Gagal Jadi Paskibraka, Perwira Muda TNI AL Ini Siswa Terbaik US NAVY

Reporter : Arini Saadah
Selasa, 2 Februari 2021 16:46
Gagal Jadi Paskibraka, Perwira Muda TNI AL Ini Siswa Terbaik US NAVY
Berikut potret Perwira TNI AL Damartama.

Dream – Petuha kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda mungkin ada benarnya. Mereka yang gigih mewujudkan mimpinya takkan menyerah ketiga menghadapi satu dua kali kegagalan. Inilah yang dibuktikan seorang perwira muda yang berhasil meraih segudang prestasi.

Sosok inspiratif Lettu Laut (P) Damartama Putra Akbar Nusantara. Usianya terbilang masih muda. Namun pria yang akrab disapa Damar ini telah melejitkan nama Indonesia di kancah Internasional.

Tak disangka di balik prestasinya di dunia militer, Dama ternyata pernah mengalami kepahitan saat ditolak menjadi anggota Paskibraka. Biasanya pengalaman sebagai Paskibraka menjadi loncatan bagi mereka yang memiliki impian menjadi seorang prajurit TNI.

Penasaran seperti apa ceritanya? Yuk kita cek 5 potret selengkapnya berikut ini.

1 dari 5 halaman

Pendidikan Marinir di AS

Ilustrasi© Instagram/@damartama

Dikutip dari kanal YouTube Edward Sitorus Papua Channel Damar menceritakan kisah perjalanannya hingga ia mendapatkan prestasi membanggakan beberapa waktu yang lalu.

Lulus dari Akademi Angkatan Laut (AAL) pada tahun 2016, Damar membulatkan tekad untuk terus melanjutkan proses belajarnya. Alhasil ia berhasil masuk di sebuah Lembaga Pendidikan bagi prajurit mariner di Amerika Serikat bernama Surface Warfare Officers School Command.

“ Saya baru saja menyelesaikan Pendidikan setingkat Diklapa 1 Surface Warfare Officers School Command,” jelasnya.

2 dari 5 halaman

Raih Peringkat Satu

Ilustrasi© Instagram/@damartama

Ketika mengenyam Pendidikan tersebut, Damar berhasil meraih peringkat pertama. Penghargaan itu diberikan langsung pada saat upacara kelulusan oleh Captain Christopher D Alexander selaku Commanding Officer, US Navy Surface Warfare School Command.

“ Memang abang itu suka belajar ya sampai bisa meraih peringkat pertama loh di pendidikan kemarin, itu kerjaannya memang belajar gitu ya?” tanya salah satu presenter dalam kanal YouTube tersebut.

“ Enggak, saya memang punya tujuan dan memang merencanakan, menjalankannya dengan komitmen jadi saya tahu hal yang patut dikejar ya jangan Cuma sekolah saja, kita harus jadi yang terbaik,” jelasnya.

3 dari 5 halaman

Keliling Dunia

Ilustrasi© Instagram/@damartama

Menjadi prajurit mariner justru membuat Damar mampu keliling dunia. Seolah semua perairan di Tanah Air pernah ia sambangi lantaran tugas dan tanggungjawabnya kala itu.

Saat masuk ke Pendidikan marinir, Damar pernah mengunjungi 14 negara di seluruh dunia. Suatu hadiah besar baginya yang selalu bertugas penuh semangat dan dedikasi.

“ Terakhir saya sekolah itu Amerika, ya total sudah 14 negara (yang dikunjungi),” ucapnya.

“ Berarti kamu kan lulus 2016 ya, baru empat tahun sudah 14 negara?” tanya salahs atu presenter.

“ Iya, tapi itu sudah dari saya Taruna, pak,” ujarnya.

4 dari 5 halaman

Pernah Ditolak Jadi Paskibraka

Ilustrasi© Instagram/@damartama

Perjuangan selalu disertai dengan kepahitan dalam pengalaman hidup. Berbagai prestasi yang telah didapatkannya, Damar ternyata juga pernah merasakan kegagalan yang pahit.

Kala itu Damar harus rela melepas keinginan terbesarnya untuk menjadi bagian dari Paskibraka Nasional. Meski sempat masuk ke dalam nominasi, namun kesempatan itu memang bukan untuk dirinya.

“ Saya dulu waktu SMA jadi paskibraka Kota Tangerang,” ceritanya.

“ Enggak sampai Paskibraka di Istana?” tanya salah satu presenter.

“ Sebenarnya saya masuk nominasi dari Kota Tangerang untuk Paskibraka tingkat Provinsi dan Nasional, hanya saja tidak terpilih,” ucapnya.

5 dari 5 halaman

Perwira Muda TNI AL

Ilustrasi© Instagram/@damartama

Pria yang lulus Akademi Angkatan Laut (AAL) pada tahun 2016 itu, kini menjadi salah satu perwira muda TNI AL. Ia berhasil menjadi sosok prajurit yang Tangguh dan berprestasi. Ia mengaku semua yang ia dapatkan adalah berkat dukungan kuat dari kedua orang tua untuk Damar.

“ Dari saya, tentunya yang paling dasar dan utama, semua itu harus diniatkan tulus untuk memuliakan kedua orang tua. Dengan kita memiliki keteguhan hati untuk berusaha memuliakan kedua orang tua dengan menjadi TNI, jadi abdi negara. Itu bagi saya menjadi sumber energi yang tidak terbatas,” ungkapnya.

(Sumber: Youtube Edward Sitorus Papua Channel)

Beri Komentar