Dedi Mulyadi Marah Sopir Bawa Ambulans ke Warung Sate, Endingnya Malah...

Reporter : Arini Saadah
Sabtu, 6 November 2021 11:02
Dedi Mulyadi Marah Sopir Bawa Ambulans ke Warung Sate, Endingnya Malah...
Sembari berhenti di pinggir jalan, Dedi Mulyadi memarahi dan mengarahkan kepada sopir tentang hukum pidana yang bisa menjerat karena menggunakan mobil ambulans seenaknya.

Dream - Politikus Dedi Mulyadi kembali menjadi sorotan masyarakat karena aksinya yang merakyat. Kali ini ia menemukan sebuah mobil ambulans berada di tempat yang tidak seharusnya.

Dedi Mulyadi melihat ada mobil ambulans di jalan. Kemudian ia mengikutinya hingga tiba di suatu tempat. Rupanya mobil ambulans tersebut tidak sedang mengantar pasien, melainkan digunakan untuk nongkrong di warung sate. Kelakuan sopir ambulans itu pun lantas bikin Dedi Mulyadi ngamuk bukan main.

Sembari berhenti di pinggir jalan, ia memarahi dan mengarahkan kepada sopir tentang hukum pidana yang bisa menjerat karena menggunakan mobil ambulans seenaknya.

Setelah lama dimarahi, endingnya sopir ambulans itu pun terkejut dengan aksi yang dilakukan oleh Dedi Mulyadi. Penasaran bagaimana kelanjutannya? Simak ulasan selengkapnya berikut ini.

1 dari 4 halaman

Ambulans Berhenti di Warung Sate

Ilustrasi© YouTube/KANG DEDI MULYADI CHANNEL

Kang Dedi, panggilan akrab Dedi Mulyadi, sedang jalan-jalan sore bersama anaknya mengendarai sepeda motor. Saat itu pula ia mendapati ambulans yang justru tidak mengarah ke fasilitas kesehatan.

Tepatnya dari arah Desa Cipinang, Cimaung, Bandung ke Wanayasa, Cibatu, Jawa Barat. Keberadaan ambulans itu membuat Kang Dedi penasaran. Lantas ia mengikutinya dari belakang.

Setelah diikuti, rupanya mobil ambulans tersebut berhenti di depan warung makan sate. Melihat hal tersebut, sang sopir pun langsung kena amukan Kang Dedi.

" Ini ambulans tidak posisi di desa. Ambulans fungsinya apa? Kan harusnya standby di desa pak. Jadi kalau ada pasien, ambulans jalan. Enggak boleh ambulans digunakan untuk kegiatan di luar peruntukannya," ujar Dedi, dikutip dari YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL.

" Siap-siap," kata sopir ambulans.

" Bukan siap. Ini salah lo pak," ucap Dedi.

 

2 dari 4 halaman

Sopir Ambulans Tak Berkutik

Ilustrasi© YouTube/KANG DEDI MULYADI CHANNEL

Tak sendirian, ternyata sopir ambulans terlihat sedang bersama seorang wanita paruh baya. Keduanya mengenakan baju seragam berwarna merah serta ID Card yang dikalungkan di leher. Kena amukan Kang Dedi, keduanya hanya bisa mengiyakan tak dapat berkutik.

" Ini kan bukan jalur rumah sakit. Maka ketika ada ambulans Cipinang lurus ke arah Wanayasa, saya jadi (merasa) aneh. Kenapa? Coba kalau mendadak di Cipinang ada yang sakit," tanya Dedi.

Ia menegaskan, tak ingin kejadian yang sama terulang lagi. Baik dari si sopir maupun para sopir desa ambulans lainnya.

" Saya bukan apa-apa ini, saya enggak mau ini jadi kebiasaan oleh yang lain. Boleh enggak dibawa selain angkut pasien? Kan ada standarisasinya pak. Saya dari tadi ngikutin bapak," lanjutnya.

3 dari 4 halaman

Ancaman Pidana

Ilustrasi© YouTube/KANG DEDI MULYADI CHANNEL

Bahkan Dedi Mulyadi juga menjelaskan tindakan yang menurut kebanyakan orang sepele itu bisa dikenai hukuman pidana lantaran aset desa dipergunakan untuk kepentingan pribadi.

Terlebih jika diperuntukkan sekedar untuk jalan-jalan. Saat ada keadaan darurat dan si sopir tidak siaga, bisa dijerat hukum karena tidak gerak cepat mengambil penanganan.

" Ini saya mau makan sate," kata si sopir ambulans.

" Ini nanti aneh pak, masa ada ambulans nongkrong di warung sate. Ini saya ngingetin saja, enggak boleh. Nanti orang jadi omong. Ambulans untuk angkut pasien. Nanti kalau buat nongkrong, kemudian ada emergency, bapak bisa dipidana lo pak," tegas Dedi.

4 dari 4 halaman

Endingnya Bikin Kaget

Ilustrasi© YouTube/KANG DEDI MULYADI CHANNEL

Setelah cukup lama dimarahi Kang Dedi, sopir ambulans dan rekannya itu berpamitan. Saat itu, Kang Dedi menyerahkan sejumlah lembar uang berwarna merah. Ia mengingatkan sang sopir untuk tidak berbuat hal yang sama lagi, serta bekerja lebih rajin.

" Ya sudah ini buat bapak makan. (kerja) yang rajin ya. Tapi nanti enggak boleh lagi. Ambulans harus untuk angkut pasien dan kepentingan gawat darurat," ucapnya.

Tak ayal sikap baik Kang Dedi membuat si sopir seraya luluh. Ia bahkan berpamitan untuk memilih pulang dan tidak jadi jajan.

" Saya putar arah dan makan di rumah. Nuhun," ucap sopir.

" Yang penting saya sudah ngingetin. Nasib orang ini kadang bisa apes. Coba ini bayangkan, bapak lagi apes. Ambulans lagi dibawa, di sana ada ibu mau melahirkan malah mati di jalan karena mobil enggak ada. Bapak bisa diproses (hukum)," tandas Dedi.

Beri Komentar