Perawat Pasien Virus Corona Dikucilkan di Kereta, Tindakan Suami Bikin Haru

Reporter : Ahmad Baiquni
Jumat, 14 Februari 2020 15:01
Perawat Pasien Virus Corona Dikucilkan di Kereta, Tindakan Suami Bikin Haru
Banyak yang mengalami kekhawatiran terkena virus corona.

Dream - Wabah virus corona menimbulkan ketakutan di sejumlah negara. Virus yang telah diberi nama Covid-19 ini membuat banyak orang melakukan langkah preventif mandiri.

Akibatnya timbul kejadian tidak mengenakkan. Seperti yang dialami perawat di China bernama Peng Cheng Yu.

Peng yang sudah berusaha keras merawat sejumlah pasien terinfeksi Covid-19 malah mendapat perlakuan membuatnya tak nyaman.

Ketika naik kereta, sejumlah orang yang mengetahui profesi Peng tampak berdiri menjauh wanita itu. Alasannya, mereka takut terinfeksi virus dan mengira Peng bisa terjangkit corona akibat merawat pasiennya.

 

1 dari 6 halaman

Dukungan dari Suami

Tentu, Peng sangat tidak enak berada dalam situasi tersebut. Tetapi, sang suami, Yeo Yeu Ann, justru merasa bangga pada Peng dan membagikan kisah Peng di akun Facebooknya.

" Sangat bangga dengan istriku yang cantik ketika dia pergi bekerja setiap hari. Masalahnya, dia melihat orang-orang di kereta memberinya sedikit ruang," tulis Yeo, dikutip dari Liputan6.com.

Yeo mengatakan banyak orang merasa khawatir ketika melihat Peng mengenakan seragam perawat. Peng sempat berpikir untuk ganti pakaian sebelum naik kereta.

" Itulah dia, sangat perhatian demi orang lain," tulis dia,

 

2 dari 6 halaman

Perawat Seharusnya Dapat Penghargaan

Yeo pun mencoba meyakinkan banyak orang agar tidak khawatir dengan seragam perawat. Seragam perawat seharusnya menjadi kebanggaan dan kekaguman di tengah masyarakat.

" Terutama di waktu-waktu seperti sekarang ini," kata Yeo.

Karena itulah, Yeo mengaku selalu memegang tangan Peng untuk memberikan dukungan kepadanya. Dia sangat bangga pada Peng yang menghabiskan banyak waktu mengunjungi para tunawisma, memeriksa kesehatan, dan mengedukasi mereka.

" Jangan bodoh. Perawat dan dokter lebih perhatian soal higienitas, dan mencuci tangah mereka lebih sering," ucap dia.

" Ini adalah cara mereka menjaga kesehatan, dan setidaknya kita dapat memberikan penghormatan dan cinta serta mencari jalan untuk mendukung mereka," lanjut Yeo.

3 dari 6 halaman

Jepang Laporkan Korban Pertama Meninggal Karena Virus Corona

Dream - Pasien wanita 80 tahun terinfeksi virus corona di Jepang dilaporkan meninggal pada Kamis kemarin. Kematian ini menjadi kasus pertama yang telah dikonfirmasi resmi oleh pemerintah.

Menteri Kesehatan Jepang, Katsunobu Kato mengatakan pasien wanita dari Prefektur Kanagawa itu diketahui belum melakukan perjalanan ke luar negeri. Pasien ini baru diketahui terinfeksi virus dengan nama resmi Covid-19 setelah dia meninggal.

Wanita tersebut didiagnosis menderita radang paru-paru atau pneumonia dan menjalani perawatan intensif sejak 1 Februari. Pernapasannya mulai memburuk pada 6 Februari.

Pasien itu merupakan ibu mertua dari sopit taksi di Tokyo yang terkonfirmasi terjangkit virus pada Kamis.

Pejabat Kota Tokyo menjelaskan sopir berusia 70 tahunan itu tidak mengangkut pengunjung asing dalam dua pekan sebelum dia menunjukkan tanda-tanda terjangkit pada 29 Januari.

