Keutamaan Mengucap Hamdalah Saat Menerima Makanan

Reporter : Ahmad Baiquni
Senin, 21 Oktober 2019 20:00
Keutamaan Mengucap Hamdalah Saat Menerima Makanan
Makanan merupakan salah satu rahmat Allah untuk makhluknya.

Dream - Berbagi makanan dengan sesama mungkin sudah menjadi kebiasaan kita. Ada perasaan lega ketika berbagi makanan dengan terutama kepada mereka yang membutuhkan.

Makanan merupakan salah satu bentuk rahmat Allah yang diberikan kepada setiap makhluknya. Dengan makanan, seseorang bisa memperoleh energi untuk melanjutkan aktivitasnya.

Sebagai manusia kita patut bersyukur ketika masih diberi rezeki makanan. Apalagi jika kita mendapatkannya dari orang lain.

Dikutip dari Bincang Syariah, terdapat anjuran bagi umat Islam untuk mengucap hamdalah setiap kali mendapatkan makanan. Memang terkesan sepele, tapi ternyata banyak juga yang tidak melakukannya.

Padahal, mengucap hamdalah sebenarnya merupakan salah satu wujud bersyukur dan ungkapan terima kasih kita sebagai hamba kepada Allah. Mengucap hamdalah berarti kita membenarkan telah menerima nikmat-Nya.

Dalam hadis riwayat Imam Bukhari, Abu Hurairah bercerita mengenai pengalamannya membawakan cangkir kepada Rasulullah Muhammad SAW.

" Aku memberikan cangkir kepada Nabi SAW. Kemudian beliau memuji Allah dan menyebut nama-Nya (membaca basmalah)."

1 dari 6 halaman

Termasuk Ketika Memesan Makanan

Anjuran mengucap hamdalah tidak hanya ketika ada orang memberi makanan. Juga ketika kita membeli makanan lewat pesanan.

Selain mengucap terima kasih para orang yang mengantarkan, hendaknya kita juga mengucap hamdalah. Bahkan sebelum ucapan terima kasih itu disampaikan.

Dengan begitu, kita sudah menjalankan sunah Rasul sekaligus memperlakukan orang lain dengan baik. Tak hanya itu, mengucap hamdalah juga menujukkan kepribadian yang lapang dada.

Ungkapan syukur lewat hamdalah tidak sebatas dari mulut saja melainkan hingga hati. Karena di dalam kalimat tersebut juga mengandung unsur zikir mengingat Allah.

Syeikh Ibnu Utsaimin dalam kitabnya Syarh Riyadhush Shalihin memberikan penjelasan demikian.

" Di antara faedah hamd (hamdalah) yaitu tatkala seseorang memulai melakukan sesuatu dengan pujian kepada Allah niscaya Allah Ta’ala akan menjadikan keberkahan di dalamnya."

Sumber: Bincang Syariah

2 dari 6 halaman

Belajar Mengatasi Depresi dari Maryam, Ibunda Nabi Isa AS

Dream - Kematian artis Korea Selatan, Sulli menyedot perhatian publik. Diduga, Sulli meregang nyawa bunuh diri akibat depresi terkena serangan bully atau perundungan.

Sulli merupakan satu dari deretan artis dunia yang meninggal karena depresi. Tak ayal, depresi menjadi momok yang sangat ditakuti banyak orang.

Bicara mengenai depresi, tidak ada cara lain mengatasinya selain menahan diri dan pandai mengolah emosi.

Ada baiknya umat Islam belajar dari Maryam, ibunda Nabi Isa AS, yang kisahnya terabadikan dalam Surat Ali Imron dan Maryam di Alquran.

Dikutip dari Islami, Maryam adalah wanita mulia di hadapan Allah. Dia terkenal sebagai rajin ibadah dan selalu berdiam dalam mihrabnya, hingga Allah menyiapkan makanan khusus untuknya.

Dalam ayat 16-34 Surat Maryam, diceritakan awalnya Malaikat Jibril mendatangi Maryam, memberitahukan bahwa wanita itu akan hamil. Sementara, Maryam belum pernah sekalipun disentuh pria.

