Bermakmum Pada Imam Lewat Layar Monitor, Hukumnya?

Reporter : Ahmad Baiquni
Minggu, 30 Juni 2019 18:00
Bermakmum Pada Imam Lewat Layar Monitor, Hukumnya?
Dewasa ini, masjid yang memasang perangkat monitor untuk menyiarkan gerakan imam cukup banyak.

Dream - Keberadaan masjid dari waktu ke waktu kian canggih. Dulu, masjid mungkin memiliki teknologi sederhana seperti bedug dan pentungan untuk memberitahu waktu sholat tiba.

Tapi tengok keadaan masjid saat ini. Meski masih menggunakan masjid, pengelola masjid banyak yang memakai pengeras suara untuk mengeraskan suara azan.

Penggunaan teknologi tak berhenti pada kebutuhn audio. Kini banyak ditemukan masjid yang memasang layar monitor. Layar tersebut terhubung pada kamera yang mengarah kepada imam.

Layar tersebut berfungsi juga untuk menyiarkan gambar imam ketika memimpin sholat. Para makmum berjemaah tanpa melihat langsung imam melainkan lewat monitor.

Bagaimana hukumnya bermakmum pada imam lewat layar monitor?

 

1 dari 5 halaman

Syarat Sholat Jemaah Tercukupi

Dikutip dari Bincang Syariah, kondisi di atas sering terjadi di sejumlah masjid besar, terutama pada masjid bertingkat. Masjid ini menyebabkan tidak semua makmum bisa melihat gerakan imam secara langsung.

Gerakan imam lantas diikuti lewat layar monitor dan suara yang terdengar dari speaker.

Terkait hal ini, kita bisa menjadikan pendapat Syeikh Muhammad Al Sharbini Al Khatib dalam kitab Al Iqna' sebagai pertimbangan.

" Jika keduanya di dalam masjid, maka di manapun tempat makmum sholat di masjid, baik di pelatarannya, di mana imam juga sholat dalam masjid itu, dan makmum mengetahui dengan sholatnya imam sekiranya ia mampu mengikuti gerakannya dengan melihatnya atau sebagian shaf di depan atau semisalnya, seperti mendengar suara imam atau suara muballigh maka itu boleh atau cukup hal itu sebagai syarat sah mengikuti imam. Sekalipun jaraknya jauh dan terdapat struktur bangunan lain yang ada jendelanya seperti ruang bawah atau permukaan. Baik pintunya tertutup atau tidak dan sama halnya apakah salah satunya baik imam atau makmum berada di tempat yang lebih tinggi dari yang lain atau tidak, seperti jika salah satunya berdiri di loteng menara dan yang lain di ruang bawah di dalamnya, karena sesunggunya semuanya itu dibangun untuk tempat sholat."

 

2 dari 5 halaman

Monitor Memungkinkan Makmum Tahu Gerakan Imam

Pandangan tersebut menunjukkan kebolehan makmum sholat tanpa melihat gerakan imam. Selama dia bisa mendengar atau mengetahui gerakan imam baik secara langsung atau dari sesama makmum, sholatnya sah.

Sementara Imam Asy Syarbini dalam kitab Fathul Qarib berpandangan sholat jemaah dengan makmum mengikuti imam tanpa melihatnya atau mendengarnya secara langsung dibolehkan. Syaratnya, sepanjang imam dan makmum berada pada bangunan masjid yang sama.

Sehingga, bermakmum kepada imam lewat perantara monitor dibolehkan. Meski lewat layar, syarat sholat berjemaah terpenuhi karena makmum mengetahui gerakan imam secara faktual meski tidak langsung melihatnya.

Sumber: Bincangsyariah.com

3 dari 5 halaman

Mengawali Sholat dengan Basmalah Termasuk Sunah?

Dream - Sholat memiliki tata cara tertentu dalam pelaksanaannya. Para ulama telah bersepakat, sholat diawali dengan takbiratul ihram diakhiri dengan salam.

Di sisi lain, terdapat anjuran bagi Muslim untuk mengucap basmalah setiap kali memulai sesuatu. Entah itu bekerja, belajar, maupun untuk hal-hal yang sifatnya rutin seperti makan, minum bepergian, dan lain sebagainya.

Kita mungkin pernah mengetahui ada Muslim yang membaca basmalah sebelum sholat. Secara tidak langsung, dia mengawali sholatnya dengan basmalah.

Lantas, apakah benar basmalah termasuk bagian dari kesunahan sholat?

4 dari 5 halaman

Ketetapan Syariat

Dikutip dari NU Online, syariat telah menetapkan sholat dimulai dengan takbiratul ihram dan berakhir dengan salam. Sehingga, segala amalan yang dilakukan baik sebelum dan sesudahnya tidak termasuk bagian dari sholat maupun kesunahan sholat, termasuk membaca basmalah.

Hal ini secara tegas disebutkan dalam kitab Fatawa Ismail Zain.

" Syariat telah menetapkan takbiratul ihram sebagai pembuka sholat, maka tidak disunahkan membaca bismillah sebelumnya."

Memang terdapat hadis Rasulullah yang menyatakan pekerjaan tidak diawali dengan membaca basmalah akan sia-sia. Demikian arti hadis tersebut.

" Setiap pekerjaan yang tidak diawali dengan menyebut nama Allah, maka sia-sialah pekerjaan tersebut."

5 dari 5 halaman

Apakah Dilarang?

Namun demikian, hadis ini tidak berlaku untuk sholat baik fardu maupun sunah. Sehingga tidak terdapat kesunahan pada bacaan basmalah sebelum sholat.

Meski begiut, bukan berarti membaca basmalah sebelum sholat adalah amalan yang dilarang. Sebab tidak ada dalil yang menyatakan amalan itu terlarang.

Sehingga, orang yang memulai sholat dengan basmalah hendaknya mengetahui membaca lafal tersebut tidak termasuk rukun sholat.

Sumber: NU Online.

Beri Komentar
Detik-detik Bom Bunuh Diri Meledak di Polrestabes Medan