Dijuluki 'Ksatria Corona', Pria Ini Meninggal Terinfeksi Covid-19

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Sabtu, 5 Juni 2021 14:19
Dijuluki 'Ksatria Corona', Pria Ini Meninggal Terinfeksi Covid-19
'Ksatria Corona' ini telah menjadi sukarelawan dalam mengkremasi jenazah sebanyak 1.300.

Dream - Seorang pria yang dijuluki 'Ksatria Corona' lantara telah menjadi sukarelawan dalam mengkremasi jenazah sebanyak 1.300 yang merupakan korban Covid-19, dinyatakan meninggal dunia.

Seorang pria bernama Chandan Nimje, 67 tahun, dikabarkan meninggal akibat terinfeksi virus corona. Ia diketahui tidak bisa mendapatkan perawatan dan tempat tidur di rumah sakit lantaran melonjaknya kasus di India.

Atas jasa dan perjuangannya, Chandan diberi ucapan selamat oleh walikota Nagpur, India. Pria lansia itu telah berjuang kurang lebih selama 18 bulan terakhir.

1 dari 7 halaman

Pensiunan Pegawai Pemerintah

Chandan diketahui merupakan seorang pensiunan pegawai pemerintah dan meninggal pada 26 Mei 2021 lalu.

" Kami mendekati semua orang, tidak hanya untuk bantuan keuangan, tetapi juga untuk tempat tidur dan obat-obatan, tetapi tidak ada yang merespons," kata Arvind Rataudi, yang bekerja dengan Chandan, dikutip dari Mirror, Sabtu 5 Juni 2021.

Chandan, yang putranya juga meninggal karena Covid, bekerja dengan sukarelawan di King Cobra Youth Force (KCYF) ketika anggota keluarga menolak untuk mendekati jenazah yang mereka cintai yang meninggal karena virus tersebut.

 

 

2 dari 7 halaman

Anggota Keluarga Ikut Terinfeksi

Chandan tertular virus corona saat dia mendapatkan dosis vaksin pertamanya dan kemudian menderita demam ringan sebelum saudara perempuannya, dua putra dan istri semuanya mulai menunjukkan gejala.

Kelima anggota keluarga tersebut dinyatakan positif dan kesehatan Chandan mulai memburuk ketika para sukarelawan mulai mencari tempat tidur rumah sakit.

" Saya secara pribadi menelepon kolektor, kepala NMC dan pemimpin politik untuk mengatur suntikan. Tapi tidak ada yang mengangkat telepon," tambah Arvind.

Sumber: Mirror.co.uk 

3 dari 7 halaman

Heboh! Sudah 2 Minggu Meninggal karena Covid, Nenek Pulang ke Rumah Segar Bugar

Dream - Kejadian menghebohkan menimpa sebuah keluarga di India yang sedang berduka. Mereka menangisi kematian seorang wanita yang dinyatakan meninggal setelah tertular Covid-19.

Di tengah keluarga yang sedang berduka itu, tiba-tiba wanita yang ditangisi tersebut pulang ke rumah dalam kondisi bugar dua minggu setelah dikremasi.

Keluarga Muktyala Girijamma berduka pada 15 Mei lalu ketika mendapat kabar wanita tersebut meninggal dunia karena virus corona.

4 dari 7 halaman

Heboh Dikabarkan Meninggal Karena Covid, Nenek Ini Pulang ke Rumah Segar Bugar

Disebabkan prosedur kesehatan Covid-19 yang ketat, keluarga hanya dapat menatap jasad Muktyala yang terbungkus plastik dengan rapat hingga proses kremasi dilakukan.

Keponakannya, Nagu, mengatakan sebelumnya keluarga mengunjungi Muktyala di Rumah Sakit Umum Pemerintah Vijayawada. Namun mereka diberitahu bahwa wanita tersebut telah meninggal.

" Dokter yang berjaga pada hari itu salah memberi tahu paman saya bahwa bibi telah meninggal karena Covid. Padahal bibi telah dipindahkan ke bangsal lain," kata Nagu.

 

5 dari 7 halaman

"Kami Tak Tahu Siapa yang Kami Kremasi Itu"

Percaya dengan penjelasan dokter jaga itu, keluarga Muktyala langsung menuju ke kamar mayat untuk mengambil jenazah wanita itu.

Dengan perasaan sedih yang mendalam, keluarga Muktyala membawa jenazah terbungkus plastik tersebut ke rumah dan melakukan kremasi.

" Kami tidak sadar telah membawa jenazah wanita lain. Karena kami tidak dapat memeriksanya sebab sudah terbungkus plastik. Sekarang kami tidak tahu siapa wanita yang kami kremasi itu," ujar Nagu.

6 dari 7 halaman

Menolak Diberi Ongkos, Pilih Jalan Kaki

Muktyala pulang ke Desa Christianpet yang berada di Jaggaiahpet Mandal di Distrik Krishna pada hari Rabu, 2 Juni.

Dia sampai tepat sebelum anggota keluarga melakukan Shraddha - upacara perpisahan terakhir untuk kerabat yang telah meninggal.

Sementara itu, Muktyala mengatakan rumah sakit sempat menawarkan uang 3.000 rupee (sekitar Rp558 ribu) untuk ongkos pulang. Namun dia memilih untuk berjalan kaki.

7 dari 7 halaman

Putranya Justru Meninggal Karena Covid

Lucunya, kata-kata pertama kepada kerabat yang tercengang ketika dia sampai di rumah adalah 'Kok tidak ada yang datang menjemput saya?'.

Sayangnya, kebahagiaan keluarga Muktyala tidak berlangsung lama. Putranya yang berusia 36 tahun justru menghembuskan napas terakhir akibat tertular Covid-19.

Putra Muktyala yang bernama Ramesh masuk rumah sakit di hari yang sama dengan dirinya, meninggal karena tertular Covid-19 pada 23 Mei lalu.

Sumber: DailyStar

Beri Komentar