mu sesuai dengan kemampuanku. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan perbuatanku, aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku kepada-Mu, maka ampunilah aku. Sebab tidak ada yang dapat mengampuni dosa selain Engkau."

Sumber: Islami

4 dari 5 halaman

Doa Agar Terlindung dari Keburukan Teman Pengumbar Omongan

Dream - Menjalin hubungan pertemanan dengan orang lain tentu hal wajar. Sebagai makhluk sosial, manusia tidak bisa melepaskan diri dari interaksi dengan sesamanya.

Pertemanan mengandung banyak sisi positif. Seperti memperluas jaringan dan menambah persaudaraan.

Tetapi, kita mungkin pernah mendapat nasihat untuk berhati-hati dalam berteman. Nasihat ini semata untuk kebaikan kita.

Tidak sedikit kasus orang yang justru mendapatkan kerugian dari temannya. Salah satu sebabnya, tabiat si teman yang suka mengumbar omongan.

Segala kebaikan yang kita lakukan tidak dia gubris. Sementara, sedikit saja keburukan yang dia tangkap pada kita, langsung menyebar ke banyak orang.

Tentu ini merugikan kita. Padahal, kita percaya teman tersebut baik. Agar terlindung dari keburukan teman seperti itu, dianjurkan untuk membaca doa ini.

 

5 dari 5 halaman

Doa Terlindung dari Keburukan Ucapan Orang Lain

Doa Terlindungi dari Keburukan Ucapan© Dream.co.id

Allahumma inni a'udzubika min kholilin makir 'ainahu tarayani, wa qalbuhu yar'ani. In ra'a hasanatan dafanaha, wa in ra'a sayyi'atan adza'aha.

Artinya,

" Ya Allah, aku berlindung pada-Mu dari sahabat pengkhianat, kedua matanya selalu perhatian padaku, tapi hatinya selalu mencari kesalahanku. Saat melihat kebaikan (yang aku lakukan), dia menyembunyikannya. Tapi jika ia melihat keburukan (yang aku lakukan), ia bermulut ember."

Sumber: Bincang Syariah

Beri Komentar