Dzikir Penghapus Dosa, Meski Sebanyak Buih Di Lautan

Reporter : Ulyaeni Maulida
Jumat, 3 Juli 2020 12:36
Dzikir Penghapus Dosa, Meski Sebanyak Buih Di Lautan
Namun hendaklah dalam memohon ampunan dilakukan dengan sebenar-benarnya taubat.

Dream – Dalam kehidupan, manusia tak pernah sekalipun luput dari perbuatan dosa. Bahkan sering kali tanpa disadari, dosa-dosa itu menumpuk hingga tak terhitung jumlahnya.

Namun, Allah SWT senantiasa membuka pintu taubat, bagi siapa saja yang benar-benar ingin memohon ampunan. Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, selalu memberikan kesempatan bagi hamba-Nya yang berbuat dosa.

Sebagai Muslim, hendaklah selalu mencari pintu ampunan. Agar jiwa dan hatinya dapat beribadah dengan tenang.

Sebagaimana perkataan sahabat Nabi, Ibnu Mas’ud yang mengatakan, “ Sesungguhnya seorang mukmin melihat dosanya seakan-akan ia duduk di bawah gunung dan khawatir gunung tersebut akan menimpanya. Sedangkan seorang yang fajir (yang gemar maksiat), ia akan melihat dosanya seperti seekor lalat yang lewat begitu saja di hadapan batang hidungnya.”(HR. Bukhari)

Anas bin Malik berkata, “ Sesungguhnya kalian mengerjakan amalan (dosa) di hadapan mata kalian tipis seperti rambut, namun kami (para sahabat) yang hidup di masa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menganggap dosa semacam itu seperti dosa besar yang membinasakan.” (HR. Bukhari)

Maka sudah sepatutnya seorang mukmin akan berusaha menghapus dosanya walaupun sedikit.

Berikut adalah beberapa dzikir penghapus dosa, meskipun dosa itu sebanyak buih dilautan.

1 dari 2 halaman

Dzikir Penghapus Dosa

 Ilustrasi Berdoa© Ilustrasi Berdoa (Foto: Shutterstock.com)

Rasulullah SAW bersabda, “ Barangsiapa mengucapkan; Subhanallahi wa bihamdihi - Mahasuci Allah dan segala puji hanya bagi-Nya, sebanyak seratus kali dalam sehari, maka Allah SWT akan mengampuni dosanya, meskipun sebanyak buih di lautan." (HR. Bukhari dan Muslim)

Dan sabda Rasulullah tentang anjuran membaca dzikir setelah bangun tidur ini juga dapat menghapus dosa meskipun sebanyak buih dilautan.

" Tidak ada seorang pun yang telah dikembalikan ruhnya (bangun tidur) kemudian membaca, Laillahaillallahu wahdahula syarikalah, lahulmulku walahul hamdu yuhyii wayumiitu wahuwa 'ala kulli syaiinqodir - Tidak ada Tuhan selain Allah Yang Mahaesa. Tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya segala kerajaan, dan bagi-Nya segala puji. Dia Mahakuasa atas segala sesuatu melainkan segala dosanya diampuni oleh Allah walaupun sebanyak buih di lautan." (HR. Ibnus Sunni, Imam an-Nawawi)

2 dari 2 halaman

Jangan Meremehkan Dosa

 Ilustrasi Berdoa© Ilustrasi Berdoa (Foto: Shutterstock.com)

Namun yang perlu diingat bahwa jangan sampai dengan berbagai anjuran dzikir yang diberikan, lalu kita meremehkan perbuatan dosa. Karena merasa akan selalu diberi ampunan.

Al-Munawi rahimahullah berkata, “ Orang yang mengandalkan terus dzikir ini akan tetapi ia terus bermaksiat sekehendak syahwatnya, melanggar agama Allah dan kehormatannya, Janganlah ia menyangka akan disamakan dengan orang yang dibersihkan dan disucikan, jangan menyangka ucapannya akan mendapat pahala dengan lisannya, padahal tidak ada ketakwaan (rasa takut) dan amal shalih pada dirinya.” (Kitab Faidhul Qadir 6/190)

Hanya Allah yang Maha Mengetahui, bagaimana dan dosa apa saja yang berhak diberi ampunan. Untuk itu, ketika bertaubat, lakukanlah dengan penuh penyesalan dan berjanji pada diri sediri untuk tidak mengulanginya kembali.

(Diambil dari berbagai sumber)

Beri Komentar