Cara Menerima Zakat Fitrah: Dalil, Golongan Penerima, dan Doanya Sesuai Ajaran Rasulullah

Reporter : Arini Saadah
Minggu, 1 Mei 2022 18:01
Cara Menerima Zakat Fitrah: Dalil, Golongan Penerima, dan Doanya Sesuai Ajaran Rasulullah
Cara menerima zakat fitrah adalah dengan mendoakan orang yang telah memberi zakat.

Dream – Cara menerima zakat fitrah dijadikan sebagai etika atau adab saat menerima zakat fitrah dari muzakki atau orang yang mengeluarkan zakat.

Salah satu cara menerima zakat fitrah adalah mendoakan orang yang telah memberi zakat dengan bacaan doa khusus.

Berdoa ketika menerima zakat fitrah yang diucapkan oleh penerima zakat sebagai wujud rasa syukur atas rezeki yang telah diterimanya.

Selain itu, doa ini juga mengandung harapan agar zakat yang ditunaikan oleh muzakki tersebut bisa mendatangkan berkah dan menjadi pencuci harta yang dimilikinya.

1 dari 4 halaman

Dalil Al Quran tentang Anjuran Zakat Fitrah

Mengetahui cara menerima zakat memang penting diketahui, agar orang yang memberinya merasa bahagia. Zakat fitrah merupakan zakat yang wajib dikeluarkan oleh setiap muslim, baik laki-laki maupun perempuan, baik dewasa maupun anak-anak, bertujuan untuk mensucikan jiwa dari hal-hal yang mengotori puasa, dan dibayarkan selama bulan Ramadhan hingga menjelang sholat Idul Fitri.

Perintah zakat ini telah tertuang dalam Al Quran, salah satunya ada pada Surat Az Zariyat ayat 19:

وَفِيْٓ اَمْوَالِهِمْ حَقٌّ لِّلسَّاۤىِٕلِ وَالْمَحْرُوْمِ

wa fī amwālihim ḥaqqul lis-sā`ili wal-maḥrụm

Artinya: " Dan pada harta benda mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak meminta." (QS. Az Zariyat ayat 19)

Selain itu zakat adalah kewajiban bagi umat Muslim dengan tujuan untuk membersihkan jiwa dan menyucikan harta umat Muslim. Hal ini sebagaimana firman Allah Swt dalam Surat At Taubah ayat 103.

خُذْ مِنْ اَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيْهِمْ بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْۗ اِنَّ صَلٰوتَكَ سَكَنٌ لَّهُمْۗ وَاللّٰهُ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ

Khudz min amwaalihim shadaqatan tuthahhiruhum watuzakkiihim bihaa washalli ‘alaihim inna shalaataka sakanun lahum wallahu samii’un ‘aliimun

Artinya: " Ambillah zakat dari harta mereka, guna membersihkan dan menyucikan mereka, dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doamu itu (menumbuhkan) ketenteraman jiwa bagi mereka. Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.: (QS. At Taubah ayat 103)

2 dari 4 halaman

Dalil Zakat Fitrah dari Hadis

Selain dari al Quran, anjuran tentang zakat fitrah juga dijelaskan oleh Rasulullah SAW melalui hadis-hadisnya. Salah satunya hadits dari Abdullah bin Umar RA, mengatakan:

" Rasulullah SAW memerintahkan untuk menunaikan zakat fitri sebelum berangkatnya kaum muslimin menuju lapangan untuk sholat hari raya." (HR Muslim).

Selain itu, hadis dari Ibnu Abbas RA berbunyi:

" Rasulullah SAW mewajibkan zakat fitri, sebagai penyuci orang yang berpuasa dari perbuatan yang menggugurkan pahala puasa." (HR Abu Dawud).

Ibnu Qutaibah memberikan penjelasan mengenai penggunaan istilah zakat fitrah: “ Dinamakan zakat fitrah karena zakat ini adalah zakat untuk badan dan jiwa.” (Ibnu Qutabah, dikutip Ibnu Qudamah dalam Al Mughni).

3 dari 4 halaman

Orang yang Berhak Menerima Zakat

Muzakki adalah orang yang mengeluarkan zakat, sementara orang yang berhak menerima zakat disebut mustahik. Golongan yang termasuk sebagai mustahik pun telah dijelaskan dalam al Quran Surat At Taubah ayat 60.

۞ اِنَّمَا الصَّدَقٰتُ لِلْفُقَرَاۤءِ وَالْمَسٰكِيْنِ وَالْعَامِلِيْنَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوْبُهُمْ وَفِى الرِّقَابِ وَالْغَارِمِيْنَ وَفِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَابْنِ السَّبِيْلِۗ فَرِيْضَةً مِّنَ اللّٰهِ ۗوَاللّٰهُ عَلِيْمٌ حَكِيْمٌ

Artinya: " Sesungguhnya zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang miskin, amil zakat, yang dilunakkan hatinya (mualaf), untuk (memerdekakan) hamba sahaya, untuk (membebaskan) orang yang berutang, untuk jalan Allah dan untuk orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai kewajiban dari Allah. Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana."

Berdasarkan ayat tersebut, jelas bahwa orang yang termasuk golongan mustahik adalah sebagai berikut:

Pertama yaitu orang fakir, merupakan orang yang tidak memiliki sumber penghasilan apapun karena sebab tertentu seperti sakit atau sudah lanjut usia.

Kedua adalah orang miskin. Berbeda dengan fakir, orang miskin masih memiliki sumber penghasilan namun tidak mencukupi untuk kebutuhan sehari-hari.

Ketiga yaitu riqab, merupakan orang yang disebut juga sebagai hamba sahaya.

Keempat adalah golongan gharim atau orang-orang yang dililit hutang dan kesulitan untuk melunasinya.

Kelima adalah muallaf, yaitu orang yang baru masuk Islam. Sebagai bentuk solidaritas sesama muslim, sudah seharusnya membantu seorang muallaf yang mungkin sedang mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Keenam adalah fisabilillah atau orang yang memperjuangkan agama Islam.

Ketujuh yaitu ibnu sabil atau orang yang kehabisan bekal dalam perjalanan jauh.

Kedelapan adalah amil, yaitu orang yang menyalurkan zakat dari muzakki ke mustahik.

4 dari 4 halaman

Doa Menerima Zakat Fitrah

Cara menerima zakat fitrah yang baik adalah dengan mendoakan orang yang telah memberinya zakat. Cara menerima zakat fitrah dengan doa ini merupakan zara yang paling etis sebagai wujud syukur atas rezeki dari Allah Swt.

Berikut bacaan doa menerima zakat fitrah:

آجَرَكَ اللهُ فِيْمَا اَعْطَيْتَ، وَبَارَكَ فِيْمَا اَبْقَيْتَ وَجَعَلَهُ لَكَ طَهُوْرًا

Aajarakallahu fiimaa a'athita waja'alahu laka thohuuran, wabaaraka laka fiima abqaita.

Artinya:

“ Semoga Allah memberikan pahala kepadamu dalam apa yang telah engkau berikan, dan semoga Allah menjadikan apa yang engkau berikan kesucian bagimu, dan semoga Allah memberkatimu di dalam harta yang telah engkau sisihkan.” (hud)

Beri Komentar