Dedikasi Rabiah bin Ka'ab, Layani Rasulullah Hingga Tak Mau Nikah

Reporter : Ahmad Baiquni
Jumat, 17 Mei 2019 08:00
Dedikasi Rabiah bin Ka'ab, Layani Rasulullah Hingga Tak Mau Nikah
Rabiah bertugas menyiapkan keperluan wudhu Rasulullah.

Dream - Rasulullah Muhammad SAW terkenal dengan sikapnya yang begitu menghargai orang lain. Tidak hanya pada sahabatnya saja, sampai pada para pelayannya.

Tidak mengherankan jika para pelayan Rasulullah melayani Sang Nabi sepenuh hati. Rasa cinta dan sayang kepada Rasulullah membuat mereka selalu ikhlas dan gembira memberikan layanan.

Pun demikian dengan Rabiah bin Ka'ab. Sahabat ini bahkan sampai tidak mau menikah demi bisa terus melayani Rasulullah.

Rabiah bertugas menyiapkan segala keperluan Rasulullah saat wudhu dan buang hajar. Dia melayani Rasulullah sepanjang hari dan selalu siap sedia apabila Rasulullah memanggil tiba-tiba di malam hari.

Dedikasi yang tinggi dari Rabiah membuat Rasulullah merasa perlu memberikan balas budi. Rasulullah lalu memanggil Rabiah dan meminta sahabat itu mengutarakan keinginannya.

1 dari 3 halaman

Keinginan Rabiah

Rasulullah pun menjamin segala permintaan Rabiah dipenuhi. Rabiah sendiri adalah seorang yang miskin dan tidak memiliki rumah. Selama bersama Rasulullah, dia tinggal di emperan Masjid Nabawi dengan para Ahlus Shuffah.

Dia sama sekali tidak menginginkan harta, kekayaan, ataupun hal-hal duniawi lainnya. Ketika diminta Rasulullah mengutarakan keinginan, Rabiah hanya mau bersama dan melayani sang Nabi baik di dunia maupun akhirat.

Rasulullah lalu berkata kepada Rabiah, jika ingin bersamanya di akhirat maka harus banyak bersujud kepada Allah. Setelah mendapat pesan tersebut, Rabiah sangat rajin beribadah agar keinginannya bisa bersama Rasulullah di akhirat terkabul.

 

2 dari 3 halaman

Sempat Tak Mau Menikah

Selain itu, Rabiah juga belum berkeluarga. Kondisi tersebut membuat Rasulullah prihatin dan mendorong Rabiah untuk menikah.

Dengan begitu, Rabiah memiliki teman berbagi. Sayangnya, Rabiah tidak mau menikah karena takut tugasnya terganggu.

" Aku tidak ingin ada sesuatu yang mengganggu tugasku melayanimu, Rasul," kata Rabiah.

Tidak kurang akal, Rasulullah kembali menanyakan Rabiah apakah dia ingin menikah beberapa waktu kemudian. Kali ini, Rabiah mengaku tidak memiliki harta sepeserpun untuk diberikan kepada istrinya kelak jika menikah.

 

3 dari 3 halaman

Akhirnya...

Kondisi itulah yang membuat Rabiah enggan menikah. Dia pesimis ada wanita yang menikah dengannya.

Lalu, Rasulullah menyuruh Rabiah pergi ke suatu kaum. Di sana, ada wanita yang dinilai Rasulullah cocok dengan Rabiah.

Ketika berangkat, Rabiah juga dibekali sebutir emas dan seekor kibas (kambing) oleh Rasulullah. Emas itu dipakai sebagai mahar sedangkan kibas disembelih untuk sajian saat walimah pernikahan Rabiah dengan wanita pilihan Rasulullah.

Sumber: NU Online.

Beri Komentar
ANGRY BIRDS 2, Animasi Lucu dengan Pesan Tersembunyi - Wawancara Eksklusif Produser John Cohen