Guru Rela Naik Unta demi Mengajar Murid yang Tidak Punya Ponsel

Reporter : Arini Saadah
Senin, 12 Juli 2021 13:35
Guru Rela Naik Unta demi Mengajar Murid yang Tidak Punya Ponsel
Banyak kisah guru yang rela mendatangi muridnya satu-per satu supaya tetap bisa mendapatkan pendidikan yang layak meskipun tidak memiliki ponsel di tengah pandemi virus corona.

Dream - Pandemi membuat sistem kehidupan awut-awutan. Termasuk sistem pendidikan yang juga harus disesuaikan. Pemberlakuan sekolah daring bagi sebagian orang adalah anugerah, tapi bagia anak-anak yang tidak memiliki ponsel, atau anak yang tinggal jauh dari jaringan seluler tentu merupakan musibah.

Banyak kisah guru yang rela mendatangi muridnya satu-per satu supaya tetap bisa mendapatkan pendidikan yang layak meskipun tidak memiliki ponsel di tengah pandemi virus corona.

Termasuk para guru di Barmer, Rajasthan, India, yang harus melakukan upaya ekstra demi menjangkau para siswa di daerah gurun dengan menaiki unta.

Berikut cerita selengkapnya.

1 dari 2 halaman

Banyak yang Tidak Punya Ponsel

Ilustrasi© India.com

Dikutip dari india.com, para guru ini berkendara dengan unta tiga kali sehari untuk mengajar anak-anak di wilayah Barmer sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Direktur Departemen Pendidikan Rajasthan, Saurav Swami mengatakan dari 75 persen siswa banyak yang tidak memiliki ponsel.

" Jadi pemerintah negara bagian memutuskan bahwa guru harus pergi ke rumah para murid seminggu sekali untuk kelas 1-8, dan dua kali seminggu untuk kelas 9-12," ucap Saurav Swami.

 

2 dari 2 halaman

Bekerja Keras Jangkau Murid

Upaya para guru itu pun diapresiasi oleh administrasi sekolah. Kepala Sekolah Tinggi Negeri, Bhimthal, Room Singh Jakhar mengatakan beberapa guru benar-benar bekerja keras untuk memastikan para siswa mendapatkan catatan reguler tepat waktu.

" Beberapa di antaranya adalah Muknaram Dhaka, Biharilal Dhaka dan Birmaram Bana. Kami telah memilih 100 siswa untuk dijangkau para guru," katanya.

“ Saya salut dan berterima kasih kepada tim guru ini. Ini harus tetap dilanjutkan,” kata Roop Singh Jhakad, Kepala Sekolah Menengah Atas Pemerintah, Bhimthal.

Beri Komentar