Bukan Wajib, Gerakan Ini Ternyata Boleh Ditinggalkan Ketika Wudhu

Reporter : Ahmad Baiquni
Minggu, 24 November 2019 18:00
Bukan Wajib, Gerakan Ini Ternyata Boleh Ditinggalkan Ketika Wudhu
Wudhu adalah amalan yang harus dikerjakan sebelum sholat.

Dream - Wudhu menjadi amalan yang harus dikerjakan setiap kali hendak sholat. Ini untuk menyucikan diri dari segala macam hadas.

Wudhu adalah kegiatan menyapukan air pada bagian tubuh tertentu yang termasuk anggota wudhu. Gerakannya dimulai dari membasuh telapak tangan hingga kaki.

Tentu, wudhu membutuhkan air yang cukup jumlahnya. Juga air yang sifatnya suci mensucikan, bebas dari najis bagi warna, bau maupun rasanya.

Mungkin kita sering mengira semua gerakan wudhu harus dikerjakan. Padahal, ada gerakan-gerakan tertentu yang sebenarnya bisa ditinggalkan apabila dalam kondisi tertentu.

Dikutip dari Bincang Muslimah, gerakan-gerakan tersebut hukumnya sebenarnya sunah dan hanya sebagai pelengkap. Bisa ditinggalkan jika kekurangan air atau sedang dalam waktu yang terbatas untuk wudhu.

 

1 dari 7 halaman

Gerakan Sunah Dalam Wudhu

Gerakan tersebut pertama yaitu membasuh telapak tangan hingga pergelangan. Gerakan ini dilakukan di awal-awal wudhu.

Gerakan kedua yaitu berkumur-kumur. Gerakan ini dimaksudkan untuk menghilangkan sisa makanan di mulut namun sejatinya dihukumi sunah.

Gerakan ketiga yaitu membasuh hidung dengan maksud untuk menjaga kebersihan lubang pernapasan. Sama halnya dengan dua gerakan sebelumnya, membasuh hidung hanyalah sunah.

Sedangkan gerakan keempat yaitu mengusap telinga. Banyak yang mengira gerakan ini merupakan rukun wudhu padahal hanyalah sunah.

 

2 dari 7 halaman

Ini Yang Wajib

Sedangkan gerakan wajib yang menjadi rukun wudhu, pada ulama sepakat mendasarkannya pada Surat Al Maidah ayat 4.

Wahai orang-orang yang beriman, apabila telah datang waktu kalian menegakkan sholat, maka basuhlah wajah kalian, dan kedua tangan kalian sampai ke siku-siku, dan usaplah (sebagian) rambut kalian dan basuhlah kaki kalian sampai ke mata kaki.

Empat gerakan dalam ayat di atas adalah rukun wudhu yang tidak boleh ditinggalkan. Selain gerakan tersebut, para ulama mennyatakan hanya sunah dan boleh ditinggalkan.

Tetapi jika air tersedia dalam jumlah mencukupi atau masih ada waktu cukup panjang untuk wudhu, maka lebih dianjurkan mengerjakan semua gerakan wudhu baik rukun dan sunahnya.

Sumber: Bincang Muslimah.

3 dari 7 halaman

Tips Bagi Waktu Malam Ibadah dan Tidur Cara Sahabat Nabi

Dream - Salah satu tanda kekuasaan Allah adalah bergantinya siang dan malam. Dua waktu ini diciptakan Allah memberikan banyak manfaat kepada manusia.

Siang hari digunakan untuk beraktivitas dan bekerja. Sementara malam harinya adalah untuk istirahat.

Tentu, masing-masing waktu punya keistimewaan sendiri. Nilai keistimewaan itu dapat memberikan manfaat bagi kita.

Dikutip dari Bincang Syariah, para sahabat Rasulullah Muhammad SAW serta para ulama selalu mengistimewakan waktu malam. caranya dengan memperbanyak melakukan kebaikan serta beribadah kepada Allah.

Masing-masing dari mereka punya cara sendiri memanfaatkan waktu. Demikian pula dengan Abu Hurairah RA.

4 dari 7 halaman

Cara Abu Hurairah Habiskan Malam

Imam Ad Darimi menyebutkan kebiasaan Abu Hurairah membagi waktu untuk ibadah dan tidur setiap malam. Hal itu dituangkan dalam kitab Sunan Ad Darimi.

Dalam kitab itu disebutkan Abu Hurairah membagi waktu menjadi tiga. Bagian pertama yaitu sepertiga malam awal yang kerap dimanfaatkan untuk istirahat dan tidur.

