Dinda Hauw-Rey Mbayang Ta'aruf, Begini Tata Cara yang Benar dalam Islam

Reporter : Syahidah Izzata Sabiila
Jumat, 17 Juli 2020 07:00
Dinda Hauw-Rey Mbayang Ta'aruf, Begini Tata Cara yang Benar dalam Islam
Berikut tata cara Taaruf yang benar sesuai ajaran Islam

Dream - Belakangan ini istilah ta'aruf menjadi perbincangan hangat setelah heboh pernikahan artis tanah air, Dinda Hauw dan Rey Mbayang.

Keduanya mengaku tak membutuhkan waktu lama untuk saling mengenal dan memutuskan untuk ta'aruf. Sebelum ta'aruf, Rey sempat menghubungi Dinda dan bertanya soal tipe suami idamannya.

Potret tersebut kemudian diunggah keduanya di laman Iinstagram dan mendapat reaksi heboh dari warganet. Mereka pun ikut-ikutan meniru chat tersebut dengan menanyakan tipe suami atau istri idaman. Para warganet  berharap mendapatkan pasangan yang sesuai lewat jalan taaruf.

Banyak orang bertanya-tanya dan hendak meniru langkah keduanya yang dianggap lebih islami nan romantis.

Lalu bagaimana sebenarnya tata cara Taaruf yang benar sesuai ajaran Islam? Simak ulasannya berikut ini:

1 dari 4 halaman

Ta'aruf dalam Islam

Dalam agama Islam, ta'aruf merupakan sebuah cara yang ditempuh untuk saling mengenal. Istilah taaruf inilah yang kini dipakai sebagai cara untuk mengenal pasangan sebelum memutuskan pernikahan.

Ta'aruf dijadikan sebagai pilihan untuk menghindari terjadinya hal-hal negatif antar dua pasangan. Dalam taaruf juga dianjurkan untuk tidak berbincang dan bertemu berdua saja.

Jika ingin bertemu, harus ada orang lain yang menemani, baik orang tua maupun saudara. Hal ini dilakukan untuk menghindari terjadinya fitnah dan maksiat. 

Meski tak banyak berkomunikasi langsung, dalam taaruf hendaknya masing-masing orang harus saling mengetahui asal-usul mereka. Informasi inilah yang nantinya digunakan untuk mengukur kecocokan satu sama lain.

2 dari 4 halaman

Tata Cara Taaruf dalam Islam

1. Membekali Diri untuk Ke Jenjang Pernikahan

Cara pertama yang perlu dilakukan jika hendak menjalani ta'aruf adalah membekali diri. Sebagai orang yang sudah siap menikah, hendaknya kita perlu mempersiapkan ilmu terkait pernikahan. Baik perempuan maupun laki-laki harus paham hak dan kewajiban pasangan setelah nantinya menikah. 

Selain ilmu, persiapan lainnya adalah berupa finansial dan kesiapan jasmani rohani. Dengan membekali diri sebelum menikah, diharapkan nantinya bisa menjalankan pernikahan dengan langgeng dan sesuai dengan syariat islam.

2. Niat Lillahi Ta'ala

Setelah membekali diri dengan ilmu dan persiapan yang cukup, langkah selanjutnya adalah menanamkan niat ikhlas Lillahi ta'ala. Hal ini perlu dilakukan agar segala proses yang nantinya dilakukan saat taaruf lebih berkah.

Luruskan niat taaruf dan menikah karena Allah SWT, bukan karena ejekan atau kepentok usia. Hal ini sesuai dengan hadis berikut:

" “ Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya. Setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya untuk Allah dan Rasul-Nya. Siapa yang hijrahnya karena mencari dunia atau karena wanita yang dinikahinya, maka hijrahnya kepada yang ia tuju.” (HR. Bukhari dan Muslim) [HR. Bukhari, no. 1 dan Muslim, no. 1907]

3 dari 4 halaman

3. Bertukar Biodata

Langkah selanjutnya adalah mencari informasi terkait pasangan. Baik melalui tukar biodata maupun bertanya ke teman atau rekan. Ingatlah untuk aktif bertanya mengenai berbagai hal mendasar, seperti status pernikahan, visi, misi hingga pekerjaan sang calon pasangan.

4. Nadzar (Saling Melihat)

Setelah setuju dan saling cocok saat bertukar biodata dan informasi, langkah selanjutnya yang bisa dilakukan adalah dengan nadzor (saling melihat). Dalam melihat calon pasangan tentunya tetap harus ditemani oleh teman, atau orang tua. Hal ini sesuai dengan hadis berikut:

“ Lihatlah wanita tersebut, agar cinta kalian lebih langgeng”. (HR Tirmidzi 1087 dan Ibnu Majah 1865)

Bagi perempuan, hendaknya saat proses nadzar menghindari tabarruj, berdandan, atau memakai wangi-wangian.

Jika proses nadzor selesai dan merasa cocok, kedua calon bisa melanjutkannya dengan lamaran atau khitbah. Kemudian menentukan akad dan waktu pernikahan. 

4 dari 4 halaman

5. Sholat Istikhoroh

Dalam proses taaruf hendaknya kedua belah pihak senantiasa meminta petunjuk dari Allah SWT. Salah satunya melalui sholat istikhoroh. Dengan sholat istikhoroh diharapkan segala keputusan mendapatkan ridho dari Allah SWT. 

6. Khitbah dan Akad

Proses terakhir yang dilakukan saat taaruf adalah melaksanakan khitbah dan akad. Perlu diperhatikan agar proses khitbah hingga akad dilakukan dalam waktu yang tidak terlalu lama. Hal ini dilakukan guna menghindari fitnah. 

Point penting lainnya yang juga harus dipahami adalah hendaknya jika kedua calon pasangan ingin berkomunikasi terkait proses lamaran dan akad pernikahan, mintalah untuk ditemani seorang perantara. 

Sumber Islam Pos dan dari berbagai sumber

 

Beri Komentar