Dakwah dan Sikap Alim Duo 'Mesin' Gol ManCity

Reporter : Sandy Mahaputra
Jumat, 16 Mei 2014 11:19
Dakwah dan Sikap Alim Duo 'Mesin' Gol ManCity
Kedua memang cukup diandalkan ManCity untuk memberikan kemenangan dalam laga krusial musim ini.

Dream - Keberhasilan Manchester City merebut gelar Premier League 2013/2014 tak terlepas dari kinerja apik dua pemain muslim, Yaya Toure dan Edin Dzeko. Keduanya menjadi 'mesin' gol The Citizen. Dan mereka memang cukup diandalkan ManCity untuk memberikan kemenangan dalam laga krusial musim ini.

Selain cekatan di lapangan, Dzeko dan Toure dikenal sebagai seorang muslim yang taat. Ajaran Islam selalu dipegang teguh meski tim sedang dimabuk kemenangan.  Yaya Toure, misalnya, saat klub merayakan kemenangan di ruang ganti, dia menolak menerima sebotol besar champagne.

" Maaf, saya tidak minum alkohol. Saya Muslim," kata Yaya Toure sambil menyerahkan botol besar champagne ke Joleon Lescott, rekannya di ManCity.

Di balik kegarangannya di lapangan, pemain asal Pantai Gading itu adalah sosok yang lembut dan penuh pengabdian terhadap Islam. Meski sibuk latihan, pemain yang berposisi sebagai gelandang bertahan itu tak lupa menyempatkan salat lima waktu dan membaca Alquran.

Saat masih di Barcelona, adik Kolo Toure adalah imam bagi dua rekannya yang juga seorang muslim, Eric Abidal dan Seydou Keita. Ketiganya selalu menyempatkan diri shalat berjamaah. Yaya dianggap memiliki pengetahuan keagamaan yang lebih mumpuni dibanding keduanya.

Sikap serupa juga diperlihatkan Edin Dzeko. Penyerang yang disegani para pemain belakang lawan, dikenal sebagai muslim yang rendah diri.

Striker muslim asal Bosnia-Herzegovina itu rajin salat lima waktu dalam sehari. Saat menjadi penentu kemenangan tim, tak membuat Dzeko jumawa. Dia memilih merendah dan menginjak bumi ketimbang melangit karena pujian.

Pemain yang dibeli City dari VfL Wolfsburg sering tertangkap kamera berdoa dan mengusapkan kedua tangan ke muka menjelang laga berlangsung.

Penghuni lini depan timnas Bosnia itu juga berpuasa saat bulan Ramadan tiba. Ia tampak bergembira tahun ini masih bisa dipertemukan dengan bulan suci penuh ampunan bagi kaum Muslim tersebut.

“ Bulan Ramadan penuh berkah bagi semua umat Islam di seluruh penjuru dunia. Semoga Allah memberkati kita semua,” tulis Dzeko lewat akun twitter-nya, @EdDzeko.

Melihat catatan sejarah hidupnya, mungkin tidak ada yang menyangka pemain berjuluk Berlian dari Bosnia itu mampu berprestasi di lapangan hijau. Lahir pada 17 Maret 1986, di Sarajevo, Yugoslavia, orangtua Dzeko merupakan Muslim keturunan Bosnia. Karena itu sejak kecil dia dididik orangtuanya dengan budaya dan tradisi Islam.

Diketahui, Yaya Toure musim ini berhasil menyarangkan gol ke gawang sebanyak 20 kali, sedangkan Edin Dzeko mencatatkan 16 gol dalam 31 pertandingan.

(Sumber: Daily Mail, BBC)

Beri Komentar