 

3 dari 6 halaman

Beban Maryam Hadapi Perundungan

Begitu hamil, Maryam menjadi korban perundungan dari lingkungan sekitarnya. Banyak yang menuding Maryam sebagai seorang pezina.

Dengan hati berkecamuk dan perut yang membesar, Maryam pergi meninggalkan kediamannya menuju tempat yang jauh.

Di tempat itulah, Maryam melahirkan Isa yang kelak menjadi salah satu utusan Allah SWT.

Ketika mengalami kontraksi akan melahirkan, Maryam bersandar pada pangkal pohon kurma. Dia lalu berkata, " Andai saja aku mati, menjadi tidak berarti dan dilupakan semua orang."

Sejenak kemudian, Malaikat datang dan mengingatkan agar tidak bersedih. Malaikat itu menyarankan agar Maryam menggoyang pangkal pohon kurma hingga buahnya berjatuhan dan menjadi bahan pangan.

 

4 dari 6 halaman

Berkah Kekuatan Iman

Maryam merasakan betul pedihnya dihina dan merasa tidak berharga. Dia mengalami kesedihan secara mendalam hingga dua pekan lamanya.

Di tengah perasaan yang berkecamuk, Malaikat Jibril menghiburnya. " Jangan bersedih, Allah telah menyiapkan anak sungai dan kurma untukmu, makan, minum dan bersenang hatilah."

Selain itu, Jibril juga menyarankan agar Maryam puasa bicara. Hingga suatu hari Isa lahir ke dunia dan Maryam memutuskan kembali ke rumahnya.

Perundungan yang didapat Maryam saat kembali tidak berhenti dan justru semakin bertambah besar. Banyak orang mencecar Maryam dengan tuduhan perzinahan sekaligus menanyakan banyak hal mengenai bayi yang digendongnya.

Tak sanggup menjawab, Maryam meminta orang-orang bertanya sendiri kepada bayi Isa. Dijawablah semua tudingan itu oleh Isa yang masih bayi.

Demikianlah Maryam, wanita yang paling suci di hadapan Allah tetap saja mengalami perundungan. Tetapi besarnya keimanan menyelamatkan dia dari dampak buruk kesedihan.

(ism, Sumber: Islami)

5 dari 6 halaman

Lafal Istighfar Usai Sholat Diajarkan Rasulullah

Dream - Usai sholat, setiap Muslim dianjurkan tidak langsung pergi. Tetapi, memanfaatkan sedikit waktu untuk beristighfar dan berzikir.

Istighfar dan zikir usai sholat menjadi jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah. Juga untuk memohon pengampunan atas segala kesalahan yang kita buat.

Di samping itu, waktu yang dianjurkan membaca istighfar adalah usai sholat fardlu. Ini sebagai pengingat kita mengenai belum sempurnanya sholat kita.

Rasulullah Muhammad SAW selalu memanfaatkan waktu usai sholat fardlu untuk beristighfar dan berzikir. Waktunya juga tidaklah lama namun cukup untuk mengingat Allah.

Ketika usai sholat, Rasulullah selalu melafalkan istighfar sebanyak tiga kali. Dilanjutkan dengan doa memohon keselamatan.

Lafal istighfar yang diajarkan Rasulullah terdapat dalam hadis riwayat Imam Muslim.

6 dari 6 halaman

Lafal Istighfar Usai Sholat

 Istighfar Usai Sholat

Astaghfirullah, Astaghfirullah, Astaghfirullah, Allahumma anta salam wa minka salam, tabarakta ya dzal jalali wal ikram.

Artinya,

" Aku memohon ampun kepada Allah, Aku memohon ampun kepada Allah, Aku memohon ampun kepada Allah. Wahai Allah, Engkaulah Dzat pemberi keselamatan, dan dari-Mu kudapatkan keselamatan. Maha Suci Engkau, wahai Tuhan Sang Pemilik keagungan dan kemuliaan."

Beri Komentar
Tutorial Ikuti Audisi LIDA 2020 Indosiar di KapanLagi Lewat Handphone