Doa Di Penghujung Bulan Ramadhan agar Bisa Berjumpa di Ramadhan Berikutnya

Reporter : Reni Novita Sari
Jumat, 22 Mei 2020 13:12
Doa Di Penghujung Bulan Ramadhan agar Bisa Berjumpa di Ramadhan Berikutnya
Bulan Ramadan akan segera meninggalkan kita

Dream- Tidak terasa hampir sudah sebulan kita menjalani ibadah di bulan Ramadhan. Sebentar lagi tiba saatnya kita berpisah dengan bulan yang penuh barokah, bulan yang penuh rahmat dan ampunan Allah, serta bulan di mana banyak yang dibebaskan dari siksa neraka.

Artinya, beberapa saat lagi umat Islam akan merayakan Idul Fitri 1 Syawal 1441 H sekaligus berpisah dengan bulan suci Ramadhan 1441 H. Nuansa perpisahan tersebut mulai kelihatan seminggu menjelang hari raya, di mana orang-orang mulai sibuk dengan baju baru, mengecat rumah, membeli perabot, menyiapkan sembako, dan lain sebagainya.

Ramadhan merupakan tamu agung yang dielu-elukan kedatangannya dengan berbagai amalan yang dianjurkan karena diyakini mendapatkan pahala yang berlipat ganda. Jika kita renungkan, selama sebulan ini Allah begitu sayang kepada orang-orang yang gemar melakukan ketaatan di bulan Ramadhan.

Betapa banyak amalan di bulan ini yang di dalamnya terdapat pengampunan dosa. Maka sungguh sangat merugi jika seseorang meninggalkan bulan Ramadhan tanpa memperoleh ampunan dari Allah SWT.

1 dari 3 halaman

Ramadhan Segera Berakhir

Detik-detik perpisahan dengan bulan penuh berkah ini ada yang menyambut gembira dan ada pula yang menyambutnya dengan kesedihan. Bagi para salafush shalih, setiap bulan Ramadhan pergi berlalu, mereka selalu meneteskan air mata kesedihan. Mereka rindu dengan dekapan tamu agung yang selama ini bersama mereka.

 

Mereka khawatir itulah perjumpaan terakhir. Lisan mereka basah dengan doa dan permohonan, ungkapan kerinduan untuk bertemu kembali dengan Ramadhan tahun selanjutnya. Ada riwayat yang mengisahkan bahwa kesedihan ini tidak saja dirasakan manusia, tapi juga oleh para malaikat dan makhluk-makhluk Allah lainnya.

 

Wajar saja, sebab, tidak ada yang bisa menjamin bahwa tahun depan kita akan kembali berjumpa dengan bulan yang dilipatgandakan amal kebajikan. Karenanya, beruntung dan berbahagialah kita saat berpisah dengan Ramadhan membawa segudang pahala untuk bekal di akhirat.

2 dari 3 halaman

Perpisahan Dengan Ramadhan di Zaman Rasulullah

 doa akhir ramadhan© Ilustrasi foto : pinterest

Pada masa Rasulullah saw, pada malam-malam terakhir Ramadhan, Masjid Nabawi penuh sesak dengan orang-orang yang beriktikaf, membaca Alquran, zikir dan qiyamul lail. Mereka bahkan menangis terisak-isak, karena Ramadhan akan segera berlalu meninggalkan mereka.

Bulan di mana orang-orang berpuasa dan menghidupkan malam-malamnya dengan ibadah, bulan yang dibukakan pintu-pintu surga, ditutup pintu-pintu neraka dan dibelenggu setan oleh Allah Swt.

Suatu hari, dalam khutbah Idul Fitri, Umar bin Abdul Aziz berkata: Wahai sekalian manusia, sesungguhnya kalian telah berpuasa karena Allah selama tiga puluh hari, berdiri melakukan shalat selama tiga puluh hari pula, dan pada hari ini kalian keluar seraya memohon kepada Allah agar menerima amalan tersebut.

Berbeda dengan manusia zaman sekarang, Para Sahabat Rasulullah sangat bersedih kala di penghujung bulan Ramadhan. Mereka mengkhawatirkan apakah amalan mereka diterima oleh Allah atau justru tidak diterima.

3 dari 3 halaman

Doa untuk Bertemu Bulan Ramadhan Selanjutnya

Sebentar lagi, kita akan berpisah dengan bulan Ramadhan. Itu artinya, kesempatan memupuk pahala dengan beribadah di bulan penuh berkah ini akan segera berakhir.

Dalam situasi semacam ini, umat muslim seharusnya sedih karena belum tentu kita berjumpa dengan bulan penuh ampunan lagi. Oleh sebab itu, ada sebuah doa yang bisa kita panjatkan jelang berakhirnya Ramadhan agar di tahun-tahun berikutnya kita masih diberi kesempatan jumpa kembali.

Dari Jabir bin Abdillah ra dari  Muhammad al Mustafa SAW: Beliau bersabda, Siapa yang membaca doa ini di malam terakhir Ramadhan, ia akan mendapatkan salah satu dari dua kebaikan: menjumpai Ramadhan mendatang atau pengampunan dan rakhmat Allah.

Lafal doanya adalah:

Bismillahir rahmanir rahiim. Allahumma laa taj’alhu aakhiral ‘ahdi min shiyaamina iyyaah, fa-in ja’altahu faj’alnii marhuuman wa laa taj’alnii mahruuma.

Artinya,

" Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Ya Allah, janganlah Engkau jadikan puasa ini sebagai yang terakhir dalam hidupku. Seandainya Engkau berketetapan sebaliknya, maka jadikanlah puasaku ini sebagai puasa yang dirahmati bukan yang hampa semata."

Berpisah dengan bulan Ramadhan bukan serta merta meninggalkan kebiasaan baik yang sudah dilatih selama sebulan ini. Setelah berakhirnya Ramadhan nanti diharapkan keimanan kita semakin bertambah dan mempertahankan ibadah yang biasa kita lakukan pada saat Bulan Ramadhan.

 

Beri Komentar