Doa Afiyah, Rutin Dibaca Rasulullah Saat Pagi dan Petang

Reporter : Ahmad Baiquni
Kamis, 19 September 2019 06:01
Doa Afiyah, Rutin Dibaca Rasulullah Saat Pagi dan Petang
Pagi dan petang hari, dua waktu yang berharga bagi setiap manusia.

Dream - Allah SWT pemilik kuasa atas segala sesuatu. Sang Khalik juga tempatnya semua makhluk meminta semua keinginan.

Manusia sebagai makhluknya tak boleh putus memohon keinginan. Di kala kondisi dan waktu apapun memanjatkan doa adalah cara kita selalu dekat dengan Yang Kuasa selain medium meminta sesuatu.

Di antara waktu berdoa yang dianjurkan adalah saat pagi dan petang. Pagi merupakan gerbang pembuka hari, sedangkan petang akan mengakhirinya.

Waktu berdoa paling dianjurkan tersebut pernah dicontohkan Rasulullah SAW. Sedikitnya tiga perawi yang mencatat kebiasaan Rasulullah tersebut.

Mereka adalah Imam Abu Dawud, Imam An Nasai, dan Imam Ibnu Majah. Ketiganya mendapatkan riwayat dari Ibnu Umar RA, yang menyaksikan sendiri kebiasaan Rasulullah di pagi dan petang hari.

Doa yang dipanjatkan Rasulullah berisi permohonan akan keselamatan di dunia dan akhirat. Juga keselamatan di dunia, bagi agama, keluarga dan harta serta tertutupinya aib diri.

1 dari 5 halaman

Doa Rasulullah Saat Pagi dan Petang

 Doa Pagi dan Petang

Allahumma inni as aluka al 'afiyah fid dunya wal akhirah, allahumma inni as asluka al 'afwa wal afiyah fî dini wadunyaya wa ahli wa mali, allahumma-stur 'aurati wa amin rau'ati.

Artinya,

" Ya Allah, aku memohon keselamatan di dunia dan akhirat. Ya Allah aku memohon kebajikan dan keselamatan dalam agama, dunia, keluarga, dan hartaku. Ya Allah, tutupilah auratku (aib dan sesuatu yang tidak layak dilihat orang) dan tenteramkanlah aku dari rasa takut."

2 dari 5 halaman

Doa Agar Terhindar dari Kesalahan Sama

Dream - Sudah menjadi pemahaman umum, manusia adalah tempatnya salah dan lupa. Artinya, melakukan kesalahan merupakan hal wajar pada diri seseorang.

Tetapi, hal itu menjadi tidak wajar jika kesalahan yang sama terulang kembali. Itu menandakan seseorang tidak belajar dari masa lalu.

Sejatinya, kesalahan terjadi sebagai sarana pembelajaran. Manusia yang mau belajar, mereka tidak akan mengulangi kemalangan yang pernah terjadi sebelumnya.

Namun demikian, terkadang kesalahan bisa berulang meskipun kita sudah berusaha mencegahnya. Jika terjadi demikian, kemungkinan ada yang keliru dalam kehidupan kita.

Agar terhindar dari kesalahan yang sama, dianjurkan membaca doa ini.

3 dari 5 halaman

Doa Terhindar dari Kesalahan

 Doa Terhindar dari Kesalahan Sama

Allahumma inni astaghfiruka mimma tubtu ilaika minhu summa udtu fih wa astaghfiruka mimma ja’altahu ala nafsi summa la uffi bihi laka wa astaghfiruka mima za’amta anni aradtu bihi wajhaka fakhalata qalbi minhu ma qad amiltu

Artinya,

" Ya Tuhan, aku memohon maaf kepada-Mu dari apa-apa yang telah aku sesali kemudian aku mengulanginya, dan aku memohon maaf atas apa yang telah Engkau tetapkan namun aku tak melakukannnya, dan aku memohon ampun atas dugaanku terhadap-Mu yang membuat hatiku resah.

4 dari 5 halaman

Doa Agar Hati Tergerak Mencintai Kaum Miskin

Dream - Islam mengajarkan umatnya untuk tidak egois. Hal itu tertuang dalam sejumlah amalan seperti zakat, sedekah, infak, hingga wakaf.

Semua amalan ini ditujukan untuk kaum miskin. Kaum yang kesulitan memenuhi kebutuhan hidupnya.

Amalan-amalan ini sebagai pengingat adanya tanggung jawab bagi mereka yang mampu untuk merawat kaum miskin. Bahkan salah satu akhlak yang diajarkan Rasulullah Muhammad SAW adalah mencintai kaum miskin.

Dekat dengan kaum miskin berarti membantu mereka dari kesulitan. Lewat kelebihan dan kemudahan, kita bisa mengangkat derajat kaum miskin.

Allah bahkan memberikan jaminan kemudahan segala urusan kepada mereka yang begitu mencintai kaum miskin. Segala kesusahan, terutama di akhirat, akan dihilangkah oleh Allah.

Untuk dapat semakin cinta pada kaum miskin, dianjurkan membaca doa ini.

 

5 dari 5 halaman

Doa Mencintai Kaum Miskin

 Doa mencintai kaum miskin

Allahumma inni as'aluka fi'lal khairati wa tarkal munkaroti wa hubbal masakini wa an taghfiro li wa tarhamani wa idza aradta fitnata qoumin fa tawaffani ghoiro maftun.

Artinya,

" Ya Allah, aku memohon kepada-Mu untuk mudah melakukan kebaikan dan meninggalkan kemungkaran serta aku memohon pada-Mu supaya bisa mencintai orang miskin, ampunilah aku, rahmatilah aku, jika Engkau hendak menguji suatu kaum maka wafatkanlah aku dalam keadaan tidak tenggelam dalam ujian."

Beri Komentar