Dianjurkan Sholat Taubat Setiap Hari, Ini Manfaatnya

Reporter : Ahmad Baiquni
Senin, 14 Oktober 2019 20:01
Dianjurkan Sholat Taubat Setiap Hari, Ini Manfaatnya
Kesalahan dan dosa tidak bisa kita hindarkan dari kehidupan.

Dream - Tak ada manusia yang terlepas dari dosa, kecuali mereka yang sudah ditetapkan oleh Allah sebagai manusia ma'shum, yaitu para nabi dan rasul.

Sadar atau tidak, kita kerap melakukan kesalahan setiap harinya. Kesalahan tersebut berdampak pada semakin meningkatnya dosa.

Sudah jamak dipahami, dosa menyebabkan seseorang dimasukkan ke dalam negara. Bahkan dosa yang sifatnya kecil bisa jadi penghalang seseorang masuk surga.

Untuk itu, sangat dianjurkan bagi kita untuk selalu memohon ampun kepada Allah. Baik dengan ibadah maupun doa.

Dikutip dari Islami, cara tobat bisa melalui sholat Taubat. Sholat ini dapat menjadi penghapus dosa yang telah kita lakukan.

1 dari 5 halaman

Manfaat Sholat Taubat Setiap Hari

Sangat dianjurkan melaksanakan sholat Taubat setiap hari. Ini mengingat bisa jadi kita melakukan kesalahan setiap harinya.

Dasar pelaksanaan sholat Taubat salah satunya yaitu hadis riwayat Imam Tirmidzi.

Rasulullah Muhammad SAW bersabda, " Seorang hamba yang melakukan dosa kemudian dia bersuci dan mengerjakan sholat, setelah itu minta ampun kepada Allah, maka Allah akan mengampuni dosanya." Setelah itu, Rasul membaca ayat 'Dan juga orang-orang yang apabila melakukan perbuatan keji dan menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, dan mohon ampun atas dosa-dosa mereka (Surat Ali Imron ayat 135)'.

Sholat Taubat dilaksanakan dalam dua rakaat. Hati difokuskan untuk mengingat Allah.

Usai sholat, dianjurkan memperbanyak istighfar untuk memohon ampunan. Mudah-mudahan amalan ini dapat menjadi penggugur dosa.

Dianjurkan setiap hari agar Allah selalu mengampuni segala dosa yang pernah kita lakukan. Baik itu disengaja maupun tidak.

Sumber: Islami.

2 dari 5 halaman

Jangan Pernah Memotong Omongan Orang Lain, Ini Penjelasan Ulama

Dream - Islam mengajarkan manusia untuk menjadi makhluk beradab. Karena adab merupakan patokan dalam menilai perilaku seseorang.

Seseorang yang memiliki adab baik tidak akan menimbulkan kerugian dan kerusakan bagi saudaranya. Demikian pula sebaliknya, jika adab seseorang buruk, dia bisa menjadi ancaman bagi sesamanya.

Salah satu adab yang sangat diperhatikan dalam ajaran Islam adalah berbicara dengan orang lain. Ada sejumlah larangan yang harus diperhatikan, terutama soal memotong omongan orang lain.

Dalam ajaran Islam, memotong omongan orang lain merupakan aktivitas yang dilarang. Ada banyak dampak buruk yang ditimbulkan dari aktivitas ini.

Dikutip dari NU Online, Sayyid Abdullah bin Alawi Al Haddad dalam kitabnya Risalatul Mu'awanah wal Mudhaharah wal Muwazarah memberikan penjelasan sebagai berikut.

" Dengarkan orang lain yang berbicara kepadamu, dan jangan sekali-kali kamu putus pembicaraan itu, kecuali mengandung ucapan yang mendatangkan murka Allah, seperti ghibah (menggunjing), misalnya. Apabila seseorang sedang membicarakan sesuatu padamu, sedangkan engkau telah mengetahuinya sebelumnya, jangan tunjukkan bahwa engkau telah mengetahuinya. Yang demikian itu dapat membuatnya tersinggung. Ketika seseorang berbicara kepadamu tentang hal yang tidak sebenarnya, janganlah engkau mengatakan padanya, 'Berita itu tidak seperti yang engkau katakan, tetapi 'begini'... dan 'begini'... Dan jika berita itu berkaitan dengan masalah keagamaan, tunjukkan kepadanya bagaimana sebenarnya secara halus sehingga tidak menyinggung perasaannya."

 

3 dari 5 halaman

Sejauh Bukan Gunjingan

Larangan memotong omongan orang lain salah satunya karena setiap orang punya untuk didengarkan. Sehingga, hak dia untuk berbicara tidak bisa dipotong begitu saja tanpa alasan yang dibenarkan syariat.

Dibolehkan memotong omongan jika yang dibicarakan merupakan hal yang tidak sesuai syariat, seperti menggunjing. Karena menggunjing adalah hal yang dilarang dalam Islam dan pelakunya diibaratkan seperti sedang memakan bangkai saudaranya sendiri.

Tetapi, memotong omongan yang tidak menggunjing dibolehkan. Syaratnya, sebelumnya memohon izin lebih dulu.

 

4 dari 5 halaman

Jika Orang Bercerita Pengalaman

Kemudian, usahakan tidak memotong omongan orang mengenai sesuatu jika kita sudah mengetahuinya. Karena hal itu bisa membuat orang lain tersinggung.

Misalnya, seseorang baru pulang berlibur dan ingin bercerita pengalamannya. Sementara kita sudah pernah berlibur ke tempat tersebut.

Karena pernah pergi ke tempat yang sama, kita meminta orang lain untuk tidak bercerita pengalamannya. Sikap ini tergolong tercela karena bisa membuat orang tersebut malu bahkan tersinggung.

Hal ini disinggung dalam hadis riwayat Imam Ahmad.

Rasulullah Muhammad SAW bersabda, " Jika engkau mengatakan 'diamlah!' kepada orang-orang ketika mereka tengah berbicara, sungguh engkau mencela dirimu sendiri.

 

5 dari 5 halaman

Jika Kejadian Tak Persis Sama dengan Kenyataan

Lalu, jika orang bercerita peristiwa yang kejadiannya tidak persis dengan kenyataan, jangan pernah dipotong. Terutama jika yang dibicarakan bukanlah hal prinsipil.

Beda halnya jika yang dibicarakan adalah persoalan agama. Maka dibolehkan untuk memotong omongannya dengan niat meluruskan.

Apalagi jika yang dibicarakan adalah kabar bohong. Kita dibolehkan memotong omongannya dan mengingatkan agar tidak menyebarkan lagi berita bohong itu kepada orang lain.

Sumber: NU Online

Beri Komentar
Yenny Wahid Rilis Produk Kecantikan Halal