Bagian kedua yaitu sepertiga malam kedua yang sering dimanfaatkan Abu Hurairah untuk melaksanakan sholat dan ibadah. Sedangkan bagian ketika yaitu sepertiga malam terakhir yang selalu digunakan oleh Abu Hurairah untuk mempelajari hadis-hadis Rasulullah SAW.

" Abu Hurairah pernah berkata, 'Sungguh aku membagi waktu malamku menjadi tiga bagian, sepertiga waktu malam untuk tidur, sepertiga untuk beribadah, dan sepertiga lagi untuk mempelajari hadis Rasulullah SAW'."

Dari rincian tersebut, maka Abu Hurairah hanya memanfaatkan waktu malam untuk tidur selama 4 jam. Selebihnya digunakan untuk ibadah dan mengkaji hadis.

Cara Abu Hurairah dapat kita contoh dalam kehidupan sehari-hari. Kita bisa menghabiskan waktu malam tidak hanya untuk tidur namun juga ibadah dan belajar.

Sumber: Bincang Syariah

5 dari 7 halaman

Muslimah Bimbang Berolahraga di Tempat Umum? Yuk Baca Kisah Istri Rasulullah Ini

Dream - Olahraga sudah menjadi bagian dari gaya hidup. Dengan olahraga, performa tubuh tetap terjaga bahkan jadi makin bugar.

Di sisi lain, olahraga mungkin menjadi masalah serius di sebagian Muslimah. Banyak wanita yang ragu-ragu untuk beraktivitas olahraga di luar rumah.

Umumnya para wanita khawatir keberadaan mereka akan menjadi perhatian para kaum adam. 

Dikutip dari Bincang Muslimah, olahraga di tempat umum sebenarnya bukanlah penghalang bagi Muslimah. Malah aktivitas ini sangat dianjurkan.

6 dari 7 halaman

Aisyah RA Ditantang Lari Rasulullah

Dalam hadis yang diriwayatkan Imam Ahmad dan Imam Nasai, Aisyah RA pernah mendapat tantangan balap lari dari Rasulullah Muhammad SAW. Tantangan itu ditawarkan Rasulullah di hadapan para sahabatnya yang kebanyakan laki-laki.

Dari Aisyah berkata, " Aku pernah menemani Nabi SAW dalam sebuah perjalanan. Saat itu aku masih muda dan badanku belum gemuk. Nabi SAW berkata kepada para sahabat. 'Silakan jalan duluan.' Maka para sahabat pun berjalan mendahului Nabi SAW. Lalu Nabi SAW berkata kepadaku, 'Kemarilah, aku akan mengajakmu balap lari.' Maka aku pun memenuhi ajakan tersebut, kemudian aku berhasil mengalahkan Nabi SAW, dan beliau pun terdiam saat itu. Sampai pada suatu ketika badanku sudah mulai gemuk, dan aku pun lupa entah dalam perjalanan ke mana saat itu. Beliau berkata kepada para sahabat, 'Silakan jalan duluan.' Maka para sahabat pun berjalan mendahului Nabi SAW. Lalu beliau berkata, 'Kemarilah, aku akan kembali mengajakmu balap lari.' Maka aku pun memenuhi ajakan tersebut, kemudian beliau mampu mengalahkanku. Beliau tertawa dan berkata, 'Inilah pembalasanku'."

Derajat hadis ini adalah shahih. Sehingga tidak ada lagi keraguan mengenai muatannya.

 

7 dari 7 halaman

Muslimah Boleh Olahraga di Ruang Terbuka

Berdasarkan hadis ini, Rasulullah secara tidak langsung mengajarkan umat Islam khususnya Muslimah untuk tidak ragu berolahraga di tempat umum dan terbuka. Aisyah saja diajak lomba lari oleh Rasulullah di depan para sahabatnya.

Abdul Mu'in Al Hanafi dalam kitabnya Mausu'ah Ummu Al Mu'minin menjelaskan maksud dari hadi ini.

" Lomba lari di antara suami istri menunjukkan sempurnanya hubungan suami-istri, lomba lari adalah olah raga, dan Nabi menjaga untuk berolah raga secara teratur."

Sehingga, tidak ada larangan seorang Muslimah untuk berolahraga di tempat umum. Meski demikian, dianjurkan tetap memperhatikan adab terutama dalam berpakaian yaitu dengan mengenakan baju sopan dan menutup aurat.

Sumber: Bincang Muslimah.

Beri Komentar
Video Kondisi Terkini WNI dari Wuhan di Natuna