Dagu Termasuk Aurat Pada Wanita?

Reporter : Ahmad Baiquni
Selasa, 15 Juni 2021 12:32
Dagu Termasuk Aurat Pada Wanita?
Bagi wanita, aurat adalah seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan.

Dream - Sebagai Muslim, tentu kita sudah tidak asing dengan istilah aurat. Istilah ini merujuk pada anggota tubuh tertentu yang tidak boleh terlihat.

Batasan aurat dibedakan antara pria dengan wanita. Pada pria, aurat ditetapkan mulai dari pusar ke bawah hingga lutut.

Berbeda pada wanita, aurat ditetapkan seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan. Baik pada pria maupun wanita, aurat wajib tertutup terutama saat sholat.

Jika sampai tersingkap atau terbuka, maka sholat dapat menjadi batal. Sehingga tertutupnya aurat menjadi hal penting ketika sholat.

Tetapi, ada persoalan dalam pemahaman terkait dagu pada wanita. Apakah dagu wanita termasuk aurat atau bagian dari wajah sehingga tidak perlu ditutup.

 

 

1 dari 2 halaman

Batasan Wajah Wanita Menurut Ulama

Terkait hal ini, para ulama memberikan batasan wajah dalam konteks wudhu. Para ulama menetapkan wajah adalah bagian tubuh yang wajib hukumnya dibasuh secara sempurna ketika wudhu.

Karena itulah, terdapat batasan mana saja yang termasuk wajah dan tidak. Sehingga wanita bisa membuka atau menutup bagian mana saja yang sudah ditetapkan.

Dalam kitab Al Muhadzdzab, Imam Syairazi memberikan penjelasan berikut.

" Kemudian membasuh wajah dan itu wajib sebagaimana sabda Allah Ta'ala, " maka basuhlah wajah kalian" , dan wajah adalah apa yang ada di antara tempat tumbuhnya rambut kepala sampai ke dagu dan ujung kedua janggut, itu panjangnya, dan dari kuping ke kuping adalah lebarnya."

Imam Nawawi membenarkan pandangan tersebut dalam kitabnya Al Majmu' Syarh Al Muhadzdzab. Pandangan itu sebelumnya juga disinggung oleh Imam Asy Syafi'i dalam kitabnya Al Umm, yang kemudian menjadi rujukan Mazhab Syafi'iyah.

 

2 dari 2 halaman

Bagaimana dengan Dagu?

Terkait dagu, para ulama berbeda pendapat. Ini karena terdapat beda padangan di antaranya ulama mengenai batasan wajah antara ujung dagu atau pangkal dagu.

Sementara, pangkal dagu dinyatakan tidak dapat tertutup sempurna jika ujung dagu tidak ditutup. Karena ini pandangan ini, ulama Mazhab Syafi'iyah menyatakan ujung dagu wajib ditutup.

Tetapi berbeda halnya dengan ulama Mazhab Hanafiyah dan Malikiyah. Dua mazhab tersebut menyatakan ujung dagu terbuka tidak membatalkan sholat karena bagian dari wajah.

Sedangkan wajah harus terbuka ketika sholat. Jika ada bagian wajah sampai tertutup, ulama dari dua mazhab ini menyatakan sholat menjadi tidak sah.

Sumber: Bincang Muslimah.

Beri Komentar