Cerita Mamat Pilih Profesi Jadi Penggali Kubur Sejak SMA

Reporter : Sugiono
Senin, 19 Juli 2021 10:24
Cerita Mamat Pilih Profesi Jadi Penggali Kubur Sejak SMA
Kalau ada kematian, saya langsung akan tinggalkan urusan dunia dan fokus pada urusan fardu kifayah dulu.

Dream - Kisah seorang penggali kubur berusia 25 tahun mencuri perhatian netizen. Dalam sebuah video TikTok yang sudah ditonton lebih dari 1,2 juta kali itu si pemuda terlihat sedang berada di dalam liang lahat.

Dalam video itu, permuda bernama Muhammad Shahira Mohd Hanafi berbaring di dalam liang lahat sambil diperhatikan seorang temannya yang sedang memegang cangkul.

Pria yang akrab disapa Mamat ini kemudian menceritakan awal mula dia terjun di dunia gali menggali kuburan yang ditekuni sejak zaman sekolah dulu.

1 dari 5 halaman

Cerita Mamat Pilih Profesi Jadi Penggali Kubur Sejak SMA

Menurut operator forklift yang bekerja di sebuah pabrik minyak sawit itu, pekerjaan penggali kubur merupakan warisan dari ayahnya yang kini sudah lanjut usia

Mamat mengawali 'karier' sebagai penggali kubur sejak dia duduk di bangku SMA. Awalnya dia sering ikut membantu ayahnya menggali kuburan.

" Saya bertugas menggali kubur untuk dua buah kampung (desa). Kemudian ketika umur 20 tahun, ayah menyerahkan tugas itu kepada saya.

" Saya berani menjadi penggali kubur karena ayah. Saya pikir kalau saya tidak belajar, siapa yang mau gantikan ayah?" kata pemuda dari Malaysia ini.

2 dari 5 halaman

Awalnya Cuma Bantu Mencangkul Kuburan

Mamat yakin dia bisa menjadi penggali kubur seperti ayahnya. Saat bantu sang ayah, Mamat kebagian tugas untuk mencangkul saja.

Mamat mewarisi pekerjaan jadi penggali kubur dari ayahnya.© mStar.com.my

" Tapi sekarang ayah sudah tua, saya juga yang ambil alih, " ujar pemuda yang menetap di Setiu, Terengganu, ini.

Menurut Mamat, tugas itu bukan dilakukan sendirian tetapi secara gotong-royong dengan teman sekampung yang lain.

3 dari 5 halaman

Mendahulukan Urusan Akhirat Ketimbang Dunia

Mamat mengaku dia akan mendahulukan urusan menggali kubur sekiranya ada kematian, meski dirinya sedang sibuk dengan pekerjaan utamanya.

" Bos saya sudah paham. Kalau ada kematian, saya langsung akan tinggalkan urusan dunia dan fokus pada urusan fardu kifayah dulu.

" Saya bahkan sudah enam tahun bekerja di pabrik tersebut. Biasanya untuk menggali satu kuburan butuh waktu sekitar tiga jam," jelas Mamat.

4 dari 5 halaman

Sebagai Pengingat Akan Kematian

Apalagi, lanjut Mamat, kematian tidak terlalu sering terjadi di desanya. Kadang-kadang sebulan atau tiga bulan sekali baru ada kematian.

Menurut anak keempat dari enam bersaudara ini, profesi menggali kubur memberi kesadaran kepadanya agar senantiasa ingat akan kematian.

" Yang terbayang dalam pikiran saya, lambat atau cepat saya akan mati juga. Maknanya kalau saya tak masuk (liang lahad) sekarang, nanti saya akan masuk sini juga," ujarnya.

Sumber: mStar

5 dari 5 halaman

Videonya

      Lihat postingan ini di Instagram      

Sebuah kiriman dibagikan oleh mStar (@mstaronlineofficial)

 

Beri Komentar