Bolehkah Membagikan Daging Kurban dalam Bentuk Sudah Matang?

Reporter : Ahmad Baiquni
Minggu, 11 Agustus 2019 12:01
Bolehkah Membagikan Daging Kurban dalam Bentuk Sudah Matang?
Ada unsur kepraktisan dalam membagikan daging matang. Tetapi, apakah sesuai dengan ketentuan syariat?

Dream - Syariat kurban dijalankan umat Islam dalam bulan Dzulhijjah selama empat hari. Tepatnya pada 10 hingga 13 Dzulhijjah.

Selama empat hari tersebut, umat Islam bisa menyembelih hewan kurban baik kambing atau sapi. Pahala yang didapat dari aktivitas tersebut dihitung sebagai pahala kurban.

Dalam ketentuan syariat, daging hewan kurban yang disembelih sebagian dinikmati oleh shahibul qurban. Sedangkan sebagian lainnya dibagikan kepada orang lain terutama kaum dhuafa.

Syariat kurban sejatinya bermakna pesta. Sebab, setiap orang bisa menikmati berkah berupa daging yang belum tentu bisa dibeli setiap saat.

Ketika dibagikan, daging biasanya dalam keadaan mentah. Lantas, bolehkah daging kurban diberikan dalam bentuk sudah matang dan siap makan?

1 dari 5 halaman

Hak Si Miskin dan Kaya

Dikutip dari NU Online, kurban adalah amalan sunah bernilai ibadah. Sehingga, terdapat ketentuan yang harus diperhatikan mengenai amalan ini.

Dalam pandangan Mazhab Syafi'i, daging kurban wajib disedekahkan dengan kadar daging yang mencapai standar kelayakan umum. Misalnya, sebungkus daging.

Sangat tidak mencukupi jika memberikan daging dalam kadar yang remeh seperti dua atau tiga suap. Sementara daging yang sesuai kadar keumuman wajib diberikan kepada fakir dan miskin meski hanya satu orang.

Mudhahi dibolehkan mengambil sebagian daging kurbannya hanya untuk kebutuhan konsumsi. Tetapi akan lebih baik jika menyedekahkan seluruh daging kurbannya.

 

2 dari 5 halaman

Mengenai Pendistribusian

Terkait distribusi daging dalam bentuk matang, terdapat rincian dari para ulama mengenai hal ini. Pertama, daging sesuai kadar yang wajib diberikan kepada kaum fakir atau miskin tidak dibolehkan dalam bentuk sudah dimasak.

Ini karena daging tersebut merupakan hak kaum fakir dan miskin secara penuh, bukan hanya untuk mengonsumsinya. Kaum fakir dan miskin bisa memanfaatkan daging mentah dengan cara dikonsumsi atau dijual.

Tetapi, jika daging yang dibagikan melebihi batas minimal, pekurban diberikan kebebasan dalam membagikannya. Bisa mentah atau sudah masak.

Sehingga, membagikan daging kurban dalam keadaan matang dibolehkan. Asalkan sudah ada daging yang dibagikan dalam keadaan mentah kepada kaum fakir dan miskin.

Sumber: NU Online.

3 dari 5 halaman

Ingin Berkurban tapi Uangnya Pas-pasan, Begini Solusinya

Dream - Kurban memang syariat yang sangat dianjurkan untuk setiap Muslim yang mampu. Jika ada kelebihan rezeki, ada baiknya digunakan untuk membeli hewan kurban.

Yang jadi masalah, hewan kurban tiap tahun selalu naik. Kadang, meski sudah merencanakan setahun sebelumnya, rencana kurban harus tertunda karena uang yang terkumpul ternyata tidak mencukupi.

Sementara, orang yang berkurban tentu ingin memberi hewan gemuk. Sebab, gemuknya hewan berdampak pada kuantitas dagingnya.

Sayangnya, hewan gemuk umumnya dijual mahal. 

Lantas, jika ada uang tapi ngepres alias pas-pasan tapi sangat ingin berkurban, harus bagaimana?

 

4 dari 5 halaman

Perhatikan Ketentuannya

Dikutip dari NU Online, ada solusi buat kamu yang ingin kurban dengan uang pas-pasan. Sebenarnya, ulama memberikan pertimbangan yang tidak berkaitan dengan masalah keuangan namun lebih pada nilai syi'ar, kualitas dan kuantitas daging, serta jumlah hewan yang dikurbankan.

Syeikh Muhammad Nawawi bin Umar Al Jawi dalam Tausyikh 'ala Ibni Al Qosim menguraikan ketentuan apa saja yang patut dipenuhi dalam berkurban.

" Dan paling utamanya hewan kurban dilihat dari banyaknya daging (kuantitas) dan tampaknya nilai syiar adalah unta, lalu sapi, kemudian kambing. Sedangkan dari sisi kualitas daging, maka domba lebih utama dari kambing kacang, kemudian kerbau lebih utama daripada sapi Arab, karena kualitas dagingnya lebih baik; dan dilihat dari banyaknya hewan yang dialirkan darahnya serta kualitas dagingnya, maka tujuh kambing lebih utama daripada satu unta atau sapi. Dari segi warna, maka yang putih lebih utama, kemudian kuning, kemudian putih keruh, kemudian merah, kemudian putih campur hitam, kemudian hitam. Ketika terjadi pertentangan antara beberapa kriteria, maka yang gemuk hitam lebih utama daripada putih kurus dan yang dapat mencakup dua kriteria lebih utama daripada yang hanya satu kriteria saja, dan yang putih gemuk ketika berjenis kelamin jantan lebih utama secara mutlak."

Rincian di atas bisa menjadi pertimbangan untuk membeli hewan kurban. Sehingga tidak harus yang gemuk, selama standarnya keabsahannya terpenuhi.

5 dari 5 halaman

Syarat Terpenuhi, Kurban Sah Meski Tidak Mahal

Nah, soal standar minimal keabsahan kurban yaitu usianya memenuhi, kapasitas orang yang berkurban juga terpenuhi dalam artian tidak boleh kurang atau lebih, kemudian hewan terbebas dari cacat.

Untuk usia hewan, para ulama menetapkan 2 tahun untuk sapi dan satu tahun untuk kambing. Jenis kelaminnya bisa jantan atau betina namun diutamakan jantan karena dagingnya lebih lezat.

Untuk orang berkurban ditetapkan jumlahnya tidak boleh berlebih. Misalnya, satu sapi untuk tujuh orang atau kambing untuk tujuh orang.

Tidak boleh kekurangan biaya menjadikan jumlah orang yag berkurban menjadi banyak. Misalnya, karena uangnya patungan tujuh orang kurang untuk membeli sapi, maka ditambah lagi satu orang menjadi delapan.

Jadi, jika memang uang yang ada tidak begitu banyak namun tetap ingin berkurban, lebih baik mencari hewan dengan harga yang terjangkau.

Sumber: NU Online.

Beri Komentar
Lebih Dekat dengan Tiffani Afifa, Dokter Cantik Juara Kpop World Festival