Jangan Terlena! Ini Dua Akibat Pujian Pada Diri Sendiri

Reporter : Ahmad Baiquni
Kamis, 28 November 2019 06:01
Jangan Terlena! Ini Dua Akibat Pujian Pada Diri Sendiri
Sebenarnya baik, tapi bisa menjerumuskan pada hal buruk.

Dream - Pujian dan sanjungan terkadang melenakan. Membuat kita merasa di atas angin. Tak heran banyak orang yang menganggap pujian adalah cobaan bagi seorang manusia.

Setiap muslim diingatkan agar selalu berhati-hati atas pujian. Karena pujian baik dari orang lain maupun diri sendiri bisa menjerumuskan kepada perilaku buruk.

Pujian dari orang lain membuat kita merasa riya. Sementara pujian bagi diri sendiri menjerumuskan pada kesombongan.

Setiap makhluk diciptakan dengan celah di dalamnya. Sebab kesempurnaan hanya milik Allah SWT, Sang Pencipta.

Dikutip dari Bincang Syariah, pujian merupakan perkara yang dibolehkan dalam Islam. Tetapi, seseorang perlu berhati-hati terhadap pujian.

 

1 dari 5 halaman

Akibat dari Pujian Pada Diri Sendiri

Dalam kitabnya, Al Adzkar, Imam An Nawawi menyebutkan ada dua akibat yang timbul dari dari pujian pada diri sendiri.

Akibat pertama, pujian diri sendiri bisa menjadi perbuatan tercela. Hal ini terjadi jika dilakukan untuk membanggakan diri sendiri serta sombong kepada orang lain.

Akibat kedua, bisa jadi perbuatan terpuji. Ini bisa terjadi jika dilakukan demi kemaslahatan seperti menasehati atau menunjukkan hal bermanfaat kepada orang lain.

Dalil mengenai hal ini cukup banyak. Seperti ucapan Nabi Yusuf AS yang tercantum dalam Surat Yusuf ayat 55.

" Jadikanlah aku bendahara Mesir, sesungguhnya aku adalah orang yang pandai menjaga pengetahuan."

 

2 dari 5 halaman

Contoh Lainnya

Kalimat ini diucapkan Nabi Yusuf untuk membela diri agar lolos dari penjara. Isinya memang pujian atas kemampuan diri sendiri namun kalimat tersebut jadi perbuatan baik lantaran Nabi Yusuf adalah satu-satunya ahli ilmu di Mesir kala itu.

Dalil lain yaitu ucapan Usman bin Affan RA yang tertuang pada riwayat Imam Bukhari. Kala itu, rumah Usman dikepung rakyat yang menduga salah satu sahabat Rasulullah itu melakukan nepotisme.

" Bukankah kalian tahu, bahwa Nabi SAW bersabda, 'Siapa yang menyiapkan perbekalan tentara Usrah dalam perang Tabuk dan yang mendapatkan surga?' Maka akulah yang mempersiapkannya, bukankah kalian tahu bahwa Nabi SAW telah bersabda, 'Siapa yang mau menggali sumur umat dan mendapatkan surga?' Maka aku pun yang menggalinya."

Penjelasan ini menunjukkan dampak dari pujian terhadap diri sendiri. Seseorang perlu berhati-hati karena meskipun bisa muncul akibat baik, ada potensi terjadinya hal buruk dari pujian tersebut.

Sumber: Bincang Syariah.

3 dari 5 halaman

4 Bahaya Menyantap Makanan Tak Halal

Dream - Segala yang ditetapkan Allah tidak pernah mengandung kesia-siaan. Baik itu perintah maupun larangan, semuanya mengandung manfaat.

Demikian pula dengan ditetapkannya makanan tak halal. Juga larangan bagi umat Islam untuk memakannya.

Istilah tak halal bisa dimaknai dua yaitu haram atau syubhat. Meski demikian, keduanya memiliki maksud sama yaitu berbahaya.

Dalam makanan yang tak halal terkandung sejumlah bahaya. Sebisa mungkin umat Islam tidak mengonsumsinya dan memilih makan yang halal.

Dikutip dari NU Online, sedikitnya ada empat bahaya yang terkandung dalam makanan tak halal jika sampai dikonsumsi. Bahaya tersebut tidak sebatas terjadi pada fisik namun hingga rohani dan kejiwaan seseorang.

 

4 dari 5 halaman

Menimbulkan Kecenderungan Suka Maksiat

Bahaya pertama, makanan tak halal melahirkan energi yang akan condong digunakan untuk maksiat. Hati dan perilaku cenderung suka pada segala hal dilarang agama.

Hal ini disinggung oleh Imam Al Ghazali dalam kitabnya Ihya' Ulumuddin.

" Siapa saja yang makan makanan haram, maka bermaksiatlah anggota tubuhnya, mau tidak mau."

Dalam hadis riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim, Rasulullah Muhammad SAW bersabda demikian.

Tidaklah yang baik itu mendatangkan sesuatu kecuali yang baik pula.

Hadis ini menunjukkan hal baik datang dari sesuatu yang baik. Sedangkan keburukan datang dari hal-hal buruk.

Mengenai makanan tak halal, dampaknya bahkan tidak hanya pada diri orang yang mengonsumsinya. Melainkan bisa sampai ke keturunannya.

Karena itulah, tidak mengherankan para ulama menyatakan suatu amal bisa diterima karena makanan halal.

 

5 dari 5 halaman

Penyebab Doa Tak Terkabul

Bahaya kedua, makanan tak halal bisa menjadi penghalang terkabulnya doa. Hal ini seperti dipesankan Rasulullah SAW kepada sahabat Sa'd dalam riwayat yang tercantum dalam kitabm Al Mu'jam Al Ausath karya Sulaiman ibn Ahmad.

Wahai Sa‘d, perbaikilah makananmu, niscaya doamu mustajab. Demi Dzat yang menggenggam jiwa Muhammad, sesungguhnya seorang hamba yang melemparkan satu suap makanan yang haram ke dalam perutnya, maka tidak diterima amalnya selama empat puluh hari.

Bahaya ketiga yaitu sulitnya menerima ilmu Allah. Ilmu adalah cahaya yang tidak akan diberikan kepada ahli maksiat.

Makanan tak halal, maksiat dan dosa secara umum juga bisa jadi penyebab malasnya ibadah. Ini seperti dialami Imam Sufyan Al Tsauri, dijelaskan oleh Abu Nu'aim dalam kitabnya Hilatul Auliya.

" Aku terhalang menunaikan qiyamullail selama lima bulan karena satu dosa yang telah aku perbuat."

Sedangkan bahaya keempat yaitu ancaman siksa negara. Banyak dalil menjelaskan hal ini baik ayat Alquran maupun hadis Rasulullah.

Sehingga sebisa mungkin kita menghindari makanan tak halal baik itu yang jelas keharamannya maupun yang syubhat. Menghindari makanan syubhat berarti membentengi diri dari yang haram.

(ism, Sumber: NU Online)

Beri Komentar
Babak Baru Daus Mini Vs Daus Mini ‘KW'