Cuma Tinggal di Tenda Kecil, Ayah Besarkan 3 Anak Hingga Sarjana

Reporter : Reni Novita Sari
Senin, 4 Mei 2020 11:01
Cuma Tinggal di Tenda Kecil, Ayah Besarkan 3 Anak Hingga Sarjana
Walapun hidup kekurangan, Ayah hebat ini tetap berusaha supaya anak-anaknya bisa menjadi seorang Sarjana

Dream - Kehidupan bahagia sering digambarkan sebagai bisa menempuh pendidikan yang tinggi dengan mendapat berbagai fasilitas pendukung dari orangtua. Mungkin kamu berpikir kondisi ideal itu hanya bisa didapatkan jika kita hidup di keluarga yang kaya.

Anggapan kalian tak sepenuhnya benar! Seorang ayah bernama Radzuan bin Ismail di Malan, Dangi, Malaysia mampu menyekolahkan tiga anaknya hingga perguruan tinggi.

Namun Radzuan bukanlah bangsawan atau jutawan, bahkan rumahnya pun terbilang sangat sederhana dan kecil.

Radzuan bersama 6 orang anaknya hanya tinggal di sebuah tenda kecil bersama dengan seorang adiknya yang bergelar PhD atau doktor filisofi adalah gelar akademik tertinggi pada banyak bidang keilmuan.

Tapi siapa yang sangka di balik tenda yang sederhana itu, ternyata Radzuan mampu menyekolahkan anak-anaknya hingga menjadi seorang sarjana.

1 dari 5 halaman

Keluarga yang Mengutamakan Pendidikan

Radzuan dan sang istri© Sumber foto: (facebook/Bro Misai)

Dikutip  dari ohmymedia melalui brilio.net, Kisah Radzuan itu bermula dari Maznah, adik dari Radzuan bin Ismail. Maznah yang baru bisa kembali ke kampung halamannya setelah dikarantina di kampus selama masa pandemi corona saat Malaysia menerapkan kebijakan lockdown.

Kisah ini menjadi perbincangan setelah seorang pengemudi yang mengantar Maznah binti Ismail, pulang kampung. Sang pengemudi pun kaget lantaran Maznah yang merupakan mahasiswa program Ph.D Universitas UTM pulang ke rumah yang hanya berbentuk tenda kecil. 

2 dari 5 halaman

Tinggal di sebuah Tenda Kecil

tempat tinggal Radzuan© Sumber foto: (facebook/Bro Misai)

tempat tinggal Radzuan© Sumber foto: (facebook/Bro Misai)

Dari kisah yang dibagikan pengguna Facebook, Bro Misai, Radzuan tinggal di tenda bersama istri dan enam anaknya. Ia juga bekerja di Kilang Sawit di Batu 10 dan tidak mampu mendirikan rumah baru.

Gaji yang diperolehnya hanya 1.200 ringgit Malaysia dalam sebulan, sedangkan ia harus menyekolahkan enam orang anaknya.

Tenda ini didirikan di atas bekas rumah orangtua Maznah dan Radzuan yang terbakar pada tahun 2015. Sayangnya dengan pendapatan yang minim, Radzuan belum bisa mendirikan rumah yang layak untuk keluarganya.

3 dari 5 halaman

Tiga Anak Radzuan Menempuh Gelar Sarjana

Setiap ayah tentu akan melakukan apapun untuk memastikan anak-anaknya hidup secara layak. Perjuangannya pun tak kenal lelah bahkan rela berkorban diri demi buah hatinya, termasuk masa depan mereka.

Begitupun Radzuan, meski hidup pas-pasan, Radzuan ingin anak-anaknya kelak menjadi orang-orang yang hebat. Anak Radzuan yang berusia 22 tahun kini berkuliah di UIAM, Gombak. Anak keduanya sudah lulus dari pendidikan sarjana muda di Universitas Teknikal Malaysia.

Anak ketiganya lulus dari Politeknik Sultan Idris, Sabak Bernam, Selangor. Sementara tiga anak lainnya bersekolah di jenjang dasar menengah.

4 dari 5 halaman

Akhirnya Memperoleh Bantuan Rumah

Sebelumnya, Radzuan dan Maznah telah mengajukan permohonan untuk mendapat sebuah rumah dari Program Perumahan Rakyat Termiskin (PPRT) kepada pemerintah Malaysia. Sayangnya, permohonan tersebut tidak kunjung dikabulkan.

Namun, setelah kisah Radzuan ini menjadi viral, beberapa pihak segera mengulurkan bantuannya untuk memperbaiki rumahnya supaya lebih layak.

Radzuan memperoleh bantuan rumah© Sumber foto: (facebook/Pebadanan Baitul Malns)

Radzuan memperoleh bantuan rumah© Sumber foto: (facebook/Pebadanan Baitul Malns)

Radzuan memperoleh bantuan rumah© Sumber foto: (facebook/Pebadanan Baitul Malns)

5 dari 5 halaman

Komentar Warganet

Mendengar kisah inspiratif ini sejumlah warganet pun merasa iba juga terkesan akan perjuangan Radzuan yang bisa mendidik anak-anak dan keluarganya hingga menjadi seorang sarjana.

“ Beginilah perjuangan seorang ayah yg ingin anak2nya sukses sampai akhir hayatnya dan sukses dalam hidup sehingga rela hidup di tenda demi melihat kesuksesan anak2nya hanya allah yg tau bagaimana isi hati seorang ayah Demi kesuksesan anak-anak. Jadi pikirkanlah betapa besarnya pengorbanan seorang ayah rela hidup. Demi kesuksesan anak-anak,” tulis akunRoslansamat. 

“ Subhanallah berat mata memandang berat lg bahu yg memikulnya..semoga pihat berwajib jlnkan tugas yg d AMAHKAN sebaik mgkin Amin....,” tulis akun Rini Mazlan.

“ Orang susah tapi bisa didik anak pandai2 dengan keadaan serba kekurangan..hebat2, takbir,” tulis akun Ahmad Saad. 

Beri Komentar