Dapat Transfer Nyasar Rp6,7 Juta, Gadis Jujur Ini Cari Pemiliknya

Reporter : Ahmad Baiquni
Selasa, 12 November 2019 07:10
Dapat Transfer Nyasar Rp6,7 Juta, Gadis Jujur Ini Cari Pemiliknya
Dia ingin mengembalikan uang tersebut.

Dream - Seorang gadis asal Malaysia ramai menjadi pembicaraan di media sosial. Banyak netizen memberikan pujian atas kejujuran gadis tersebut.

Pada 6 November kemarin, gadis pemilik akun Twitter @Mijah16_ mengunggah pengumuman. Dia sedang mencari orang bernama Chandrakumar.

Dua hari sebelumnya, tepatnya pada 4 November kemarin, teman kakak gadis itu mendapat notifikasi uang masuk ke rekeningnya sebesar 2.000 ringgit, setara Rp6,7 juta. Setelah diperiksa, pengirim uang itu tidak dikenali.

Dalam catatan mutasi rekening, muncul nama Chandrakumar. Gadis itu kemudian membantu menyebarkan informasi agar pria tersebut ditemukan.

Dia lalu meminta pengguna Twitter memviralkan cuitannya. Harapannya pemilik sebenarnya dapat ditemukan dan uang tersebut dikembalikan.

" Tolong viralkan! Seorang pria India bernama CHANDRAKUMAR telah salah memasukkan uang senilai 2.000 ringgit ke nomor rekeong teman kakak saya namanya Ain pada 4 November 2019. Minta tolong viralkan agar dia dapat lagi uangnya," tulis @Mijah16_

 Salah transfer

 

1 dari 5 halaman

Niat Bantu Pemilik Uang

Salah satu teman Mijah mengatakan mereka telah menghubungi pihak bank dan pemilik uang tersebut. Sayangnya, upaya tersebut tidak berhasil.

" Niat baik mau menolong orang. Sudah datang ke bank, sudah telepon pemiliknya berkali-kalli tapi tidak menjawab sampai sekarang. Siapa tahu dengan cara ini (viral) keluarga dia atau kenalannya bisa menghubungi kami," kata dia.

Kejujuran gadis tersebut membuat netizen terharu. Mereka pun memuji gadis itu dan teman-temannya yang ikhlas membantu mengembalikan uang tersebut.

" Bagus sekali kalian, tidak pakai uang itu. Saya kagum sama kalian berdua," tulis seorang netizen.

" Kalian sungguh baik, semoga hal baik terjadi pada kalian. Saya pernah mengalami salah transfer uang ke rekening orang lain dan saya hubungi dia tapi dia menolak menjawab," tulis netizen lainnya.

Sumber: Siakapkeli.my

2 dari 5 halaman

Pria Non-Muslim Saban Jumat Rapikan Alas Kaki Jemaah Masjid, Alasannya Buat Haru

Dream - Kisah seorang pria paruh baya di Singapura ini bisa menjadi cermin tentang indahnya toleransi. Tanpa pernah berhitung, dia melakukan kebaikan kepada umat Islam.

Tiap waktu sholat Jumat tiba, paman bertelanjang kaki ini pasti ada di halaman Masjid Al Mawaddah Singapura. Ketika jemaah khusyuk mendengarkan khutbah, paman ini sibuk menata alas kaki di halaman masjid.

Ketika sholat Jumat selesai, dia segera berada di jalanan. Membantu mengurai arus lalu lintas di depan masjid agar tidak terjadi kemacetan.

Meski non-Muslim, paman bernama Steven Tan Lee Meng, 55 tahun ini rutin menata alas kaki di masjid setiap Jumat. Untuk menghargai kesucian masjid, dia selalu berada di luar dan tak pernah mau menapakkan kaki di ruang sholat.

" Semua datang ke masjid dari kantor atau dari rumah memakai alas kaki, tetapi setelah itu ada yang kehilangan sandal. Makanya saya bantu menata," ujar pria yang pernah bekerja sebagai teknisi komputer ini.

 

 

3 dari 5 halaman

Hanya Demi Kepuasan Hidup, Bukan Karena Uang

Bagi Paman Steven, melakukan kebaikan dengan membantu orang lain mendatangkan kepuasan dalam hidup. Dia pun membantah melakukannya karena alasan uang.

" Ada orang yang memberi saya uang tapi saya jelaskan ke mereka, saya bukan datang untuk uang, saya hanya ingin membantu. Mereka bilang ke saya terima saja dan boleh disedekahkan uang itu," kata Paman Steven.

Paman Steven mengidap gangguan kejiwaan bipolar. Dia tinggal dengan kakak perempuannya, Bibi Tan Geck Kian, 59 tahun, yang juga menderita gangguan jiwa, di kawasan Hougang.

Bibi Kian membenarkan hingga sekarang Paman Steven masih menjalani rawat jalan di Institut Kesehatan Mental. Bahkan dulu Paman Steven pernah harus dirawat intensif di sana.

 

4 dari 5 halaman

Bikin Hati Tersentuh

Meski begitu, kehadiran Paman Steven tidak pernah dianggap sebagai masalah oleh pengurus maupun jemaah Masjid Al Mawaddah. Relawan tetap Masjid Al Mawaddah, Shahrudin Rudin, 60 tahun, mengatakan Paman Steven tidak mengganggu orang malah membantu merapikan sepatu supaya ada ruang sholat yang lebih luas.

" Kalau tidak ada dia, saya yang melakukan ini sendirian," kata dia,

Jemaah Masjid Al Mawaddah, Syed Mohamed Bathushah, merupakan salah satu orang yang selalu memberikan buah tangan kepada Paman Steven. Dia merasa tersentuh dengan kebaikan Paman Steven.

" Tiap saya lihat dia, hati saya tersentuh, masih ada orang seperti ini di Singapura. Meski punya gangguan mental dan non-Muslim, hatinya mulia," kata dia.

Sumber: Berita Harian

5 dari 5 halaman

Demi Hidupi 12 Anak, Kakek Ini Jualan Roti Goreng

Dream - Usia senja mungkin identik dengan hidup tenang tanpa beban. Sayangnya, masih banyak para lansia yang terpaksa harus mencari nafkah hanya untuk menyambung hidup.

Seperti kisah kakek 73 tahun asal Kluang, Johor, Malaysia, yang biasa dipanggil Pak Mail berikut ini. Pada usia senja itu, dia harus berjualan roti goreng di tepi jalan.

Kisah Pak Mail diunggah di akun Youtube FS Channel. Setiap hari, Pak Mail berjualan roti goreng yang dikenal dengan nama lokal Jemput-jemput.

Lapak Pak Mail berada di Jalan Kampung Melayu. Dalam video itu, Pak Mail terlihat mengaduk adonan roti yang akan digoreng di wajan.

Dikutip dari World of Buzz, ada kisah haru di balik keseharian Pak Mail. Ternyata, dia tetap jualan roti goreng untuk menghidupi 12 anaknya, setelah sang istri meninggal 23 tahun lalu.

Beri Komentar
Tutorial Ikuti Audisi LIDA 2020 Indosiar di KapanLagi Lewat Handphone