Otoritas kesehatan hingga saat ini masih melacak penyebab sopir tersebut bisa terpapar corona.

 

4 dari 6 halaman

Kasus Terjangkit Capai 251 Orang

Jepang kini tengah bergelut dengan penyebaran virus penyebab pneumonia. Pada Kamis kemarin, ada 44 kasus infeksi tambahan berasal dari kapal pesiar Diamond Princess yang merapat di Pelabuhan Yokohama dan terpaksa dikarantina.

Di Prefektur Wakayama, ahli bedah berusia 50 tahunan menjadi dokter pertama di Jepang yang terpapar virus. Tidak diketahui apakah dia memiliki kontak dekat dengan pengunjung asal China atau tidak.

Kasus terkini, seorang pemuda 20 tahunan asal Prefektur Chiba yang diuji dinyatakan positif terjangkit pada Kamis. Sehingga total kasus infeksi yang terkonfirmasi menjadi 251 di seluruh Jepang, dengan jumlah terbesar yaitu 218 kasus berasal dari penumpang dan kru kapal pesiar Diamond Princess.

Virus corona diketahui masuk ke Jepang melalui para turis dari China, khususnya Wuhan. Tetapi, besarnya kasus penduduk lokal yang terjangkit tanpa sebelumnya bepergian ke luar negeri telah meningkatkan kewaspadaan di negara tersebut.

Perdana Menteri Shinzo Abe mengatakan pemerintah menyiapkan total anggaran mencapai 15,3 miliar yen, setara Rp1,9 triliun, untuk tindakan darurat seperti pengembangan cepat perangkat pengujian. Juga untuk memastikan sebanyak 600 juta masker tersedia dalam sebulan.

Sumber: The Mainichi

 

5 dari 6 halaman

18 Hari Berturut-turut Rawat Pasien Corona, Dokter di China Meninggal Dunia

Dream - Seorang dokter di China, Xu Hui, 51 tahun, meninggal dunia setelah bekerja selama 18 hari berturut-turut merawat pasien terinfeksi virus Corona. Dia mendapat pujian dari salah seorang pejabat Partai Jiangsu, Lou Qinjian, sebagai panutan.

" Xu memimpin dengan memberi contoh dan mendedikasikan dirinya sepenuhnya untuk pekerjaannya," kata Lou.

Menurut Lou, semua pekerja medis harus memperlakukan kesehatan pasien sebagai prioritas utama. Dia menambahkan, Xu adalah " teladan yang sangat baik" untuk semua pekerja medis lainnya.

" Kita semua harus belajar darinya, bekerja keras bersama, dan menang dalam pertempuran melawan virus ini," kata dia.

Xu Hui merupakan Wakil Kepala Rumah Sakit Nanjing, China, yang memimpin tim untuk mengobati pasien yang terinfeksi virus corona, Covid-19.

 

6 dari 6 halaman

Kontroversi Bagi Warganet

Menurut laman Mothership.sg, Xu meninggal " secara tak terduga" pada pagi Jumat 7 Februari 2020 setelah bekerja selama 18 hari berturut-turut.

Pernyataan Lou memancing perdebatan di dunia maya. Warganet menyoroti maksud dan pernyataan Lou.

“ Jadi panutan adalah mati? Anda akan kehilangan semua petugas medis dengan sangat cepat jika seperti itu," tulis seorang warganet.

“ Siapa pun yang bekerja punya titik lemah. Saya mengagumi dedikasinya, namun saya berharap dia bekerja di lingkungan di mana karyawan dijaga juga. Mereka memiliki peluang yang lebih baik untuk tetap sehat untuk merawat lebih banyak orang."

" Panutan? Apakah kamu bercanda? Dia mati sia-sia! Dia bisa saja hidup untuk menyelamatkan lebih banyak orang.”

Beri Komentar
Indah Permatasari: Karena Mimpi Aku Hidup