Cara Sholat Jumat yang Benar Sesuai Sunnah, Penjelasan Ulama Soal Dua Kali Adzan

Reporter : Arini Saadah
Jumat, 11 Februari 2022 10:45
Cara Sholat Jumat yang Benar Sesuai Sunnah, Penjelasan Ulama Soal Dua Kali Adzan
Keduanya memiliki dasar hukum yang kuat.

Dream – Cara sholat Jumat mengikuti satu atau dua kali adzan termasuk khilafiyah di antara para ulama.

Sholat jumat merupakan sholat yang wajib ditunaikan bagi umat muslim laki-laki pada hari Jumat. Sementara bagi perempuan, hukum melaksanakan sholat Jumat adalah sunah.

Waktu pelaksaan sholat Jumat ialah pada waktu zuhur. Sehingga pada waktu tersebut di hari Jumat, umat muslim laki-laki diwajibkan pergi ke masjid untuk melaksanakan sholat Jumat.

Cara sholat Jumat sebenarnya mudah untuk dilakukan, yang sulit adalah godaan setan dan kemalasan untuk melaksanakan sholat Jumat.

Mengenai perbedaan pendapat tentang satu atau dua kali adzan ketika akan mendirikan sholat Jumat perlu dipahami bersama. Lantaran keduanya memiliki dasar hukum yang kuat.

Agar lebih jelasnya, simak cara sholat Jumat berikut ini lengkap penjelasan sunah, syarat sah, syarat wajib dan jumlah adzan yang benar sesuai sunah.

1 dari 4 halaman

Sunah, Syarat Sah, dan Syarat Wajib

Sebelum lebih lanjut membahas tentang cara sholat Jumat, Sahabat Dream juga perlu mengetahui sunah apa saja yang dilakukan sebelum melaksanakan sholat Jumat.

Sunah Sebelum Sholat Jumat

  1. Mandi terlebih dahulu dengan bersih.
  2. Lalu memotong kuku dan mencukur kumis.
  3. Pakai wewangian.
  4. Pilih pakaian yang bersih dan rapi. Diutamakan memilih warna putih.
  5. Mendahulukan kaki kanan saat masuk.
  6. Membaca doa masuk masjid berikut: " Allahummaf tahlii abwaaba rohmatik." Yang artinya, " Ya Allah, bukalah untukku pintu-pintu rahmat-Mu."
  7. Sholat sunah tahiyatul masjid sebelum duduk di dalam masjid.
  8. Ber'itiqaf (duduk) sambil membaca Al-Qur'an, zikir, atau berselawat.
  9. Menghentikan zikir atau bacaan lainnya saat khatib naik ke mimbar untuk menyampaikan khotbah Jumat.

Syarat Sah Sholat Jumat

  1. Dilakukan di tempat yang termasuk ke dalam lingkungan perkampungan baik desa maupun kota.
  2. Sholat Jumat dilakukan saat sudah masuk waktu dzuhur.
  3. Sholat Jumat wajib dilakukan secara berjama'ah dengan jumlah minimal yang hadir dalam sholat jumat adalah sebanyak 40 orang.
  4. Sholat Jumat diawali dengan khutbah (termasuk membaca rukun khutbah) sebelum melaksanakan sholat Jumat.
  5. Sholat bisa dimulai ketika khatib membacakan dua khutbah.

Syarat Wajib Sholat Jumat

  1. Beragama Islam.
  2. Sudah baligh atau dewasa.
  3. Tidak gila atau mengalami gangguan mental lainnya.
  4. Laki-laki (wanita tidak wajib sholat Jumat).
  5. Sehat jasmani dan rohani (orang sakit tidak wajib sholat Jumat).
  6. Bertempat tinggal tetap atau menetap atau bermukim (orang yang sedang dalam perjalanan jauh tidak wajib sholat Jumat).
  7. Orang yang sedang dalam perjalanan jauh tidak wajib mengerjakan sholat Jumat. Hal ini merujuk pada hadis Rasulullah SAW. Artinya: " Bagi musafir tidak wajib sholat Jumat." (HR. Daruquthni).
2 dari 4 halaman

Cara Sholat Jumat yang Benar Sesuai Sunah

Cara sholat Jumat sebenarnya sama dengan cara mengerjakan sholat sunah dua rakaat pada umumnya yang diawali niat dan diakhiri dengan salam.

Namun ada perbedaannya yaitu pada sholat Jumat dikerjakan usai khatib selesai menyampaikan dua khutbah. Kemudian khatib turun dari mimbar sedangkan muadzin mengucapkan iqamah sebagai tanda sholat Jumat akan segera dimulai.

