Doa Niat Sholat Gerhana Bulan Beserta dan Tata Caranya

Reporter : Ahmad Baiquni
Kamis, 18 Juli 2019 12:48
Doa Niat Sholat Gerhana Bulan Beserta dan Tata Caranya
Sholat Gerhana Bulan merupakan sunah muakad.

Dream - Gerhana bulan merupakan salah satu fenomena langit yang kerap terjadi. Fenomena ini berlangsung ketika bulan tertutupi bayangan bumi sehingga bagian yang tampak hanya sedikit.

Ketika gerhana bulan terjadi, terdapat sunah bagi umat Islam untuk melaksanakan sholat gerhana bulan atau khusuf. Hukum sholat ini adalah sunah muakad, artinya sangat dianjurkan.

Dikutip dari NU Online, secara umum, sholat gerhana bulan terdiri dari dua rakaat. Kemudian dilanjutkan dengan dua khutbah seperti sholat Ied.

Bedanya, setiap rakaat pada sholat gerhana bulan dikerjakan dengan dua rukuk. Sementara khutbahnya tidak dianjurkan dengan takbir.

Untuk jemaahnya adalah seluruh umat Islam sebagaimana sholat Ied. Sedangkan imamnya dianjurkan pemerintah atau naib (petugas bidang keagamaan) resmi pemerintah.

 

1 dari 5 halaman

Niat Sholat Gerhana Bulan

Terkait tata caranya, tidak jauh berbeda dengan sholat Ied. Sebelum takbiratul ikhram, diharuskan berniat dengan lafal ini.

 Niat Sholat Gerhana Bulan

Ushalli sunnatal khusuf rak'ataini imaman/makmaman lillahi ta‘ala.

Artinya,

" Saya sholat sunah gerhana bulan dua rakaat sebagai imam/makmum karena Allah SWT."

 

2 dari 5 halaman

Urutan Tata Cara Sholat Gerhana Bulan

Sedangkan urutan tata caranya sebagai berikut,

1. Niat di dalam hati ketika takbiratul ihram.

2. Mengucap takbir ketika takbiratul ihram sambil niat di dalam hati.

3. Baca taawudz dan Surat Al Fatihah. Setelah itu baca Surat Al Baqarah atau selama surat itu, dibaca dengan jahar (lantang).

4. Rukuk dengan membaca tasbih selama membaca 100 ayat Surat Al Baqarah.

5. Itidal, bukan baca doa i’tidal, tetapi baca Surat Al-Fatihah. Setelah itu baca Surat Ali Imran atau selama surat itu.

6. Rukuk dengan membaca tasbih selama membaca 80 ayat Surat Al Baqarah.

7. Itidal. Baca doa i’tidal.

8. Sujud dengan membaca tasbih selama rukuk pertama.

9. Duduk di antara dua sujud

10.Sujud kedua dengan membaca tasbih selama rukuk kedua.

11.Duduk istirahat atau duduk sejenak sebelum bangkit untuk mengerjakan rakaat kedua.

12.Bangkit dari duduk, lalu mengerjakan rakaat kedua dengan gerakan yang sama dengan rakaat pertama. Hanya saja bedanya, pada rakaat kedua pada diri pertama dianjurkan membaca surat An Nisa. Sedangkan pada diri kedua dianjurkan membaca Surat Al-Maidah.

13. Salam.

14.Imam atau orang yang diberi wewenang menyampaikan dua khutbah shalat gerhana dengan taushiyah agar jamaah beristighfar, semakin takwa kepada Allah, tobat, sedekah, memerdedakan budak (pembelaan terhadap kelompok masyarakat marjinal), dan lain sebagainya.

Sumber: NU Online

3 dari 5 halaman

Terjadi Gerhana Bulan 17 Juli, Warga Diimbau Sholat Khusuf

Dream - Kementerian Agama mengimbau masyarakat Muslim untuk melaksanakan sholat gerhana pada 17 Juli 2019. Sebab, saat itu diprediksi bakal terjadi gerhana bulan.

" Puncak gerhana akan terjadi pada pukul 04:30 WIB," ujar Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama, Muhammadiyah Amin, dalam keterangan tertulis, Senin 15 Juli 2019.

Menurut prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, wilayah Indonesia bagian barat dan tengah bisa mengamati gerhana bulan. Gerhana bulan terjadi mulai bisa diamati pada 03.01 WIB hingga 05.59 WIB, pada Rabu depan.

Amin mengatakan, Bimas Islam telah mengirimkan surat edaran kepada Kepala Kantor Wilayah Kemenag untuk mengajak masyarakat melakukan sholat gerhana atau sholat khusuf.

" Pelaksanaan sholat gerhana disesuaikan dengan situasi dan kondisi daerahnya masing-masing," ucap dia. Kemenag juga mengajak masyarakat memperbanyak zikir, istighfar, sedekah, dan amalan lain.

4 dari 5 halaman

5 Fenomena Langit 2019, Ada Gerhana Bulan Total

Dream - Tahun lalu masyarakat Indonesia disuguhi fenomena langit yang sangat langka: gerhana bulan total. Fenomena yang juga disebut blood moon atau bulan darah tergolong langka karena durasinya sangat lama.

Peristiwa yang terjadi pada 28 Juli 2018 itu memang berlangsung cukup lama, yaitu pukul 01:24:25 WIB hingga pukul 05:19:03 WIB. Gerhana bulan total ini juga menjadi yang terlama dalam abad ini.

Gerhana bulan total terjadi karena bayangan Bumi benar-benar menutupi bulan. Saat itu Bumi berada diantara matahari dan bulan pada garis lurus yang sama. Akibat posisi yang sedemikian rupa, sinar matahari tidak sampai ke bulan karena terhalang Bumi.

Fenomena gerhana bulan total kemungkinan akan terjadi juga pada 21 Januari 2019. Namun menurut lembaga antariksa Amerika Serikat atau NASA, tak seperti gerhana bulan total Juli lalu, gerhana bulan tahun ini bisa disaksikan oleh mereka yang tinggal di Amerika Utara dan Amerika Selatan.

Beberapa wilayah di Eropa dan Afrika juga akan dapat melihat gerhana bulan total 21 Januari 2019 itu, jika cuaca memungkinkan.

Dikutip dari The Guardian, Jumat 11 Januari 2019, setidaknya kita akan melihat lima fenomena langit yang luar biasa di tahun ini. Apa saja itu? Simak di bawah ini:

5 dari 5 halaman

Gerhana Bulan Total 21 Januari 2019

 Gerhana Bulan Total

Gerhana Bulan Total (Foto: Shutterstock)

Bayangan Bumi akan sepenuhnya menutupi bulan selama satu jam dan dua menit. Gerhana bulan total 21 Januari 2019 ini akan terlihat dari bagian barat Eropa, Afrika, Amerika Selatan, dan Amerika Utara.

Gerhana bulan total ini kebetulan terjadi bersamaan dengan fenomena Supermoon atau bulan super. Dan Supermoon ini akan menjadi Super Blood Wolf Moon atau gerhana bulan darah serigala.

Super Blood Wolf Moon merupakan gerhana bulan yang terlihat tampak sangat besar dari ukuran aslinya dan berwarna merah. Warna merah darah pada gerhana bulan tersebut dihasilkan dari efek atmosfer Bumi yang memiliki panjang gelombang cahaya yang berbeda.

Beri Komentar
Representasi Feminisme Versi Barli Asmara