Bergelar Ulul Azmi, Ini Kisah Teladan Para Rasul

Reporter : Ahmad Baiquni
Jumat, 23 April 2021 18:09
Bergelar Ulul Azmi, Ini Kisah Teladan Para Rasul
Para rasul ini memiliki kedudukan lebih tinggi dari nabi-nabi lainnya.

Dream - Alquran merupakan Kitab Suci yang menjadi petunjuk dan pedoman bagi umat Islam di dunia. Di dalamnya, berisi tuntunan yang dituliskan secara tersurat dan ada pula yang kiasan.

Salah satu tuntunan untuk muslim ialah kisah teladan dari para Nabi dan Rasul yang bergelar Ulul Azmi. Ulul Azmi ialah para nabi atau rasul yang memiliki tingkat kesabaran yang luar biasa.

Mereka patut menjadi suri tauladan bagi manusia, terutama bagi yang mengkhususkan diri untuk berjuang di jalan Allah SWT.

Secara etimologi, kata nabi berasal dari kata " naba" yang berarti " dari tempat yang tinggi" . Sementara rasul berasal dari kata " risala" yang berarti penyampaian.

Menurut Al-Alusi, dalam tafsirnya Ruh al-Ma’ani mengatakan nabi adalah seorang yang menerima wahyu dari Allah untuk dirinya sendiri. Sedangkan rasul wajib menyampaikan wahyu tersebut kepada umat manusia.

Sedangkan menurut Az-Zamakhsyari dalam tafsirnya al-Kasyaf, nabi merupakan seorang yang diutus Allah untuk menyeru kepada manusia supaya mengikuti syariah yang terdahulu dan rasul memiliki kitab dan syariah tersendiri.

Secara bahasa, kata ulul azmi berarti pemilik keteguhan hati. Menurut Sirojuddin dalam buku " Ensiklopedi Islam" , Ulul ‘Azmi (ulu al-'azmi) artinya " orang-orang yang mempunyai kemauan kuat dan teguh." Ketabahan nabi dan rasul Ulul ‘Azmi tersebut sangat luar biasa. Melebihi ketabahan dan kesabaran para nabi dan rasul lainnya. Sehingga disebut dengan Ulul ‘Azmi.

Ada lima rasul yang mendapatkan julukan Ulul Azmi yaitu Nabu NUH AS, Nabi Ibrahim AS, Nabi Musa AS, Nabi Isa AS, dan Nabi Muhammad SAW. Berikut kisah teladan para rasul yang bergelar ulul azmi. Kita bisa ambil hikmahnya.

1 dari 3 halaman

Nabi Nuh

Nabi Nuh AS diutus Allah untuk berdakwah kepada kaum Bani Rasib yang mayoritas menyembah patung dan berhala. Selama 500 tahun dakwah Nabi Nuh, hanya sedikit dari mereka yang mau mengikuti seruan Nabi Nuh. Bahkan anak dan istri beliau pun ikut membangkang ajakan baiknya.

Suatu hari Nabi Nuh diperintahkan Allah untuk membuat sebuah kapal besar di atas gunung. Namun kaum Bani Rasib justru mencaci maki beliau. Menganggap beliau tidak waras dan perkataan kasar lainnya.

Setelah kapal selesai, Nabi Nuh mengajak umatnya yang beriman dan mengikuti seruannya untuk naik ke kapal. Sedangkan, atas izin Allah SWT, Bani Rasib pun binasa ditelan banjir. Bahkan anak istri Nabi Nuh yang membangkang juga ikut binasa.

Ilustrasi Rasulullah SAW© Kaligrafi Rasulullah Muhammad SAW (Foto: Shutterstock.com)

Nabi Ibrahim

Kisah kesabaran Nabi Ibrahim AS telah diceritakan dalam Alquran. Cerita pertama tentang Nabi Ibrahim berdakwah kepada kaumnya yang menyembah berhala. Bahkan ayahnya juga seorang penyembah berhala.

Namun, ajakan beliau hanya dianggap angin lalu oleh kaumnya. Meskipun sudah berkali-kali diajak untuk kembali ke jalan yang benar namun mereka tetap ingkar.

Kisah kedua adalah tentang perintah Allah kepada Nabi Ibrahim untuk menyembelih anaknya, Nabi Ismail. Nabi Ibrahim mendapatkan perintah untuk menyembelih anaknya melalui mimpi. Padahal, Nabi Ibrahim sudah menunggu bertahun-tahun lamanya untuk mendapatkan seorang anak.

