Demi Danu...

Reporter : Ismoko Widjaya
Selasa, 23 Agustus 2016 19:16
Demi Danu...
Di tengah kabar duka, tim evakuasi tetap pada niatan awal.

Dream - " Danu kritis! Ngga bisa inget lagi siapapun. Mohon bantuan!" Pesan yang dikirim Septiana, mantan Ketua OSIS itu tiba-tiba membuat hening grup messenger yang biasanya riuh seperti pasar malam. Grup Alumni SMPN 1 Cikarang. Kabar yang sama menyeruak di grup whatsapp lain, Alumni SMUN 1 Cikarang. 

Tak lama masuk postingan foto yang membelalak mata. Foto seorang pria yang kami kenal terlihat tak berdaya. Berkaus kuning, tidur di atas kasur kapuk setipis tikar. Alat bantu pernafasan menjulur dari hidung. Di sampingnya berdiri tabung oksigen. Badannya tirus luar biasa. Tinggal tulang berbalut kulit.

Foto Gofarna Danu Dibrata membungkam cekikikan di grup Whatsapp Alumni SMPN 1 Cikarang angkatan 96. Nama yang unik dan memiliki arti yang baik. Gofar, dalam bahasa Perancis berarti cinta damai. Danu, dalam bahasa Jawa berarti orang yang menjadi cahaya penerang. Dalam bahasa Indonesia, Danu berarti busur ampuh. Dibrata, menurut bahasa sansekerta artinya tingkah laku yang lebih unggul. Tapi kami biasa memanggilnya Danu.

Semua kabar tentang Danu itu dipasok dari sang adik, Kiki namanya. Kiki terus memberi kabar terkini kepada teman-teman kakaknya. Dari kesehatan sampai kesadaran sang kakak, yang infonya nyaris lupa ingatan. Tak ada satupun orang yang dikenal.

Danu, yang dulu pecicilan semasa SMP dan rajin ekstrakulikuler basket itu kini tergolek lemas di rumah. Kondisi yang memprihatinkan itu menggerakkan teman-teman alumni. Tanpa komando, satu persatu menyumbang saran. Sampai akhirnya mengerucut mengumpulkan donasi. Dana terkumpul dari banyak kocek.

20 Tahun lebih para alumni ini berpisah, pernah bersama di satu sekolah. Tapi ini tak menyurutkan semangat buat kumpul kembali. Sepakat, beberapa kawan berangkat ke kediaman Danu. Ada bu Haji Rinny, Pipit `Pite`, Diena, dan Septiana. Meluncur ke daerah yang namanya Cabang Bungin, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi. Iya, Bekasi. Galaksi lain dari Bumi.. Ha-ha-ha...

Gofarna Danu© Facebook

(Saat membesuk Danu, Foto: Facebook Rinni Setiawati)

Melihat kondisi Danu membuat hati miris. Kondisi ekonomi keluarganya biasa saja sebenarnya. Tapi penanganan Danu membuat hati kawan-kawan tak bisa tinggal diam. Penyakit yang sudah 3 bulan dideritanya itu menggerus habis badannya. Melihat perawatan Danu, membuat para alumni tergerak. Diputuskan, " Danu harus dievakuasi" .

Danu harus dibawa ke rumah sakit agar mendapat perawatan yang layak. Sang adik, Kiki mengabarkan, kakaknya tak punya BPJS. Fasilitas pengobatan termurah itupun dia tak punya. Lagi-lagi, teman-teman alumni ini bergerak otomatis.

Dimotori Septiana, semua seperti mendapat peran masing-masing. Bowo `Bow` menyiapkan mobil untuk evakuasi, Johan `Jotem` Yanuar siap di belakang setir. Ditemani Purnama `Apis`, dan Ujang `Ute` Teddy.

Wina si pengacara menyiapkan segala kebutuhan legal. Mbak Perawat Rofi Mardini siap-siap menerima Danu di RSUD Kabupaten Bekasi. Sri memasok konsumsi. Semua yang mengambil peran itu, semuanya alumni. Bukan orang lain. Semua bergerak sukarela. Tak diperintah, hanya koordinasi.

Senin malam 22 Agustus 2016 tim evakuasi bersiap. Seketika ada kabar di grup alumni yang bikin syok. Kiki, adik Danu yang biasa memberi kabar terkini kondisi kakaknya itu, meninggal dunia. Sempat muntah darah, kritis, akhirnya tak tertolong. Innalillahi wainnailaihi rajiun.

Kiki yang kerap memberi kabar kritis sang kakak itu telah pergi. Tapi, di tengah kabar duka, tim evakuasi alumni tetap pada niatan awal.

Gofarna Danu© Facebook

(Tim `evakuasi` Danu, Foto: Facebook Rinni Setiawati)

Sekitar pukul 23.00 WIB mobil sampai di kediaman Danu. Perjalanan dua jam lamanya membawa Danu ke rumah sakit. Tak mudah. Lokasi rumah yang lumayan jauh dari kota. Lepas tengah malam, Danu tiba di rumah sakit. Alhamdulillah lancar.

Dalam suasana duka, Danu tiba selamat di rumah sakit. Semua demi Danu. Lekas sembuh, cepat pulih dan kembali kumpul bersama para alumni.

Di tengah gemerlap dunia digital, grup messenger, sosial media yang terus berdenyut, ternyata silaturahmi itu tetap harus dijalin. Bertemu langsung, berkomunikasi dan tindakan nyata. Luar biasa kawan.... (Ism)

 

Kirimkan kisah nyata inspiratif di sekitarmu atau yang kamu temui, ke komunitas@dream.co.id, dengan syarat dan ketentuan sebagai berikut:

1. Lampirkan satu paragraf dari konten blog/website yang ingin dipublish
2. Sertakan link blog atau sosmed
3. Foto dengan ukuran high-res
4. Isi di luar tanggung jawab redaksi

Beri Komentar