Doa Tak Kunjung Terkabul, Mungkin Ini Alasannya

Reporter : Ahmad Baiquni
Jumat, 18 Oktober 2019 20:01
Doa Tak Kunjung Terkabul, Mungkin Ini Alasannya
Jangan berpikir doa lama terkabul.

Dream - Bagi seorang mukmin, doa merupakan senjata dalam mewujudkan segala sesuatu. Kita memohon kepada Allah agar apa yang diinginkan terkabul.

Tetapi mungkin ada sebagian dari kita yang merasa keinginannya tidak kunjung terwujud. Padahal, dia merasa sudah sering memanjatkan doa.

Bahkan ibadahnya juga rajin. Amalan sholeh yang dikerjakan juga sudah banyak namun tetap saja doa tidak terkabul.

Dikutip dari Bincang Syariah, penyebab doa tidak terkabul ada sejumlah faktor. Beberapa di antaranya yaitu hati lalai diiringi perbuatan dilarang Allah.

Tentu, jika ingin doa terkabul kita perlu tahu apa saja yang menyebabkannya. Seperti doa yang diikhlaskan kepada Allah, doa sepenuh hati, atau bisa juga doa di waktu yang mustajab.

Tak hanya itu, mengetahui dan memperhatikan betul penyebab doa tidak terkabul tidak kalah pentingnya. Dengan begitu, kita bisa menjauhinya atau segera bertobat jika melakukannya.

1 dari 6 halaman

Karena Maksiat

Bisa jadi, doa tidak terkabul karena kita melakukan maksiat tanpa disadari. Karena maksiat merupakan salah penutup jalan terkabulkannya doa.

Hal ini seperti dijelaskan dalam kitab Jami' al Ulum wal Hikam.

" Janganlah engkau mengira pengabulan doamu itu lambat. Sejatinya engkaulah yang menutup jalan-jalan terkabulnya doa tersebut dengan kemaksiatan."

Seperti penjelasan tersebut, maksiat adalah salah satu penyebab tertutupnya jalan doa terkabul. Karena itu, meninggalkan maksiat menjadi jalan untuk membuka kembali jalan terkabulnya doa.

Imam Ibnu Qayyim Al Jauziyah dalam kitabnya Shayd Al Khathir menjelaskan demikian.

" Tidaklah merasakan kenikmatan maksiat melainkan orang yang selalu lalai, adapun orang mukmin yang sadar, maka sesungguhnya ia tidak merasakan kenikmatan dari maksiat, karena ilmunya akan menghentikan perbuatan tersebut bahwa perilaku maksiat adalah haram."

Maksiat tidak melulu perbuatan yang dilakukan secara sadar. Ada kalanya, kita tidak menyadari telah melakukan kemaksiatan karena merasa sudah terlampau biasa.

Untuk itu, sebisa mungkin kita berusaha untuk menghindar dan bertobat dari kemaksiatan.

Sumber: Bincang Syariah

2 dari 6 halaman

Belajar Mengatasi Depresi dari Maryam, Ibunda Nabi Isa AS

Dream - Kematian artis Korea Selatan, Sulli menyedot perhatian publik. Diduga, Sulli meregang nyawa bunuh diri akibat depresi terkena serangan bully atau perundungan.

Sulli merupakan satu dari deretan artis dunia yang meninggal karena depresi. Tak ayal, depresi menjadi momok yang sangat ditakuti banyak orang.

Bicara mengenai depresi, tidak ada cara lain mengatasinya selain menahan diri dan pandai mengolah emosi.

Ada baiknya umat Islam belajar dari Maryam, ibunda Nabi Isa AS, yang kisahnya terabadikan dalam Surat Ali Imron dan Maryam di Alquran.

Dikutip dari Islami, Maryam adalah wanita mulia di hadapan Allah. Dia terkenal sebagai rajin ibadah dan selalu berdiam dalam mihrabnya, hingga Allah menyiapkan makanan khusus untuknya.

Dalam ayat 16-34 Surat Maryam, diceritakan awalnya Malaikat Jibril mendatangi Maryam, memberitahukan bahwa wanita itu akan hamil. Sementara, Maryam belum pernah sekalipun disentuh pria.