Gerakan sholat Jumat pun juga sama dengan gerakan sholat pada umumnya. Begitu pula dengan bacaan di dalamnya. Agar lebih jelasnya, berikut serangkaian cara sholat Jumat yang perlu diperhatikan bagi laki-laki muslim yang sudah memiliki kewajiban menjalankan sholat Jumat:

  • Niat sholat Jumat: “ Ushalli fardal jum’ati rak’ataini mustaqbilal qiblati makmuman lillahi ta’ala.”

Artinya: " Aku niat melakukan sholat Jumat dua rakaat dengan menghadap kiblat sebagai makmum karena Allah Ta'ala."

  • Takbiratul ihram dengan membaca Allahu akbar.
  • Disunahkan membaca doa iftitah.
  • Membaca surat al-Fatihah.
  • Membaca surah pendek.
  • Ruku dengan tumaninah.
  • I'tidal dengan tumaninah.
  • Sujud dengan tumaninah.
  • Duduk di antara dua sujud dengan tumaninah.
  • Sujud kedua dengan tumaninah.
  • Berdiri lagi menunaikan rakaat yang kedua.
  • Membaca surah al-Fatihah.
  • Membaca surah pendek
  • Ruku dengan tumaninah.
  • I'tidal dengan tumaninah.
  • Sujud dengan tumaninah.
  • Duduk di antara dua sujud dengan tumaninah.
  • Sujud kedua dengan tumaninah.
  • Duduk tasyahud akhir dengan tumaninah.
  • Mmebaca tasyahud akhir.
  • Membaca sholawat Nabi.
  • Salam
3 dari 4 halaman

Satu Kali atau Dua Kali Adzan, Mana yang Benar?

Ilustrasi© Liputan6.com

Perkara adzan satu kali atau dua kali menjelang sholat Jumat sebaiknya tidak diperdebatkan lagi. Sebab hal ini sudah diperdebatkan di kalangan ulama sejak dulu.

Adzan merupakan syariat yang telah dilakukan sejak jaman Nabi Muhammad SAW untuk mengingatkan kaum muslimin akan masuknya waktu sholat. Dilansir dari Islam Pos, adzan adalah bagian dari syariat Islam yang merangkai pada sholat dimulai pada tahun pertama hijriyah.

Adzan dan iqamah dikumandangkan sekali dalam setiap waktu sholat, hal ini berlaku sejak jaman Nabi, Abu Bakar dan Umar. Hal ini juga berlaku untuk adzan pertanda waktu sholat Jumat.

Adanya adzan dua kali menjelang sholat Jumat mulai berlaku ketika masa Sahabat Utsman bin Affan RA. Saat itu beliau menyadari umat Islam semakin banyak dan diperlukan pemberitahuan adzan untuk sholat Jumat lebih dari sekali.

Penambahan adzan menjelang sholat Jumat menjadi dua kali ini sebagaimana diriwayatkan dalm Kitab Shahih Imam Bukhari. Bahwa As Saib bin Yazid meriwayatkan “ pada masa Nabi SAW, Abu Bakar, dan Umar, adzan untuk sholat Jumat dilakukan ketika khatib telah duduk di mimbar. Ketika masa Utsman, dan jumlah umat Islam semakin banyak, dia menambah adzan pertama, dengan dikumandangkan kembali adzan di Zawra’ (Adzan kedua).”

4 dari 4 halaman

Kesepakatan Ulama

Dua kali adzan menjelang pelaksanaan cara sholat Jumat tersebut telah dilegitimasi oleh Dewan Fatwa Mesir. Bahwa tindakan Utsman bin Affan tersebut tidak menyimpang dari syariat. Sebab telah disetujui oleh para sahabat dan diteruskan pada masa pemerintahan sahabat Ali bin Abi Thalib hingga sekarang.

Imam Ibnu Hajar Al Asqalani menyebutkan adzan dua kali menjelang sholat Jumat termasuk bid’ah hasanah. Bahkan adzan dua kali juga telah mendapat legitimasi dari Nabi SAW melalui hadisnya:

“ Siapa dari kalian yang masih hidup setelahku akan melihat banyak perselihan. Maka hendaklah kalian berpegang pada sunahku dan sunah para Khulafau Rasyidin.” (HR. Ibnu Hibban dan Al Hakim).

Kesimpulannya, adzan sekali ataupun dua kali menjelang Sholat Jumat adalah benar semuanya. Karena keduanya dilakukan berdasarkan dalil yang kuat. Maka sudah sepantasnya hal itu tidak perlu diperdebatkan lagi, terlebih saling menyalahkan.

Wallahu a’lam.

 

Beri Komentar