Namun dengan keteguhan hatinya, Nabi Ibrahim pun ikhlas untuk melaksanakan perintah Allah. Begitupun Nabi Ismail, yang selalu meyakinkan ayahnya. Atas izin Allah, saat hari penyembelihan tiba, Nabi Ismail pun tiba-tiba diganti oleh domba yang berasal dari surga. Peritiwa terbut merupakan buah kesabaran dan keteguhan hati Nabi Ibrahim. Kisah inilah yang menjadi pembelajaran bagi umat Muslim untuk melakukan qurban.

Ketiga adalah ketika Nabi Ibrahim dibakar oleh Raja Namrud. Namun atas izin Allah, api yang berkobar begitu panas, justru terasa dingin saat menyentuh kulit Nabi Ibrahim.

 

2 dari 3 halaman

Nabi Musa

Kisah Nabi Musa berawal saat masa kepemimpinan Raja Firaun di Mesir. Pada saat itu, Firaun diramalkan akan ditumbangkan oleh seorang anak laki-laki keturunan Bani Israel. Atas dasar ramalan itulah, Firaun memerintahkan untuk membunuh seluruh bayi laki-laki Bani Israel yang baru lahir.

Ibu Nabi Musa, Yukabad, tidak ingin bayi kecilnya dibunuh. Ia pun mencari cara untuk menyelamatkan Nabi Musa dengan menghanyutkannya ke sungai Nil. Atas izin Allah, Nabi Musa pun selamat dan ditemukan oleh istri Firaun. Nabi Musa diadopsi hingga tumbuh dewasa.

Saat dewasa, Nabi Musa pun mendapat perintah untuk berdakwah. Beliau berhadapan dengan para penyihir di istana Firaun tetapi selalu bisa mengalahkan mereka. Hingga akhirnya Nabi Musa diburu Firaun untuk dibunuh.

Atas seizin Allah SWT, Nabi Musa dapat membelah lautan menggunakan tongkatnya agar bisa melarikan diri. Firaun dan pasukannya mengejarnya. Setelah sampai di seberang daratan, laut kembali mengatup sehingga Firaun dan pasukannya binasa.

Ilustrasi Rasulullah Muhammad SAW© Ilustrasi (Foto: Shutterstock.com)

Nabi Isa

Nabi Isa lahir dari seorang perawan suci bernama Maryam. Ia hamil atas kehendak Allah SWT meskipun belum bersuami dan tak pernah berzina. Saat lahir, Bani Israel merutuki Maryam sebagai pezina. Tapi atas izin Allah, bayi yang baru lahir itu bisa bicara dan membela ibunya.

Saat berusia 30 tahun, Nabi Isa pun diangkat menjadi nabi. Beliau diperintahkan untuk berdakwah kepada kaum Bani Israil. Namun, cobaan bertubi-tubi menerpa perjalanan dakwah Nabi Isa.

Saat beliau sedang bersembunyi, seorang muridnya yang berkhianat bernama Yahuza pun memberitahukan keberadaan Nabi Isa untuk ditangkap dan disalib.

Namun, atas izin Allah, wajah Yahuza tiba-tiba berubah serupa dengan Nabi Isa. Ia pun akhirnya tertangkap dan terbunuh. Sementara Nabi Isa naik ke atas langit.

 

3 dari 3 halaman

Kisah Nabi Muhammad

Begitu banyak kisah keteladanan Nabi Muhammad SAW. Sejak masih dalam kandungan, beliau telah mendapatkan cobaan namun tetap bersabar dalam berdakwah. Rasulullah SAW sama sekali tak pernah menyimpan dendam.

Ilustrasi Rasulullah Muhammad SAW© Ilustrasi Rasulullah Muhammad SAW (Foto: Shutterstock.com)

Banyak kisah tentang orang-orang yang masuk Islam awalnya adalah mereka yang sangat membenci Nabi Muhammad. Salah satunya kisah seorang nenek Yahudi yang kala itu sedang dalam bersusah payah membawa beban.

Nabi pun langsung membantu nenek tersebut. Namun, selama perjalanan, nenek tersebut hanya menjelek-jelekan tentang Nabi Muhammad. Ia tak sadar bahwa yang menolongnya adalah Nabi yang sedang ia jelekan. Namun Nabi tetap mendengarkan ocehan nenek tersebut tanpa berkata apapun.

Beri Komentar