 

3 dari 6 halaman

Beban Maryam Hadapi Perundungan

Begitu hamil, Maryam menjadi korban perundungan dari lingkungan sekitarnya. Banyak yang menuding Maryam sebagai seorang pezina.

Dengan hati berkecamuk dan perut yang membesar, Maryam pergi meninggalkan kediamannya menuju tempat yang jauh.

Di tempat itulah, Maryam melahirkan Isa yang kelak menjadi salah satu utusan Allah SWT.

Ketika mengalami kontraksi akan melahirkan, Maryam bersandar pada pangkal pohon kurma. Dia lalu berkata, " Andai saja aku mati, menjadi tidak berarti dan dilupakan semua orang."

Sejenak kemudian, Malaikat datang dan mengingatkan agar tidak bersedih. Malaikat itu menyarankan agar Maryam menggoyang pangkal pohon kurma hingga buahnya berjatuhan dan menjadi bahan pangan.

 

4 dari 6 halaman

Berkah Kekuatan Iman

Maryam merasakan betul pedihnya dihina dan merasa tidak berharga. Dia mengalami kesedihan secara mendalam hingga dua pekan lamanya.

Di tengah perasaan yang berkecamuk, Malaikat Jibril menghiburnya. " Jangan bersedih, Allah telah menyiapkan anak sungai dan kurma untukmu, makan, minum dan bersenang hatilah."

Selain itu, Jibril juga menyarankan agar Maryam puasa bicara. Hingga suatu hari Isa lahir ke dunia dan Maryam memutuskan kembali ke rumahnya.

Perundungan yang didapat Maryam saat kembali tidak berhenti dan justru semakin bertambah besar. Banyak orang mencecar Maryam dengan tuduhan perzinahan sekaligus menanyakan banyak hal mengenai bayi yang digendongnya.

Tak sanggup menjawab, Maryam meminta orang-orang bertanya sendiri kepada bayi Isa. Dijawablah semua tudingan itu oleh Isa yang masih bayi.

Demikianlah Maryam, wanita yang paling suci di hadapan Allah tetap saja mengalami perundungan. Tetapi besarnya keimanan menyelamatkan dia dari dampak buruk kesedihan.

(ism, Sumber: Islami)

5 dari 6 halaman

Lafal Istighfar Usai Sholat Diajarkan Rasulullah

Dream - Usai sholat, setiap Muslim dianjurkan tidak langsung pergi. Tetapi, memanfaatkan sedikit waktu untuk beristighfar dan berzikir.

Istighfar dan zikir usai sholat menjadi jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah. Juga untuk memohon pengampunan atas segala kesalahan yang kita buat.

Di samping itu, waktu yang dianjurkan membaca istighfar adalah usai sholat fardlu. Ini sebagai pengingat kita mengenai belum sempurnanya sholat kita.

Rasulullah Muhammad SAW selalu memanfaatkan waktu usai sholat fardlu untuk beristighfar dan berzikir. Waktunya juga tidaklah lama namun cukup untuk mengingat Allah.

Ketika usai sholat, Rasulullah selalu melafalkan istighfar sebanyak tiga kali. Dilanjutkan dengan doa memohon keselamatan.

Lafal istighfar yang diajarkan Rasulullah terdapat dalam hadis riwayat Imam Muslim.

6 dari 6 halaman

Lafal Istighfar Usai Sholat

 Istighfar Usai Sholat

Astaghfirullah, Astaghfirullah, Astaghfirullah, Allahumma anta salam wa minka salam, tabarakta ya dzal jalali wal ikram.

Artinya,

" Aku memohon ampun kepada Allah, Aku memohon ampun kepada Allah, Aku memohon ampun kepada Allah. Wahai Allah, Engkaulah Dzat pemberi keselamatan, dan dari-Mu kudapatkan keselamatan. Maha Suci Engkau, wahai Tuhan Sang Pemilik keagungan dan kemuliaan."

Beri Komentar
Tutorial Ikuti Audisi LIDA 2020 Indosiar di KapanLagi Lewat Handphone