Dasar Hukum Islam Adalah Al-Quran, Wahyu Allah SWT yang Miliki Kedudukan Paling Utama

Reporter : Widya Resti Oktaviana
Rabu, 8 Desember 2021 08:47
Dasar Hukum Islam Adalah Al-Quran, Wahyu Allah SWT yang Miliki Kedudukan Paling Utama
Al-Quran adalah pedoman hidup manusia dalam menjalani kehidupan di dunia.

Dream – Dasar hukum Islam adalah Al-Quran dan as-sunah yaitu hadist nabi Muhammad SAW. Sebagai wasiat dari Rasulullah, kedua dasar hukum Islam tersebut menjadi tuntunan hidup bagi semua muslim dalam menjalani hidup hingga akhir hayatnya. Quran dan Hadist mengatur berbagai sendi kehidupan agar selalu berada dalam syariat Allah SWT.

Meski zaman terus berkembang dan berubah, Al-Quran dan sunah Rasulullah SAW tetap menjadi sumber hukum bagi umat Islam dalam memecahkan permasalahan pelik. Kajian dan tafsir ulama menjadi tambahan pengetahuan untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Dasar hukum Islam yang utama tetaplah Al-Quran. Sebagai mukjizat terbesar Nabi Muhammad SAW, Al-Quran yang turun melalui malaikat Jibril dan disampaikan kepada Nabi Rasulullah berisi tentang semua petunjuk dari Allah SWT yang tidak mungkin berubah sampai akhir zaman. Bahkan tak akan ada satu orang manusia pun yang bisa membuatnya.

Sebagaimana firman Allah SWT dalam surat Asy Syu’ara ayat 192 hingga 195 yang artinya sebagai berikut:

Dan sesungguhnya Al-Quran ini benar-benar diturunkan oleh Rab semesta alam. Ia dibawa turun oleh Ar Ruh Al Amin (Malaikat Jibril) ke dalam hatimu (Muhammad) agar kamu menjadi salah seorang dari orang-orang yang memberi peringatan dengan bahasa arab yang jelas.” (QS. Asy Syu’ara: 192-195).

Berikut adalah penjelasan mengenai dasar hukum Islam adalah Al-Quran yang menjadi dasar hukum utama, sebagaimana telah dirangkum oleh Dream melalui berbagai sumber.

1 dari 3 halaman

Pengertian Hukum Islam

Dalam kehidupan umat Islam, hadirnya hukum Islam digunakan untuk mengatur tingkah laku bagi setiap pemeluknya dengan sifat yang mengikat. Seperti dikutip melalui Liputan6.com, hukum Islam atau yang juga disebut dengan syariah adalah sistem kaidah-kaidah yang didasarkan kepada wahyu Allah SWT dan juga sunah Rasul.

Adanya hukum Islam ini dijadikan sebagai pedoman untuk umat agar sesuai dengan jalan Allah SWT. Di mana dasar hukum Islam adalah Al-Quran yang berisi pedoman-pedoman tersebut untuk menuntun atau membimbing umat Islam agar sesuai dengan syariat-Nya. Oleh karena itu, hukum Islam haruslah selalu dipatuhi. Sehingga nantinya bisa memberikan kemaslahatan bagi hidup manusia.

2 dari 3 halaman

Tujuan Hukum Islam

Setelah mengetahui pengertian dari hukum Islam, penting juga diketahui apa sebenarnya tujuan dari hukum Islam tersebut. Sebagaimana dilansir melalui Merdeka.com, tujuan hukum Islam menurut tokoh Islam yang bernama Abu Ishaq al Shatibi adalah sebagai berikut:

Agama

Tujuan hukum Islam yang pertama adalah agama. Hal ini karena agama sendiri adalah pedoman bagi kehidupan manusia di dunia. Dengan agamalah, maka manusia bisa mengetahui mana yang boleh dilakukan dan mana yang dilarang oleh Allah SWT. Sehingga manusia pun tidak akan terjerumus.

Jiwa

Tujuan hukum Islam yang kedua adalah jiwa. Islam sendiri hadir dengan penuh kasih dan kepedulian pada setiap manusia. Oleh karena itu tujuan hukum Islam haruslah memelihara hal setiap manusia untuk bisa hidup dan mempertahankan kehidupannya di dunia ini.

Akal

Tujuan hukum Islam yang ketiga adalah akal. Allah SWT menciptakan manusia berbeda dengan makhluk lainnya. Di mana manusia diberikan akal yang membuatnya bisa berpikir dan mempertimbangkan setiap pilihan yang akan diambil.

Akal dalam hukum Islam sangatlah penting. Dengan menggunakan akal, maka manusia bisa berpikir dengan lebih baik mengenai Allah SWT, alam semesta, dan dirinya sendiri.

Keturunan

Tujuan hukum Islam yang keempat adalah keturunan. Di mana hal ini supaya nantinya kemurnian darah itu bisa terus dijaga dan dilanjutkan oleh keturunan-keturunan yang lahir di masa depan.

Harta

Tujuan hukum Islam yang terakhir adalah harta. Harta ini juga adalah pemberian Allah SWT yang tidak akan pernah tertukar dengan pemiliknya. Dengan harta inilah, maka manusia bisa mempertahankan hidupnya dan melangsungkan kehidupannya.

3 dari 3 halaman

Al-Quran sebagai Dasar Hukum Islam yang Utama

Al-Quran sebagai Dasar Hukum Islam yang Utama© Pixabay.com

Al-Quran mendapati posisi yang pertama sebagai dasar hukum Islam dan juga sumber utama dalam ajaran Islam. Hal ini pun telah disepakati oleh para ulama yang kemudian disusul dengan hadis Nabi.

Dikutip melalui buku Reformasi Hukum Islam di Indonesia, menurut Abdul Mannan bahwa Al-Quran adalah kalam Allah SWT yang diturunkan dengan perantara malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad saw dengan lafaz bahasa Arab, dengan makna yang benar agar menjadi hujah dalam pengakuannya sebagai Rasulullah.

Selain itu, Al-Quran juga adalah sebagai undang-undang yang dijadikan sebagai pedoman bagi manusia, sebagai amal ibadah jika dibaca. Ia ditadwinkan di antara dua lembar mushaf yang dimulai dari surat Al-Fatihah dan ditutup dengan surat An-Nas.

Melalui sebuah tulisan berjudul Al-Quran Sebagai Sumber Hukum Islam karya Drs. H. Abdullah Berahim dijelaskan Al-Quran ini bersifat kully, umum atau global dalam menjelaskan suatu permasalahan. Sehingga untuk mengetahui kandungan dalam Al-Quran, diperlukanlah hadis Nabi agar lebih mudah untuk memahaminya secara jelas.

Kecuali dari sifat kully, umum atau global tersebut, Al-Quran telah menjelaskan secara detail tentang hal-hal yang berkaitan dengan akidah, kewarisan, li’an antara suam dan istri, berbagai macam hukum jarimah hudud dan perempaun yang dilarang untuk menikah.

Karena Al-Quran adalah wahyu yang langsung datang dari Allah SWT, itulah mengapa dasar hukum Islam adalah Al-Quran yang menempati kedudukan pertama dalam menyelesaikan segala permasalahan di dunia ini. Untuk kemudian disusul dengan hadis Nabi saw, ijma, dan kemudian qiyas.

Beri Komentar