Pinjam Alquran Selama Liburan, Wanita Inggris Akhirnya Memeluk Islam

Reporter : Ahmad Baiquni
Rabu, 5 Mei 2021 18:30
Pinjam Alquran Selama Liburan, Wanita Inggris Akhirnya Memeluk Islam
Clare akhirnya memeluk Islam setelah mencari tahu dan belajar Alquran.

Dream - Hidayah datang bisa datang dari mana saja dan kepada siapa saja. Ketika hidayah menyapa, tak ada yang bisa menolaknya.

Seperti dialami wanita asal Inggris bernama Clare. Berkat Alquran pinjaman, Clare akhirnya memeluk Islam

Sebenarnya, Clare sudah mengenal Islam dari teman-temannya sejak masih kecil. Dia kerap diundang hadir buka puasa di rumah teman-temannya.

Menginjak remaja, Clare mulai penasaran dengan Islam. Semua berkat interaksinya dengan teman-temannya dari keluarga Muslim. Misalnya, mengapa ibu temannya memakai jilbab. Atau mengapa umat Islam harus berpuasa dan tidak mengonsumsi alkohol.

Dia sering bertanya tentang Islam kepada keluarga temannya, namun dia tidak menelannya mentah-mentah karena selalu dihubungan dengan keyakinan. Tetapi, penjelasan mengenai Allah yang Esa membuat Clare tersentuh.

Ditambah, ajaran Islam meyakini keberadaan para nabi sebelumnya mulai Adam, Nuh, Musa, Yusuf, Ibrahim, dan masih banyak lagi. Rasa penasarannya meningkat, mendorong Clare mencari tahu tentang Islam.

1 dari 4 halaman

Pelajari Alquran Pinjaman

Dia kemudian meminjam Alquran terjemahan Bahasa Inggris dan membacanya sepanjang libur musim panas. Clare pun terkejut mendapati ada kemiripan antara Alquran dengan keyakinannya.

Clare sempat tidak berpikir untuk berubah keyakinan atau agama. Dia hanya tertarik mengapa teman-teman muslimnya mengikuti agama ini dan memegangnya dengan teguh.

Beberapa waktu kemudian, Ramadan datang dan dia bertekad menjalankan puasa satu hari. Ternyata, dia merasakan kesulitan berpuasa.

Muslimah Inggris© Shutterstock.com

 

2 dari 4 halaman

Ikut-Ikutan Puasa Seminggu

Berkat dorongan teman-temannya, Clare berpuasa satu minggu. Puasa adalah pengalaman yang aneh bagi Clare karena di saat memiliki kemampuan dan sarana untuk makan atau minum, muslim justru tidak melakukannya.

Clare melihat sisi positif dari puasa yang disebutnya seperti menetapkan target dan kemudian mencapainya. Dia berpikir itu seperti aktivitas pengembangan pribadi. Dia menghormati dan memahami Islam dan mulai mempercayainya.

Tidak hanya dari segi keimanan, Clare juga belajar Islam dari sisi politik, ilmu pengetahuan dan sebagainya. Meski tidak berat seperti mata kuliah di universitas, hal itu memperdalam pengetahuan Clare tentang Islam.

3 dari 4 halaman

Serangan WTC 11 September

Saat liburan, Clare dibuat sedih dengan peristiwa serangan teroris 11 September di menara kembar WTC di New York. Dia terkejut saat berita-berita menyebutkan pelaku serangan adalah teroris yang mengatasnamakan Islam.

Clare bahkan sempat berdebat dengan kakaknya bahwa pelaku aksi terorisme itu bukan muslim. Karena Clare pernah membaca dalam Alquran membunuh satu kehidupan seolah-olah telah membunuh semua umat manusia dan sebaliknya.

Dia merasa benar-benar terluka banyaknya berita mengenai peristiwa itu. Dia pergi ke kamar dan berlutut seraya berkata dalam bahasa Arab 'Asyhadu an la ilaha illallah, wa asyhadu anna muhammadar rasulullah (Saya percaya hanya ada satu Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan terakhir-Nya)'.

Muslimah Inggris© Shutterstock.com

 

4 dari 4 halaman

Sempat Ditolak Keluarga

Clare percaya Islam tapi dia belum tahu dan yakin dia bisa menjalankan gaya hidup muslim. Namun Clare mulai berhenti mengkonsumi alkohol dan daging babi. Namun dia masih ragu untuk mengenakan hijab.

Saat memberi tahu keluarganya soal keputusannya mengadopsi gaya hidup muslim, keluarganya tidak bisa menerimanya. Namun itu tidak terlalu lama dan tidak menjadi hal yang dibesar-besarkan.

Setelah mantap bahwa keluarganya mulai bisa menerimanya, Clare memutuskan pergi ke masjid di kotanya untuk benar-benar menjadi seorang muslim.

Dia akhirnya mengucapkan kalimat syahadat yang sudah dilakukannya 10 bulan sebelumnya. Sejak mengucapkan syahadat di masjid itu, Clare memutuskan untuk memakai hijab.

Sejak saat itu, Clare terus-menerus belajar hal-hal baru. Dia juga bersyukur telah diberkati bantuan teman-teman dan sekarang dukungan dari keluarganya. Clare telah berkembang dan tumbuh sebagai seorang muslim yang sebenarnya.

Beri Komentar