Doa Mengalami Kesenangan Melihat Sesuatu

Reporter : Ahmad Baiquni
Selasa, 14 Juli 2020 20:01
Doa Mengalami Kesenangan Melihat Sesuatu
Doa ini dianjurkan setiap kali kita mengalami rasa senang.

Dream - Rasa senang bagian dari emosi manusia. Perasaan ini muncul setiap kali kita menjumpai hal yang membuat tertarik.

Seperti pemandangan indah, benda yang bagus. Termasuk pula makanan yang lezat. Apalagi sesuatu yang baru kita temui.

Ketika sedang mendapati sesuatu yang indah, manusia cenderung menunjukkan ekspresi senang. Dia pun tertarik pada sesuatu tersebut hingga merasa sangat ingin memilikinya.

Misalnya ketika melihat bunga yang indah. Seseorang cenderung ingin memegang dan menciumnya.

Ketika sedang mengalami kesenangan saat melihat sesuatu, dianjurkan mengucap doa ini. Doa tersebut terdapat dalam Surat Al Kahfi ayat 39.

 

1 dari 5 halaman

Doa Saat Senang

 Doa Saat Senang© Dream.co.id

Masya Allah, la quwwata illa billah.

Artinya,

" Sungguh, atas kehendak Allah, semua ini terwujud. Tidak ada kekuatah kecuali dengan (pertolongan) Allah."

2 dari 5 halaman

Doa Supaya Terhindar dari Keburukan Teman Bermulut Ember

Dream – Memiliki teman yang baik dan selalu ada ketika senang maupun susah adalah dambaan setiap orang. Teman sejati bukanlah orang yang ada saat kita senang, tapi menjauh saat kita sedang kesusahan.

Banyak pula saat sedang dilanda kesusahan teman semacam itu malah bermulut ember dan membeberkan semua kekurangan kita. Padahal sebelumnya kita percaya ia adalah teman sejati yang selalu menyimpan rahasia terburuk kita.

Ada juga teman yang bermuka dua, di depan kita ia bermuka manis, dan di belakang kita ia membicarakan keburukan di depan orang lain.

Nah supaya terhindar dari keburukan teman bermulut ember seperti ini kita perlu memohon kepada Allah SWT. dengan memanjatkan doa di bawah ini.

3 dari 5 halaman

Doa Supaya Terhindar dari Keburukan Teman

 Ilustrasi© freepik.com

Allah SWT akan mengabulkan doa-doa hamba-Nya yang terzalimi dari keburukan teman-temannya yang bermulut ember. Dengan membaca doa ini kamu akan dijauhkan ari keburukan teman bermulut ember. Beriikut lafadz doanya:

 Ilustrasi© dream.co.id

Allohumma inni a’udzu bika min kholilin makir ‘ainahu taroyani, wa qolbuhu yar’ani. Inna ro’a hasanatan dafanaha, wa in ro’a sayyiatan adza’aha.

Artinya:

“ Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari sahabat pengkhianat, kedua matanya selalu perhatian padaku, tapi hatinya selalu mencari kesalahanku. Saat melihat kebaikan (yang aku lakukan), dia menyembunyikannya. Tapi jika ia melihat keburukan (yang aku lakukan), ia bermulut ember.”

4 dari 5 halaman

Berdasarkan Riwayat Hadis

 Ilustrasi© freepik.com

Penyair Arab klasik Qa’nab bin Ummi al-Shahib melantunkan sebuah syair untuk menggambarkan teman yang suka bermulut ember dengan membicarakan segala keburukan kita di belakang.

“ Bila mereka mendengar kegelisahan mereka terbang bahagia menertawakanku, dan jika mereka mendengar kebaikanku maka mereka sembunyikan.”

Syekh al-Munawi dalam kitab Faidhul Qadir, syair di atas ada riwayatnya dalam kitab Tarikh Ibnu al-Najjar dari Sa’id bin Abi Sa’id al-Maqbari yang berupa hadis mursal dari Abu Hurairah dan Aisyah. Menurut Imam Ahmad dalam keterangan Syekh Al-Munawi, hadis ini tidak bermasalah untuk diamalkan.

5 dari 5 halaman

 Ilustrasi© freepik.com

Tidak semua teman dan tetangga bisa berbuat baik dalam hal kehidupan bermasyarakat. Memiliki teman dan tetangga yang buruk bisa memengaruhi emosi dan kondisi hati kita. Perlu kesabaran dan lapang dada jika kamu memiliki teman dan tetangga yang buruk dan sering membuat sebal.

Selain sabar, kita perlu mendoakan sebagai upaya perlawanan cerdas untuk melawan teman dan tetangga yang buruk itu. Berdasarkan kitab Mu’jamul Kabir terdapat sebuah doa yang bisa dilantunkan agar terhindar dari teman dan tetangga yang buruk. Berikut lafadz doa tersebut:

 Ilustrasi© dream.co.id

Allohumma inni a’udzubika min yaumis su’ wa min lailatis su’ wa min sa’atis su’ wa min shahibis su’ wa min jaris su’ fi daril muqamah.

Artinya: “ Ya Alloh sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari hati yang buruk, malam yang buruk, waktu yang buruk, teman yang buruk, dan tetangga yang buruk di tempat tinggalku.” (HR Thabrani).

 

Sumber: Bincang Syariah

Beri Komentar